Tags

, , , , , , , ,

Judul: Sweetbitter

Penulis: Stephanie Danler

Penerbit: Oneworld Publications

Halaman: 368p

Beli di: Kinokuniya Nge Ann City (SGD 19.21)

Apa rasanya bekerja di restoran fancy di New York City? Terutama bila kamu adalah seorang perempuan muda asal kota kecil di Amerika, baru tiba di kota New York dan berusaha memulai hidup yang baru?

Itulah inti kisah Sweetbitter, yang bercerita tentang kehidupan Tess, seorang perempuan muda naif dari kota kecil di daerah Midwest, lulusan universitas tapi tidak memiliki pengalaman kerja kecuali sebagai barista di kota kecilnya, dan datang ke New York hanya bermodal mobil tua, beberapa ratus dollar, serta kontak dari temannya teman yang sedang mencari flat mate.

Maka berlabuhlah Tess di daerah Brooklyn, di sebuah apartemen kecil sempit yang sama sekali tidak menggambarkan glamornya tinggal di NYC. Dan dengan segala daya upaya, mendaratlah ia di sebuah restoran mewah di daerah Union Square, memulai kariernya sebagai pelayan restoran.

Seru juga sebenarnya melihat behind the scene berjalannya sebuah restoran, mulai dari kesibukan di dapur (Chef yang tugasnya memang bukan memasak tapi memerintah anak buahnya untuk memasak), lalu bedanya server (yang bertugas menunggu meja dan melayani kebutuhan pelanggan- paling mungkin mendapatkan tip besar), dengan backwaiter (yang mengambil makanan dari dapur, menyampaikan pesanan, mengisi air di gelas, menata meja dan pekerjaan yang terlihat remeh-temeh tapi sebenarnya amat penting). Juga perannya bartender dan barista, yang tampak efortless padahal sangat melelahkan.

Suka-duka Tess sebagai pelayan, mulai dari menghadapi pelanggan yang aneh-aneh sampai rekan-rekannya yang memiliki sifat beraneka ragam, digambarkan dengan cukup baik di sini. Karakter yang ada juga digambarkan diverse, mulai dari yang gay, yang imigran, yang single maupun married, yang tua dan senior maupun yang muda dan centil.

Yang juga menarik adalah gambaran tentang berbagai makanan yang disajikan di restoran ini, cara pengolahan dan penyimpanannya- jenis-jenis wine, oyster, daging dan sayur- beberapa hidangan malah baru saya dengar di sini.

Dan menurut saya, Sweetbitter (yang menjadi debut sang penulis) sangat berpotensi untuk menjadi buku fiksi favorit, kalau saja tidak terganjal oleh dua hal:

  1. Kisah cinta segitiga antara Tess dengan dua rekan kerjanya, Simone yang sudah senior, dan Jake yang -menurut Tess- irresistible. Sebetulnya Tess amat berpotensi menjadi karakter yang likable karena kondisinya mudah untuk relate dengan pembaca (gadis kota kecil, mencari sesuap nasi di kerasnya kota New York, etc). Tapi begitu sudah berhadapan dengan Simone dan Jake, huuuh…. langsung hilang deh simpati saya, karena Tess berubah menjadi cewek yang menyebalkan, lemah, dan bodoh. Belum lagi Simone yang manipulatif dan Jake yang mau saja dimanipulasi. Benar-benar bikin kesal.
  2. Dialog para tokohnya yang super pretensius. Saya ngga tau ya apa karena setting cerita ini di NYC makanya para karakternya digambarkan super pretensius semua. Tapi dialog-dialognya yang nggak penting namun seolah dibuat penting itu memang menyebalkan sih. Shallow dan self-indulgent.

Sebagai buku coming of age, Sweetbitter kurang nendang karena justru tidak mampu menggali karakternya sehingga pembaca merasa terhubung dengannya. Sepertinya si penulis bingung, antara mau membuat kisah yang berbau klasik (penggalian karakter, perkembangnnya sebagai gadis kota kecil yang hidup di kota besar) tapi terkesan tipikal, atau membuat cerita yang cool namun akhirnya malah jadi dangkal.

Buku ini sebenarnya cukup menghibur, terutama pengetahuan yang saya peroleh tentang kehidupan bekerja di restoran serta jenis-jenis hidangan eksklusif yang selama ini kurang familiar. Tapi saya berharap kisahnya bisa dibuat lebih memorable, dan dirangkai dengan lebih baik. Maybe next book will be better?

Submitted for:

Category: A book about food

Kategori: Contemporary Romance

Advertisements