Tags

, , , , , , , , ,

Judul: March

Penulis: Geraldine Brooks

Penerbit: Penguin Books (2006)

Halaman: 280p

Gift from: DCM Brian McFeeters 🙂

Little Women adalah salah satu buku klasik yang tidak pernah bosan saya baca ulang maupun tonton kembali versi filmnya. Jo March merupakan salah satu karakter perempuan favorit saya sepanjang masa.

Karena itulah saya tertarik membaca March, kisah tentang Mr.March, ayah keluarga March yang digambarkan pergi jauh ke medan perang dalam buku Little Women. Sosok ayah yang ‘hilang’ dari kisah Louisa May Alcott yang sangat kental nuansa feminin tersebut, kini direka ulang oleh penulis berbakat Geraldine Brooks.

Kita diajak mengikuti perjalanan hidup Mr.March, mulai dari masa mudanya saat ia bekerja keras mengumpulkan uang sebagai pedagang keliling yang berkelana ke rumah-rumah orang kaya di daerah selatan, hingga berjumpa dengan seorang budak perempuan yang akan mengubah keseluruhan pandangan hidupnya.

Kisah pertemuannya dengan Mrs. March yang cerdas dan idealis juga diangkat dengan detail di sini, dan bagaimana perjuangan mereka membangun keluarga di tengah pergolakan Perang Saudara yang semakin memanas. Jalan hidup Mr. March akhirnya menempatkannya sebagai sosok pendeta yang memutuskan untuk ikut berjuang di medan perang. Dan mulailah lika-liku adegan perang yang kejam dan nyaris merenggut nyawa Mr. March, serta membuka satu rahasia kelam yang tidak disinggung sama sekali dalam buku Little Women.

March seolah menjelma sebagai kisah yang amat berlawanan dengan Little Women. Jika dalam Little Women kita disuguhi oleh nuansa hangat yang feminin, kisah keluarga dan coming of age story anak-anak perempuan keluarga March, di sini justru kehangatan itu tidak terasa sama sekali. March adalah buku yang kelam, dingin, maskulin, dengan beberapa adegan cukup gory dari suasana perang dan juga sisa-sisa perbudakan yang masih mewarnai Amerika di bagian selatan.

Yang juga menarik adalah interpretasi Geraldine Brooks terhadap sosok Mr. March itu sendiri. Louisa May Alcott pernah mengungkap bahwa sosok Mr. March memang terinspirasi dari karakter ayahnya. Dan fakta inilah yang dikupas habis oleh Brooks, termasuk membuat Mr. March memiliki pandangan yang sama dengan Mr. Alcott terhadap perbudakan, Perang Saudara, dan bahkan mengangkat hubungan pertemanannya dengan penulis di era tersebut seperti Ralph Waldo Emerson dan Henry David Thoreau. Menarik juga menangkap sekilas hubungan antar penulis yang nantinya akan menjadi sosok-sosok bersejarah dunia literatur Amerika.

March termasuk buku yang cukup padat, meski tidak tergolong panjang namun berisi berbagai topik yang kadang cukup sulit dan berat. Tak heran buku ini berhasil menggondol penghargaan Pulitzer di tahun 2006. Hanya saja saya cukup heran, mengapa Hollywood belum melirik kisah ini untuk diangkat ke layar lebar ya?

Submitted for:

Category: A book with a month or day of the week in the title

Kategori: Award Winning Books

 

Advertisements