Tags

, , , , , , , ,

Judul: 84 Charing Cross Road

Penulis: Helene Hanff

Penerbit: Stellar Books (2010)

Halaman: 71p

Beli di: Periplus.com (IDR 92k)

Buku yang amat sangat sweet ini lumayan tipis, hanya 71 halaman, tapi sangat berkesan buat saya. Isinya adalah tentang surat-menyurat antara Helene Hanff, seorang penulis yang tinggal di kota New York, dengan para staff dari toko buku second hand di London.

Awalnya, Helene yang kesusahan mencari sebuah buku, berkorespondensi dengan Marks & Co. yang berlokasi ribuan kilometer jauhnya, tepatnya di 84 Charing Cross Road di tengah kota London. Ternyata, komunikasi tersebut menjadi awal dari hubungan persahabatan jarak jauh antara Helene dengan para staff di Marks & Co., terutama seorang staff pembelian senior bernama Frank Doel.

Buku ini berisi korespondensi surat-menyurat asli antara Helene dan teman-temannya di London, mulai dari perkenalan mereka di akhir tahun 1940-an, hingga surat terakhir di tahun 1960-an. Bermula dari pencarian sebuah buku, korespondensi tersebut berkembang menjadi persahabatan yang akrab, lengkap dengan bumbu-bumbu masalah sehari-hari, perkenalan dengan anggota keluarga, bahkan kesulitan di saat perang.

Helene yang orang New York dengan gaya ceplas-ceplosnya, sangat kontras dengan kawan-kawannya di Inggris yang sopan dan terkesan dingin. Kadang saya ngakak sendiri saat membaca surat Helene yang penuh humor sarkastik, hanya ditanggapi dengan lempengnya oleh Frank Doel.

Namun banyak peristiwa hangat dan mengharukan di sana-sini yang membuat saya benar-benar ingin kembali ke masa-masa surat-menyurat, di mana typo dengan mesin ketik ada di mana-mana, dan kehangatan terpancar dari kalimat-kalimat panjang dan bukan serba instan seperti di era komputer dan internet sekarang ini.

Helene yang rajin mengirimkan paket Paskah atau Natal karena ia tahu di Inggris kondisinya semakin memburuk dibandingkan dengan di Amerika, lalu satu demi satu para staff ada yang berhenti bekerja, menikah, pindah ke luar negeri, dan mengalami berbagai perubahan, kecuali satu: Marks & Co. tetaplah menjadi tempat pelabuhan Helen dalam mencari buku-buku yang penting bagi hidupnya.

Di antara berbagai anekdot dan peristiwa sehari-hari, kecintaan Helene, Frank, serta teman-teman di Marks & Co. akan buku dan dunia literatur, tampak membekas di mana-mana. Seolah kecintaan mereka ini merupakan suatu benda solid yang bisa dilihat dan dipegang oleh pembaca Charing Cross Road.

Kisah nyata ini bisa membuat siapapun bernostalgia: tentang masa lalu yang sulit namun tetap indah dikenang, tentang suatu masa di mana buku edisi pertama bisa dibeli dengan harga $10, tentang masa surat-menyurat yang menyenangkan, tentang karakter toko buku yang personal, di mana staff dan pelanggan adalah para sahabat dari dunia yang sama. Tak bisa dipungkiri, 84 Charing Cross Road adalah surat cinta dari para pencinta buku yang tak pernah lekang oleh waktu. Meski sayangnya, toko buku ini sudah tidak berdiri lagi, dan bangunannya kini ditempati oleh restoran cepat saji. Perkembangan zaman memang kejam.

Submitted for:

Category: A book of letters

Kategori: Buku Pengarang Lima Benua (Amerika)

Advertisements