Tags

, , , ,

bookish confessions

Halo! Setelah vakum ngeblog 3 mingguan ini akibat heboh melanglang buana (lebay sih), saya balik lagi, langsung dengan posting bareng BBI bulan Juni yang temanya lucu: Bookish Confession.

Berhubung saya juga sudah lama nggak posting yang berbau-bau pengakuan, saya berniat mau bikin My Top 5 Bookish Confessions aja deh πŸ™‚ Soalnya kalau 10 kayanya kebanyakaaan πŸ˜„

Dan inilah, My Top 5 Bookish Confessions:

  1. Saya adalah pembaca monogamis, setia sama satu buku sebelum berpaling ke yang lain! Entah kenapa ya, rasanya nggak enak aja gitu membagi-bagi perhatian ke lebih dari satu buku πŸ˜„ Mungkin juga karena saya orangnya kurang jago multitasking yaah… Jadi ya gitu. Currently reading saya di Goodreads juga biasanya cuma 1, biarpun kadang kalau lagi slow, bisa berlarut-larut sampai 2 minggu. Oiya, saya juga nyaris nggak pernah abandon satu buku sebelum menyelesaikannya, sebete apapun saya sama buku itu. Tapi ya itu, kalau sudah merasa bete dengan satu buku, setelah selesai, saya langsung mencatat nama penulisnya sebagai a big no-no, dan nggak akan menyentuh buku dari penulis itu lagi.
  2. Saya nggak bisa nyampul buku. Iya, saya memang kacau kalau melakukan hal-hal yang menyangkut pekerjaan tangan. Nilai prakarya dan seni rupa saya sejak SD sampai SMA selalu memper-memper 6. Yang penting lulus lah πŸ˜„ Jadi, menyampul buku pun selalu menjadi sebuah pekerjaan yang terlalu sulit buat saya. Ditambah lagi, saya juga terlalu malas untuk terus mencoba menyampul buku dengan rapi. Jadi, rata-rata buku saya tidak disampul. Kalaupun ada yang disampul, biasanya itu karena baru dipinjamkan ke orang lain yang berbaik hati untuk menyampulkannya πŸ˜€
  3. Saya pencinta berat printed books. Saya nggak punya e-reader dan belum berniat untuk beralih ke e-books. Meski saya mengerti tuntutan jaman masa kini, era teknologi canggih, dan alasan practicality, saya tetap setia dengan buku cetak. Mungkin nanti, nantiii sekali, kalau memang sudah nggak ada pilihan lain, saya akan beralih ke e-books. Atau mungkin tidak πŸ˜„
  4. Timbunan saya saat ini sudah mencapai angka 200-an. Yang artinya, saya harus membaca setidaknya 16 buku dalam sebulan, atau 4 buku seminggu, untuk bisa membabat habis timbunan itu dalam waktu 1 tahun – dengan catatan, saya tidak akan beli buku baru selama setahun penuh! Sepertinya, mission impossible deh… Mungkin saya harus mulai belajar menerima kenyataan kalau timbunan akan selalu menjadi bagian hidup saya, haha.
  5. Saya adalah… books snob. Iya, susah lho mengakui ini, tapi ternyata saya termasuk golongan bookworm yang menyebalkan, terutama untuk orang-orang yang baru kenal hahaha.. Saya lebih sering baca buku import dibandingkan buku lokal, saya menilai buku dari berapa banyak award yang dia terima, atau seberapa prestige penulisnya. Dan dulu bahkan saya sempat meremehkan genre yang saya anggap nggak level seperti romance. Tapi untunglah, setelah kenal dengan anak-anak BBI yang memiliki beragam minat bacaan, mata saya pelan-pelan terbuka. At least saya nggak pernah menjudge orang dari selera bacaannya lagi, hihihi.. Meskipun…. mungkin saya masih juga tetap snobbish sih πŸ˜„

Ikutan juga yuk share Bookish Confession mu! πŸ™‚

Submitted for:

Banner Posbar 2016

 

 

Advertisements