Tags

, , , , ,

Judul: If on a Winter’s Night a Traveler

Penulis: Italo Calvino

Penerbit: Vintage (1983)

Halaman: 260p

Beli di: Kinokuniya Ngee Ann City (SGD 17.95)

Ini adalah salah satu buku paling sulit untuk dibaca dan direview- mungkin karena formatnya yang tidak biasa dan gaya postmodernismenya yang lumayan memusingkan untuk diikuti.

Kisah dimulai dengan adegan yang familiar namun memicu keingintahuan: seorang pembaca pergi ke toko buku untuk membeli buku Italo Calvino. Apakah buku yang dimaksud sama dengan buku yang sedang kita baca? Dan apakah “you, the reader” adalah kita sendiri? Asumsi demi asumsi terus berdatangan seiring majunya kisah yang tidak biasa ini.

Ternyata buku yang (dalam cerita ini) kita beli tidak memiliki halaman yang lengkap, sehingga kita harus kembali ke toko buku untuk meminta ganti. Namun di sinilah kisahnya berubah semakin rumit: ternyata terdapat kesalahan judul pada buku yang kita baca, sehingga akhirnya kita ditawarkan buku lain yang “seharusnya merupakan buku yang tepat dan memiliki kelanjutan kisah yang sesuai dengan kisah yang terpotong di tengah-tengah tadi”. Namun setelah dibuka, buku tersebut menyuguhkan kisah yang sama sekali berbeda- dan menyebalkannya lagi, juga terputus di tengah-tengah!

Dan demikianlah bab demi bab bergulir dalam buku ini, menyajikan satu kisah yang terputus dan dilanjutkan oleh kisah lain di bab berikutnya, yang bukannya memberikan pencerahan namun malah membuat jalinan kisah menjadi semakin rumit! Dan kita mau tidak mau bertanya-tanya, mau dibawa ke manakah kita selanjutnya?

Sementara itu, sang tokoh utama (yang adalah kita, si pembaca), juga bertemu dengan berbagai karakter menarik dan aneh yang diharapkan bisa membawanya ke pemecahan misteri unik ini.

Membaca If On a Winter’s Night a Traveler ini seperti membaca kumpulan cerpen fantastis yang dibungkus dalam suatu kisah detektif yang serba rumit. Bersiaplah dilempar dari satu kisah ke kisah lain, mulai dari yang bernuansa thriller menegangkan, drama kelam sampai romance yang menggebu- tanpa bisa menduga ending cerita-cerita tersebut karena kita akan digantungkan begitu saja setiap kalinya.

Mereview buku ini merupakan tugas yang amat sulit bukan saja karena jalinan kisahnya yang serba absurd, tapi juga karena memang harus dibaca dan dialami langsung untuk mengerti sensasinya. Seperti buku-buku postmodern di eranya, memang ada kesan pretensius pada karya Calvino ini- di beberapa bagian, kerumitan yang terjadi terasa terlalu berlebihan, dan pembaca digiring berputar-putar lebih jauh daripada seharusnya. Namun tak bisa dipungkiri kalau Calvino adalah seorang penulis yang superb- beragam jenis kisah disajikan dengan effortless di sini, beberapa malah menampilkan gaya yang sama sekali berbeda satu sama lainnya- eksperimen yang berani, namun cukup berhasil.

Buku ini mungkin memang tidak bisa dinikmati oleh semua orang- tapi menurut saya, layak dicicipi setidaknya sekali saja seumur hidup, seperti hidangan eksotis misterius yang tampak meragukan tapi ternyata menyimpan rasa yang menakjubkan!

Submitted for:

Category: A book with one of the four seasons in the title

Kategori: Classic Literature