Tags

, , , ,

this-is-where-i-leave-youJudul: This is Where I Leave You

Penulis: Jonathan Tropper

Penerbit: Orion paperback (2011)

Halaman: 388p

Beli di: BaliBooks (IDR 60k)

Hidup Judd Foxman sepertinya sudah berakhir saat ia memergoki istrinya bercinta dengan bosnya yang menyebalkan, di tempat tidurnya sendiri.

Masih shock dan tak percaya dengan kejadian itu, dan belum bisa memaafkan istrinya, Judd sudah dikejutkan dengan berita buruk lainnya: ayahnya meninggal dunia, dan salah satu keinginan terakhirnya adalah agar keluarganya berkumpul dan melakukan tradisi Yahudi, yaitu berkabung selama 7 hari penuh bersama-sama.

Bukannya apa-apa, tapi keluarga Judd adalah salah satu keluarga dysfunctional yang biasanya tidak akan tahan bersama-sama lebih dari beberapa jam saja. Ibu Judd adalah pengarang buku parenting laris yang selalu mencoba teori-teorinya pada anak-anaknya dan menjadikan mereka kelinci percobaan. Saudara-saudara Judd: Wendy yang menikah dengan pengusaha sukses tapi brengsek, Paul yang istrinya desperate untuk memiliki anak, dan Philip, kambing hitam keluarga yang selalu saja terlibat dalam kekacauan.

Mereka terpaksa duduk bersama-sama selama 7 hari, menerima serbuan tamu-tamu yang selain menyampaikan ucapan berduka, juga membuka kenangan (dan luka) masa lalu: mantan pacar, kekasih-kekasih yang sakit hati dan tetangga yang sudah seperti keluarga sendiri. Namun satu demi satu rahasia masa lalu juga ikut terkuak seiring kebersamaan mereka yang menyakitkan selama 7 hari tersebut.

Tak diduga, saya cukup menikmati buku ini. Gaya Jonathan Tropper mengingatkan saya pada Nick Hornby atau Mike Gayle yang sarkastik tapi tetap kocak. Pas banget menggambarkan keluarga Foxman yang kacau tapi manusiawi. Kegemaran mereka untuk saling melemparkan komentar tajam, dan ketidakmampuan mereka untuk mengungkapkan perasaan sayang, menjadi sorotan Tropper yang rasanya cukup familiar dengan keluarga-keluarga di era milenium.

Saya juga menyukai bagaimana Tropper memaksa pembacanya untuk terus bertahan sampai akhir, dan mencari tahu apakah Judd bisa memaafkan istrinya dan menemukan happy endingnya. Tapi jangan khawatir, semuanya tetap disajikan dengan penuh humor, humanis dan tidak mengawang-awang.

Karakter-karakter dalam buku ini, biarpun sebagian besar menyebalkan, pathetic dan egois, tapi digambarkan manusiawi dan relatable, dan kalau mau jujur, kita bisa menemukan sebagian dari sifat-sifat itu di diri kita juga.

Overall, cukup recommended dan menghibur.