Tags

, , , , , ,

the-girls1Judul: The Girls (Gadis-Gadis Misterius)

Penulis: Emma Cline

Penerjemah: Maria Lubis

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2016)

Halaman: 360p

Beli di: Hobby Buku (IDR 75k, disc 25%)

Evie Boyd adalah seorang remaja perempuan biasa yang tinggal di kota kecil di California Utara pada tahun 1969. Keluarganya memang agak berantakan: ayah dan ibunya bercerai, sang ayah tinggal dengan selingkuhannya dan sang ibu terus mengabaikan Evie karena terlalu sibuk menata hidupnya usai perceraian tersebut.

Evie bukanlah anak gaul, ia hanya punya satu teman dekat, Connie, yang menurutnya agak membosankan. Evie ingin sesuatu yang baru, orang-orang menarik yang bisa menjadikan hidupnya lebih penting dan berarti.

Suatu hari di sebuah taman, Evie bertemu dengan sekelompok gadis berpakaian aneh, lusuh namun penuh misteri. Beberapa orang berbisik-bisik tentang gadis-gadis ini, yang disebut -sebut sebagai bagian dari kelompok aliran sesat. Salah satu dari gadis itu menarik perhatian Evie, memikatnya hingga akhirnya ikut terjerat ke dalam komunitas tersebut.

Dalam kelompok itu, Evie bertemu dengan banyak gadis dan pemuda yang serba bebas, tidak terikat aturan dan norma kehidupan pada umumnya. Mereka tinggal bersama-sama di suatu rumah pertanian kumuh, mencuri makanan dari tempat sampah dan hidup dengan barang seadanya. Namun semuanya dipersatukan oleh ikatan yang sama: pemujaan luar biasa terhadap pemimpin mereka, seorang laki-laki karismatik bernama Russell.

Namun seiring waktu yang dihabiskan Evie dengan pengikut Russell, ia mulai melihat keanehan demi keanehan: obsesi Russell yang berlebihan untuk menelurkan album rekaman dan menjadi musisi terkenal, tindakan-tindakan para pengikutnya yang mulai bisa dikategorikan sebagai tindakan kriminal, serta kekhawatiran Evie terhadap Suzanne, gadis yang memikatnya ke dalam kelompok ini namun yang juga memiliki rahasia terbesar.

Suatu kejadian mengerikan terjadi yang membuat Evie mempertanyakan kembali keputusannya bergabung dalam kelompok Russell, sekaligus yang akan mengubah hidupnya untuk selamanya.

Jujur saja, premis buku ini begitu menarik sampai-sampai saya tidak sabar untuk menunggu buku ini terbit- dan memutuskan untuk membaca terjemahannya yang memang keluar tidak lama setelah versi bahasa Inggrisnya terbit. Sepertinya GPU cukup jeli untuk langsung mengambil hak terjemahan buku yang memang menjadi bestseller di mana-mana tersebut (dan covernya cakep banget!).

Sudah menjadi rahasia umum kalau buku ini terinspirasi dari kisah tentang cult atau kelompok aliran sesat yang terkenal di akhir tahun 60an di California, yang dipimpin oleh Charles Manson, bahkan sosok Russell dan konflik yang dihadapi juga benar-benar terjadi dalam kelompok Manson Family dulu. Namun, alih-alih bercerita detail tentang kejadian dan tragedi yang dialami kelompok ini, The Girls lebih banyak berkisah tentang pergumulan batin Evie dalam memutuskan statusnya di kelompok tersebut, terutama hubungannya dengan Suzanne.

Saya agak kecewa juga sih, karena saya berharap plot yang lebih juicy, komplit dengan konflik internal, drama antar anggota kelompok, dan ketegangan yang meledak menjadi kasus tragis yang akan menghancurkan kelompok ini. Insider stories, lah. Tapi ternyata, Evie lebih berperan sebagai orang luar di pinggiran yang sibuk berkontemplasi tentang hidupnya sendiri.

Plot buku ini ditulis dengan alur maju-mundur, saat Evie berusia belasan tahun dan saat ia sudah beranjak tua, dengan bayang-bayang keterlibatannya dalam kelompok Russell terus menghantui hidupnya. Sepi, sendiri dan terasing, adalah kesan saya terhadap sosok Evie di bagian masa kini, mengingatkan saya dengan tone depresif karakter-karakter Haruki Murakami atau Kazuo Ishiguro. Sedangkan di masa lalu, Evie hanyalah anak remaja labil yang butuh perhatian.

Pendalaman psikologis adalah elemen utama buku ini, dan dituangkan dengan cukup baik oleh Emma Cline. Namun, untuk yang mengharapkan lebih banyak action (seperti saya), siap-siap untuk sedikit kecewa, ya šŸ™‚

 

Advertisements