Tags

, , , , , , , , , ,

peter nimble

Lokasi: Teras rumah, Jakarta 🙂

Judul: Peter Nimble and His Fantastic Eyes (Peter Nimble dan Mata Ajaib)

Penulis: Jonathan Auxier

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014)

Penerjemah: Rosemary Kesauly

Halaman: 432p

Beli di: Hobby Buku (IDR 75k. Disc 25%)

Hidup Peter Nimble sejak kecil selalu penuh penderitaan. Ia ditemukan dalam keadaan buta sejak bayi, matanya dipatuk oleh burung gagak. Kemudian ia dipungut oleh Mr. Seamus, penjahat menyebalkan dan sadis yang melatihnya menjadi seorang pencuri andal. Peter tumbuh besar di kota pelabuhan, bertahan hidup dengan mencuri dan tinggal di bawah kekuasaan Mr. Seamus.

Namun hidup Peter berubah total saat ia bertemu seorang pedagang keliling yang memiliki sebuah kotak misterius. Kotak tersebut seolah memanggil-manggil Peter untuk dicuri, dan Peter tak kuasa menolak panggilan itu. Ternyata, kotak yang berisi tiga pasang mata ajaib ‎malah membawa Peter ke dalam petualangan paling seru yang akan mengubah hidupnya.

Karena kotak itu, Peter terdampar di sebuah pulau terpencil, dan bersama dengan Sir Tode, Ksatria yang dikutuk memiliki tubuh setengah binatang dan setengah manusia, ia mendapat perintah khusus dari seorang Profesor misterius untuk menyelamatkan penduduk sebuah kerajaan antah-berantah yang membutuhkan bantuan.

Kerajaan itu sudah sangat lama berada di bawah pemerintahan raja palsu yang kejam, dan kini terserah pada Peter dan Sir Tode untuk bisa membebaskan kerajaan tersebut dari sang raja lalim. Seiring perjalanannya, Peter dan Sir Tode menemui beragam petualangan, kejadian mencekam, karakter-karakter aneh yang akan menjadi musuh dan kawan, serta tentu saja- makna persahabatan sejati.

Peter Nimble dan Mata Ajaib merupakan buku anak-anak (middle grade) yang berhasil memenuhi seluruh checklist untuk sukses di genrenya. Karakter yang unik, petualangan seru, setting yang menggugah imajinasi (mulai dari padang pasir tandus sampai kerajaan cantik namun penuh monster), dan juga twist di sepanjang buku. Meski saya sudah bisa menebak twistnya setelah pertengahan buku, tapi perjalanan menuju akhir kisah tetap bisa saya nikmati karena memang Jonathan Auxier mampu memberikan deskripsi yang hidup terhadap adegan-adegannya.

Saya juga menyukai persahabatan antara Peter dan Sir Tode yang super kocak, sedikit mengingatkan saya dengan hubungan Shrek dan Donkey. Beberapa adegan dan dialog mereka benar-benar sanggup membuat saya tertawa-tawa sendiri, satu hal yang agak jarang saya lakukan saat membaca buku anak yang biasanya humornya agak terlalu childish. Satu lagi, saya suka penggambaran karakter Peter Nimble, yang meski merupakan karakter utama cerita ini, namun tidak terlepas dari flaws dan berbagai kelemahan. Auxier mampu menyeimbangkan peran dari para karakter pembantu, sehingga Peter tidak menjadi one man show di buku ini.

Highly recommended for all children book lovers!

Sequel:

Berita menyenangkan datang dari Jonathan Auxier tentang sequel kisah Peter Nimble yang berjudul Sophie Quire and The Last StoryGuard. Pastinya masih dipenuhi oleh berbagai petualangan yang khas Peter Nimble dan Sir Tode, apalagi kali ini tema kisah akan berkisar seputar buku! Semoga saja sequel ini akan segera diterjemahkan juga oleh GPU 🙂

Submitted for:

Banner Posbar 2016