Tags

, , , , , , , ,

Lokasi: Kebun Raya Bogor :)

Lokasi: Kebun Raya Bogor 🙂

Judul: I’ll Give You The Sun

Penulis: Jandy Nelson

Penerbit: Walker Books (2015)

Halaman: 429p

Borrowed from: Ferina

Buku-buku Young Adults (YA) selalu menjadi tantangan tersendiri buat saya, karena meski saya seringkali merasa sudah bukan merupakan audiens buku-buku ini, tapi saya masih tetap penasaran dan ngotot ingin menemukan beberapa buku YA bagus once in a while.

Saya banyak mendengar review keren tentang I’ll Give You The Sun, so I decided to give it a shot. Apalagi nuansa cover kuningnya sepertinya cocok banget menjadikan buku ini sebagai summer read 🙂

I’ll Give You The Sun berkisah tentang hubungan sepasang saudara kembar, Jude (perempuan) dan Noah (laki-laki). Seperti anak kembar pada umumnya, sifat Jude dan Noah sangat bertolak belakang. Di usia remaja, perbedaan itu semakin terlihat, saat Jude berusaha berubah semakin menyerupai teman-temannya, anak-anak California yang gaul, suka surfing, nongkrong-nongkrong dan flirting dengan cowok-cowok ganteng. Sementara Noah yang super introvert justru makin menenggelamkan dirinya ke dalam dunia lukisannya.

Meski berbeda, Jude dan Noah tetap sangat dekat, meski hubungan mereka kerap kali terganggu dengan persaingan sengit memperebutkan perhatian dan pengakuan dari Ibu mereka yang adalah seorang profesor seni. Jude dan Noah dituntut Ibu mereka untuk menjadi seniman yang terbaik, dan berusaha keras memperoleh posisi tersebut apapun caranya.

Namun suatu tragedi keluarga menyebabkan hubungan Jude dan Noah merenggang. Masing-masing menyimpan rahasia yang membuat mereka semakin jauh satu sama lain. Hal ini ditambah lagi dengan masalah pribadi mereka, Jude yang bertemu seorang cowok Inggris ganteng misterius di tengah kaulnya yang tidak ingin berhubungan dengan laki-laki, dan Noah yang berusaha menerima kenyataan tentang orientasi seksualnya.

Buku ini ditulis dalam dua sudut pandang: Noah saat berusia 13 tahun, sebelum tragedi terjadi dan saat ia pertama bertemu seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta; dan Jude saat berusia 16 tahun, setelah tragedi terjadi dan saat ia berusaha menyatukan kembali keluarganya dan memperbaiki segala kekacauan yang berlangsung di keluarganya.

Saya sendiri merasa jauh lebih menyukai sudut pandang Noah dibandingkan Jude. Mungkin karena Noah adalah karakter yang lebih mudah mengundang simpati saya, ditambah lagi, hubungannya dengan si cowok tetangga, Bryan, benar-benar memikat saya dengan segala kesederhanaan sekaligus kejujuran deskripsinya.

Sementara itu- Jude… hmm, saya tidak bisa merasa suka dan terhubung dengannya. Apalagi saat kisah mulai beralih ke arah plot romance tipikal remaja- dengan hadirnya seorang badboy asal Inggris yang misterius dan memiliki masa lalu kelam, yang berusaha Jude deny tapi toh ia jatuh juga ke pelukan sang cowok.. membosankan.

Sayangnya, Jandy Nelson malah menuturkan sebagian besar kisah ‎melalui sudut pandang Jude, yang membuat saya kadang-kadang menjadi gemas dan ingin sesekali melempar buku. Saya sendiri lebih kepingin tahu banyak tentang hubungan Noah dan Bryan, pencarian jati diri mereka dan masa depan mereka- ketimbang bertele-tele dengan Jude.

Mungkin alasan itu juga yang membuat saya tidak bisa 100% setuju dengan review bintang 5 yang rata-rata disematkan para Goodreaders untuk buku ini. Ditambah lagi, gaya bahasa Nelson yang full metafora (terutama saat masuk ke dunia seni Jude dan Noah) kadang memang terlalu berlebihan, meski masih bisa dimaklumi di beberapa bagian.

Anyway, I’ll Give You The Sun, meski hanya separo bagiannya saja, masih lumayan bisa memuaskan saya. Mungkin in the future saya akan mencoba mencari YA dengan tema LGBT untuk mengobati kejenuhan saya dengan tipikal percintaan‎ ala remaja heteroseksual dengan karakter yang itu-itu saja.

Submitted for:

Banner Posbar 2016

Advertisements