Tags

, , , , , , ,

Judul: The House of the Spirits (Rumah Arwah)

Penulis: Isabel Allende

Penerjemah: Ronny Agustinus

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2010)

Halaman: 600p

Beli di: Pesta Novel Gramedia (IDR 50k? Lupa, sudah kelamaan soalnya XD)

 

Keluarga Trueba tinggal di sebuah negara Amerika Selatan yang selalu bergejolak (tidak disebutkan dalam buku ini nama negara tersebut, tapi sepertinya negara yang dimaksud adalah negara asal Isabel Allende, Chile).

Kisah epik keluarga ini berakar dari Esteban, patriarch alias pemimpin keluarga besar Trueba yang mengawali hidupnya dengan penuh perjuangan. Obsesinya untuk memiliki tanah dan menjadi kaya raya menyebabkannya menjadi lelaki yang keras, pemarah dan penuh kepahitan, dan tidak ragu untuk mengorbankan keluarga dan orang-orang yang dicintainya demi mencapai cita-citanya tersebut. Bahkan beberapa tindakannya akan menyebabkan terjadinya drama keluarga yang harus dihadapi oleh para keturunannya kelak.

Clara- cenayang keluarga yang selalu hidup di dunia yang lain, misterius namun menjadi roh yang selalu menyatukan keluarga Trueba, termasuk yang paling bisa mengerti suaminya, Esteban. Clara jugalah yang bisa meramalkan berbagai tragedi yang akan menimpa keluarga mereka.

Blanca- anak perempuan Esteban dan Clara yang halus namun memiliki sifat pemberontak. Ia mencintai putra mandor perkebunan ayahnya sejak masih kecil, dan kisah cinta berbeda kasta inilah yang juga menjadi salah satu sumber pertengkaran utamanya dengan ayahnya.

Alba- anak hasil percintaan terlarang Blanca. Sifatnya yang tegas dan apa adanya membuatnya menjadi salah satu orang terdekat Esteban- dan satu-satunya kunci yang bisa memutus rantai tragedi keluarga Trueba.

The House of the Spirits adalah salah satu buku paling fenomenal karya Isabel Allende. Saya sendiri masih memiliki pengalaman yang sangat terbatas dalam membaca buku-buku Allende, terutama buku fiksi dewasanya. Karena itu pengalaman membaca buku jni merupakan pengalaman yang cukup penuh kejutan, berkesan dan membekas, dan tentu saja membuat saya ingin menggali lebih dalam karya-karyanya yang lain.

Kisah epik keluarga Trueba digambarkan dengan penuh detail, kadang memang terasa cukup overwhelming karena banyaknya tokoh yang ada dan juga panjangnya periode yang dikupas dalam buku ini. Sedikit mengingatkan saya dengan gaya bertutur Shalman Rushdie dalam Midnight Children. Namun Allende adalah pencerita yang lihai, dan (tidak seperti Rushdie dalam buku Midnight Children), berhasil memukau saya lewat detailnya yang jauh dari membosankan.

Kedalaman karakternya luar biasa- saya bisa benar-benar merasa sebal namun kasihan dengan Esteban, gemas dengan Clara yang mengawang-awang dan menyukai Alba dengan mudah. Beberapa sudut pandang yang digunakan memang kerap kali membuat agak bingung pembaca, terutama di bagian awal, karena ada beberapa yang bahkan tiba-tiba menggunakan sudut pandang Esteban sebagai orang pertama- namun langsung dilanjutkan kembali dengan sudut pandang orang ketiga. Tetapi lama-lama saya jadi terbiasa dengan gaya penceritaan ini, bahkan menikmati keunikannya yang membawa saya mengenal lebih dalam karakter-karakter di buku ini.

Versi terjemahan Ronny Agustinus, yang memang spesialis penerjemah karya sastra Amerika Selatan, enak untuk diikuti, dan membuat saya betah membaca buku setebal 600 halaman ini.

Magical realism adalah ciri khas Allende yang banyak digunakan di karya-karyanya, dan saya termasuk pendatang baru di genre ini. Yang pasti unsur magis dalam buku ini cukup kental terutama saat berkisar di seputar kehidupan Clara si cenayang.

Rumah arwah adalah buku yang padat namun tidak alot, cukup berat tapi tidak membebani, dan worth it menyita waktu saya selama hampir dua minggu 😊

Magical realism

Adalah genre literatur yang erat dikaitkan dengan penulis dari Amerika Latin, seperti Gabriel Garcia Marquez, Jorge Luis Borges, dan tentu saja, Isabel Allende. Intinya adalah gaya bercerita di mana setting dan plot secara general merupakan realistic fiction, namun diselipkan unsur dan elemen magis atau supernatural. Dalam buku The House of the Spirits, elemen tersebut diwakili oleh arwah-arwah yang kerap kali mengunjungi dan berkomunikasi dengan Clara.

Submitted for:

Category: A book that’s been on your TBR list for way too long

Kategori: Brick Books