Tags

, , , , ,

Pengantar:

Hai hai! Kali ini Blogger Buku Indonesia alias BBI kembali hadir dengan salah satu event serunya merayakan Valentine’s Day sekaligus International Book Giving Day yang jatuh tanggal 14 Februari. Di hari spesial ini, saya kedatangan tamu, Nisa Rahmah dari blog Resensi Buku Nisa, yang akan berbagi kisah tentang genre kesukaannya, Metropop. Penasaran kan, apalagi karena jarang-jarang Metropop nongol di blog Books to Share, hehehe… Nggak salah deh, tim divisi event BBI sudah memasangkan saya dengan Nisa, karena genre favorit kami yang lumayan beda jauh, jadi bisa saling berbagi info-info baru. Kalau kalian ingin lihat guest post saya tentang apa, jangan lupa mampir di blog Nisa ya 🙂 Oiya, nantinya saya dan Nisa juga akan bertukar kado, huhuyyy nggak sabar deh menunggu kado saya tiba 🙂 Happy International Book Giving Day, peeps! Mari terus berbagi buku dan kesukaan membaca ke sekeliling kita…

Bincang-Bincang Tentang Fiksi Metropop

Halo teman-teman semua. Terutama, halo Kak Astrid yang sudah mengizinkan saya untuk mengisi blog bukunya sebagai guest post. 🙂

Kali ini, saya mau mengulas tentang fiksi metropop. Ada yang sudah tahu atau familier dengan genre ini? Saya akan menjelaskan secara singkat dulu ya apa sih yang dimaksud dengan fiksi metropop? Metropop ialah sebuah cerita yang mengangkat kisah tentang masyarakat urban, beserta konflik yang mengikatnya seputar kehidupan percintaan, gaya hidup, pekerjaan, yang disajikan dengan gaya bahasa pop. Tokoh yang terlibat di dalamnya, biasanya usia dewasa muda, yang penuh dengan ambisi dan sedang berupaya membangun impiannya. Bergelut dengan masa-masa awal mula merintis karier, mencari-cari makna sebuah hubungan percintaan yang lebih serius lagi. Yah, itu dia pemaknaan singkat saya tentang genre ini. Dan ternyata, setelah browsing sana-sini, penjelasannya pas, kok. (Baca: tentang fiksi metropop di wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Fiksi_metropop)

Sebenarnya, pelabelan “Metropop” ini, adalah secara khusus milik penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU). Namun, secara genre, sebenarnya ini milik semua. Asalkan yang dibahas tentang kaum urban dan asam, manis, pahit, kehidupan percintaan dan karier mereka (dan biasanya dibumbui kisah-kisah menggoda sekaligus ringan), maka novel-novel berkarakter demikian bisa digolongkan sebagai bagian dari genre metropop. Penerbit Elex Media juga punya pelabelan serupa yang dikemas dengan nama “City Lite”.

Sebagai penggemar novel lokal bergenre romance, metropop termasuk sahabat dekat dengan mereka. Bisa dibilang, poin utama dari kisah-kisah metropop berkisar seputar isu percintaannya. Jadi, bisa dipastikan kalau kalian suka dengan karya penulis-penulis lokal yang kental dengan kisah romansa mereka, metropop adalah pilihan yang bagus untuk dibaca. Namun, terkadang pembaca masih susah membedakan antara label “metropop” dan “amore”. Saya punya sedikit penjelasan dari hasil membaca beberapa judul novel-novel tersebut. Menurut saya, novel metropop itu menonjolkan sisi kehidupan mereka. Kisah romansa menjadi pengikatnya, tapi bukan menjadi karakter menonjol salah-satunya. Karena, yang mau dilibatkan dalam kisah-kisah metropop bukan konflik cinta yang mendayu-dayu, melainkan bagaimana bertahan untuk meraih mimpi, cita-cita, menjalani kehidupan, dan tentang percintaan. Sementara amore, bagi saya genre ini memfokuskan diri pada membangun kisah percintaan yang berakhir dengan bahagia. Beberapa orang juga mengasosiasikan metropop vs amore dengan chicklit vs harlequin. Nah, sudah bisa membedakannya dan bisa memetakan novel mana yang termasuk metropop atau amore?

Saya mempunyai beberapa rekomendasi novel-novel metropop yang keren untuk kalian baca. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal. Namun, saya akan memberikan sedikit ulasan tentang mengapa saya suka atau bagian apa yang saya kurang suka dari kisah-kisah tersebut.

  1. Coppelia

Judul : Coppelia | Penulis : Novellina A. | Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | Tebal Buku : 192 Halaman | ISBN : 9786020318103

coppelia

Coppelia bercerita tentang seorang gadis bernama Nefertiti yang sejak kecil bermasalah dengan ambisi ibunya yang menginginkan anaknya berbakat di bidang seni. Akhirnya, Nefertiti menemukan minatnya pada bidang tari, terutama balet. Hanya saja, dirinya tidak menonjol, dan itu mengecewakan ibunya. Dia kabur ke luar negeri, lari dari rumah, dan dari semua tuntutan sang ibu tentang impian serta masa depannya. Lalu, dia bertemu dengan Oliver, tetangga masa kecilnya, yang juga diam-diam mencintainya dan membantu sang tokoh perempuan untuk mengurai permasalahan pelik dalam kehidupannya.

Ini bukan hanya cerita cinta dua insan yang berbeda karakter dan kehidupan, melainkan juga kisah seorang ibu dan anak yang kompleks dan rumit. Tentang cinta yang tidak tersampaikan bahkan tidak mampu ditunjukkan. Juga persahabatan dalam ketidaksempurnaan, yang membuat mereka menyatu dalam sebuah kisah cinta yang manis dan universal.

  1. Jakarta Sebelum Pagi

Judul : Jakarta Sebelum Pagi | Penulis : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie | Penerbit : Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) | Tebal Buku : 280 Halaman | ISBN : 9786023754847

jakarta-sblm-pagi

Bercerita tentang seorang gadis metropolitan bernama Emina yang unik. Kenapa unik? Karena kepribadiannya yang tidak biasa. Dia tipikal kaum urban yang budak korporat, tapi cukup menikmati rutinitasnya. Punya teman yang unik dan mengasyikkan juga. Suatu hari dia bersinggungan dengan situasi aneh yang melibatkan balon udara, hyacinth, dan surat misterius yang dikirim oleh stalker dari apartemennya. Dan dari penyelidikannya itu, membawa Emina pada pertemuan dengan orang-orang aneh lainnya: si anak kecil pemuja teh dan ritual minum teh, si pria korban perang yang takut dengan kebisingan, kakek nyentrik tetangga sebelah rumah kakek-neneknya.

Novel ini… genius. Keren. Juara. Saya suka dengan penggambaran karakternya, plotnya yang fantastis karena memadukan banyak hal absurd menjadi masuk akal. Petualangan tengah malam menyusuri kisah cinta aneh di masa lalu yang dituliskan dalam surat misterius, adalah salah satu bagian favorit saya dari kisah Jakarta Sebelum Pagi ini.

  1. Critical Eleven

Judul : Critical Eleven | Penulis : Ika Natassa | Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama | Tebal buku : 344 Halaman | ISBN: 9786020318929

critical-eleven

Tanya Laetitia Baskoro adalah seorang wanita karir, anak tunggal, bekerja sebagai Management Consultant yang memiliki frekuensi terbang cukup tinggi. Aldebaran Risjad bekerja sejauh-jauhnya dari rumah, di Rig, pengeboran minyak lepas pantai 25 jam penerbangan dari Jakarta. Dengan frekuensi bekerja lima minggu di lokasi, dan lima minggu off. Tanya Baskoro dan Aldebaran Risjad, adalah sepasang suami istri yang mempunyai masalah pelik dalam rumah tangga mereka. Permasalahan itu membuat rumah tangga yang baru saja dibangun menjadi goyah.

Saya suka dengan plot kisah ini, dan bagaimana penggambaran karakternya, begitu melekat. Hanya saja, penggunaan bahasa Indonesia campur Inggris cukup mengganggu, bagi yang tidak menyukai deskripsi campur seperti itu. Secara keseluruhan, novel ini direkomendasikan. Apalagi, bulan Mei nanti akan ada filmnya di layar lebar (yang jadi Ale Reza Rahadian, lho!).

  1. Some Kind of Wonderful

Judul : Some Kind of Wonderful | Penulis : Winna Efendi | Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | Tebal Buku : 360 Halaman | ISBN : 9786020335551

some-kind-of-wonderful

Liam Kendrick, chef terkenal di Sydney, mengalami masalah dalam percintaannya karena orang yang dicintainya sejak kecil akan menikah dengan orang lain, lebih tepatnya adiknya sendiri. Rory Handinata terperangkap dalam kesedihan masa lalunya saat suami dan anaknya tewas secara mengenaskan. Keduanya bertemu dalam jaringan televisi yang menaungi mereka. Liam yang memiliki segmen acara sendiri, sementara Rory yang untuk menyambung hidup, bekerja pada serial anak-anak yang sempat menjadi kesukaan Ruben, mendiang anaknya. Kisah hidup mereka yang diwarnai oleh kehilangan orang dicintai, membuat mereka menjadi dekat. Namun, seberapa besar upaya mengikhlaskan masa lalu dan melangkah ke depan dengan cinta yang baru, masih tetap harus diperjuangkan.

Saya suka dengan novel-novel Winna Efendi. Kisah cinta yang pas, plot yang rapi, dan diselipi oleh cara menyampaikan cerita yang mengagumkan, membalut kisah kehidupan Liam dan Rory menjadi sebuah cerita yang manis dan wonderful. Emosi yang diberikannya, cara menyampaikan perasaan karakternya, cara memperkenalkan para tokohnya… Bagaimana penulis bahkan memberikan sentuhan kecil macam mengetuk-ngetuk jemari saat sedang gugup, itu detail yang berkesan.

  1. Rule of Thirds

Judul : Rule of Thirds| Penulis : Suarcani | Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | Tebal Buku : 288 Halaman | ISBN : 9786020334752

rule-of-thirds

Ladys pergi ke Bali untuk mengejar cintanya pada Esa yang membuahkan ujung yang pahit. Esa berselingkuh, bahkan akan menikah sebentar lagi. Di Bali, selain om yang memiliki studio foto dan sering berkelana ke luar negeri, Ladys tidak punya siapa-siapa lagi. Untung saja dia yang pekerjaannya di Korea dulu sebagai fotografer fashion, sekarang bekerja pada studio foto milik omnya itu. Namun, kali ini dia harus beralih menjadi fotografer pre-wedding. Di sana dia bertemu dengan Dias, seorang pekerja di studio foto itu, seorang pria yang mempunyai bakat fotografi tapi harus berpuas diri hanya menjadi asisten saja. Kehidupan keduanya yang beririsan dengan kisah masa lalu yang sama, membuat kedekatan demi kedekatan terjalin. Hanya saja, banyak hal yang harus dilakukan untuk membuktikan cinta, atau tentang berdamai dengan masa lalu.

Novel ini keren, membuktikan bahwa label metropop tidak hanya berfokus setting pada kota Jakarta semata. Kisah ini tidak hanya bercerita tentang kehidupan dan cinta, melainkan banyak unsur fotografi yang termuat di sana.

 

Nah, itu dia beberapa novel metropop yang menjadi rekomendasi dari saya. Semoga bisa membuat tertarik untuk menyicipi genre ini dan menikmati asam-manis kehidupan para tokohnya.

Terima kasih Nisa untuk rekomendasi dan pencerahannya tentang genre Metropop, dan terima kasih ya, sudah mampir di Books to Share 🙂

 

 

 

Advertisements