Tags

, , , , ,

Judul: Burnt Paper Sky

Penulis: Gilly Macmillan

Penerbit: Piatkus (2015)

Halaman: 483p

Beli di: Big Bad Wolf Jakarta (IDR 65k)

Rachel Jenner menghabiskan suatu sore di musim gugur bersama anaknya yang berusia 8 tahun, Ben. Mereka berjalan-jalan di hutan seperti biasa, tanpa bisa mengira tragedi yang akan menimpa mereka.

Ketika Ben berlari mendahului Rachel menuju ayunan yang biasa ia naiki, Rachel masih merasa semua baik-baik saja. Namun ketika ia tiba di ayunan dan Ben tidak terlihat di manapun, saat itulah Rachel merasa dunianya seolah runtuh.

Insiden tersebut langsung bereskalasi menjadi kasus besar yang menarik perhatian seluruh negeri. Orang-orang di sekitar Rachel, mulai dari kakaknya,Nicky, mantan suaminya John, dan sahabatnya Laura, semua berusaha membantu. Tapi siapa sangka ternyata mereka masing-masing menyimpan rahasia dan fakta tersembunyi yang tidak menutup keterlibatan mereka dalam kasus ini?

Detektif yang menangani kasus Ben, Jim Clemo yang dibantu oleh petugas polisi muda, Emma, berusaha berkejaran dengan waktu, karena menurut teori kasus penculikan atau anak hilang, semakin lama anak tersebut ditemukan, maka semakin kecillah kemungkinan ia hidup.

Buku ini bergantian menggunakan sudut pandang Rachel, yang menuturkan kejadian sesuai kronologis, dan sudut pandang Clemo, berupa catatan pribadi dan wawancaranya dengan psikiater kepolisian seusai kasus selesai.

Saya sendiri berharap cukup banyak dengan buku ini karena reviewnya yang bagus di mana-mana. Dan memang, separo buku saya lahap dengan cepat karena cukup berhasil memikat rasa ingin tahu saya.

Namun setelah pertengahan buku, beberapa lubang kecil di sana-sini semakin menganga besar, ditambah lagi banyaknya subplot dan subtwist yang dimunculkan oleh si penulis, yang lama kelamaan terasa agak terlalu berlebihan.

Sementara itu, saya tidak menemukan tokoh yang bisa saya sukai. Rachel Jenner bukanlah sosok yang mudah mengundang simpati- ke-whiny-annya mengingatkan saya pada karakter utama The Girl on The Train (yang sama-sama bernama Rachel). Sementara itu sebenarnya saya ingin menjagokan Jim Clemo, yang digambarkan persis seperi karakter polisi di buku-buku crime: gelap, frustrasi, penyendiri namun haus kasih sayang. Dan di beberapa bagian, Clemo masih lebih menonjol dibanding Rachel. Namun arogansi dan pertimbangannya yang terasa mengada-ngada membuat saya lama kelamaan kehilangan minat saya.

Dan jadilah saya terkatung-katung membaca buku ini, dengan karakter-karakter yang sulit untuk disukai dan twist yang sudah bisa tertebak di pertengahan buku. Namun saya bertahan sampai akhir, hanya sekadar ingin membuktikan bahwa dugaan saya tentang pelaku kejahatan ini memang benar 😀

Submitted for:

Kategori: Thriller and Crime Fiction

Advertisements