Tags

, , , , , , , , ,

broken-monstersJudul: Broken Monsters

Penulis: Lauren Beukes

Penerbit: Harper (paperback edition, 2015)

Halaman: 544p

Beli di: The Book Depository (IDR 68k, bargain!)

Kota Detroit dikejutkan oleh kehadiran mayat-mayat mengerikan- kombinasi antara separo jenazah manusia yang disambungkan dengan elemen makhluk lain seperti binatang atau tumbuhan. Awalnya, mayat seorang anak laki-laki ditemukan, di mana separo badan bagian bawahnya sudah digantikan dengan kaki rusa. Namun ini hanyalah awalnya saja. Masih banyak kengerian yang menanti kota Detroit yang memang sedang dalam kondisi mengenaskan – bangkrut, ditinggalkan oleh para penghuninya, dan kriminalitas yang meningkat.

Detektif kepolisian Detroit, seorang single mother keturunan Hispanic bernama Gabi Versado, ketempuhan untuk menangai kasus ini, dibantu oleh timnya yang terdiri dari beragam jenis polisi, mulai dari yang senior dan menyebalkan sampai yang masih bau kencur. Gabi masuk ke dalam penyelidikan yang membawanya ke tempat-tempat tergelap Detroit- mulai dari bangunan tak berpenghuni, sudut-sudut kota terlupakan tempat para tunawisma bernaung, sampai kepercayaan kuno seperti voodoo dan ilmu sihir.

Sementara itu, kita diperkenalkan juga dengan beberapa karakter pendukung yang memegang peranan tak kalah penting. Layla, anak perempuan Gabi yang bersama sahabatnya, Cas, mengisi masa remaja mereka dengan kegiatan berbahaya seperti menjebak pedophile internet; TK (baca: Tee-Kay), tunawisma berkulit hitam yang memiliki masa lalu kelam, namun sudah bertobat dan kini membantu teman-temannya sesama tunawisma melalui komunitas amal gereja; Jonno, mantan jurnalis dengan sejarah yang misterius dan kini menjajaki kemungkinan menggapai sukses di Detroit sebagai selebriti YouTube; serta Carlson Broom, seniman super aneh yang kenyentrikannya menyimpan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Seperti pada buku The Shining Girls, Lauren Beukes masih menyatukan beberapa genre sekaligus dalam Broken Monsters. Kalau di Shining Girls unsur sci-fi terutama time travel -nya cukup kental, di buku ini memang thriller dan crime nya yang masih mendominasi. Hanya saja, tetap ada unsur dark fantasi- semi horror yang diselipkan oleh Beukes, yang memang piawai untuk menciptakan kisah dengan genre blending seperti ini.

Plotnya sendiri, menurut saya, tidak semenarik dan engaging seperti Shining Girls. Kisahnya lumayan gampang tertebak, dan tidak ada twist berarti di bagian akhir buku, kecuali sempalan fantasi dan conspiracy theory sebagai bumbu-bumbu penyedap. Tapi karakter-karakternya lumayan menarik, dan saya cukup suka dengan Gabi dan Layla, pasangan ibu-anak yang mendominasi cerita ini dengan aura-aura girl power yang keren. Plus, Beukes cukup sensitif untuk memasukkan karakter-karakter yang cukup diverse, meskipun tidak semua mudah disukai, tentunya.

Satu lagi yang membuat saya kagum adalah kemampuan Beukes untuk menghidupkan setting tempat dari kisah ciptaannya. Di Shining Girls, saya sukses dibuat terbayang-bayang dengan kota Chicago dari masa ke masa. Nah, di Broken Monsters, bersiaplah untuk penasaran dengan kota Detroit, yang digambarkan seperti kota hantu saking terimbasnya dengan krisis ekonomi yang menyebabkan kota tersebut bangkrut. Di bagian akhir buku, Beukes juga memasang beberapa foto kota Detroit yang menjadi inspirasinya untuk beberapa adegan dan setting dalam buku. Saya selalu kagum dengan penulis yang mau berusaha (dan berhasil) menampilkan setting cerita seolah sebagai satu karakter tersendiri yang menyatu dengan keseluruhan kisah, dan kudos untuk Beukes yang sukses menghadirkannya dalam buku ini.

Broken Mosnters tidak sekuat The Shining Girls, tapi masih cukup live up to the expectations, dan saya tidak sabar menunggu karya-karya selanjutnya dari Lauren Beukes.

Submitted for:

Category: A book where the main character is a different ethnicity than you

Category: A book where the main character is a different ethnicity than you

Kategori: Thriller dan Crime Fiction

Kategori: Thriller dan Crime Fiction

Advertisements