Tags

, , , , , , , , ,

Judul: The House at Baker Street

Penulis: Michelle Birkby

Penerbit: Pan Books (2016)

Halaman: 338p

Beli di: Big Bad Wolf Jakarta (IDR 65k)

Membaca pastiche, spinoff, retelling dan buku-buku sejenis, selalu ada dua kemungkinan: live up to expectation, atau ruining the original’s atmosphere.

Sherlock Holmes sendiri sudah memiliki banyak sekali spinoff dan pastiche, dari mulai yang resmi sampai sekelas fanfic. Saya membaca beberapa di antaranya, favorit saya buku-buku yang ditulis oleh Anthony Harrowitz, sedangkan yang paling tidak saya suka itu serial karangan Laurie King (soalnya Holmes digambarkan menikah dengan perempuan yang puluhan tahun lebih muda, dan tidak masuk akal bagi saya mengingat karakter sang detektif yang saya kenal sebelumnya).

Anyway, saya selalu tertarik mencoba membaca spinoff atau serial baru yang ditulis berdasarkan kisah Sherlock Holmes, dan buku karya Michelle Birkby ini tampak berbeda, karena mengangkat karakter-karakter perempuan pemeran pembantu di buku original menjadi karakter utama.

Mrs.Hudson -pemilik rumah sewaan yang ditinggali Holmes- bukanlah nama yang asing bagi penggemar serial detektif ini. Namun siapa dia sesungguhnya? Seperti apa karakternya? Tidak ada yang tahu persis, dan hal itulah yang diangkat dengan menarik oleh Birkby di sini.

Suatu kasus yang ditolak Holmes dan melibatkan perempuan bernama Laura Shirley, akhirnya malah menjadi awal keterlibatan Mrs. Hudson untuk memecahkan misteri pertamanya. Intrik pemerasan oleh seorang pria misterius yang amat berkuasa atas korban-korbannya yang kebanyakan wanita baik-baik, membawa penyelidikan Mrs. Hudson hingga ke area Whitechapel yang berbahaya. Tak hanya itu, ternyata kasus-kasus tersebut hanyalah sebagian kecil dari intrik lain yang jauh lebih besar.

Yang membuat kisah ini lebih seru, Mrs. Hudson juga dibantu oleh Mary Watson, istri Dr. Watson yang digambarkan bersahabat baik dengan Mrs. Hudson. Mary adalah salah satu karakter favorit saya- kecerdasannya yang original dan sifatnya yang pemberani membuat buku ini tidak kehilangan kesegarannya. Apalagi saat kedua perempuan tangguh ini mendapat kesempatan bertemu Irene Adler – badass women galore!!

Saya menyukai ide Birkby yang mencoba menggali kehidupan Holmes lewat kacamata orang-orang yang sebelumnya tidak terlalu kita perhatikan. Dengan cerdik Birkby juga memasukkan beberapa adegan familiar yang diambil dari buku original Holmes, membuat timeline kisah ini terasa lebih mudah untuk diikuti. Karena memang peran Holmes dan Dr. Watson juga masih ada di sini, hanya saja kini merekalah yang berada di latar belakang kisah, sibuk memecahkan kasus demi kasus yang sudah sangat familiar bagi pembaca.

Nuansa feminisme yang kental namun tidak berlebihan menjadi salah satu alasan saya menyukai buku ini dan merekomendasikannya pada penggemar Holmes yang ingin mencicipi rasa yang berbeda. Kisah misterinya sendiri cukup seru, dengan twist yang lumayan mengejutkan dan beberapa adegan nekat yang memicu adrenalin. Saya tidak sabar unuk membaca sekuel buku ini yang juga sudah diterbitkan, The Women of Baker Street. Not to mention that the covers of this series are BEAUTIFUL.

Submitted for:

Kategori: Thriller and Crime Fiction