Tags

, , , , , , , ,

Hotel on the Corner of Bitter and SweetJudul: Hotel on the Corner of Bitter and Sweet

Penulis: Jamie Ford

Penerbit: M-Pop (Matahati, 2011)

Penerjemah: Leinoval Bahfein

Halaman: 398p

Gift from: Ren

Tidak banyak buku yang mengangkat kisah penahanan warga keturunan Jepang di Amerika Serikat saat Perang Dunia II, selepas pengeboman Pearl Harbor oleh Jepang. Hotel on the Corner of Bitter and Sweet menawarkan sudut pandang lain dari era Perang Dunia II ini, dengan setting di kota Seattle di Amerika Serikat.

Henry merupakan anak keturunan Cina, yang akibat ambisi orang tuanya yang ingin menjadikannya anak Amerika sejati, dipaksa bersekolah di sekolah kulit putih. Hidupnya cukup berat akibat bullying yang kerap dialaminya, karena diskriminasi rasial masih sangat kental saat itu. Namun semuanya berubah setelah ia mengenal Keiko, anak perempuan keturunan Jepang yang juga baru disekolahkan di sana. Persahabatan unik tumbuh di antara mereka, yang berangkat dari perasaan tertekan sebagai kaum minoritas.

Berbagai tantangan dalam persahabatan mereka pun berusaha mereka hadapi, mulai dari Ayah Henry yang menentang keras segala sesuatu berbau Jepang dan menganggap Jepang adalah musuh abadi Cina, serta kondisi perang yang semakin parah dan membahayakan kaum keturunan Jepang yang tinggal di Seattle akibat antipati warga Amerika kepada mereka.

Suatu hari, terjadi pemindahan besar-besaran terhadap warga keturunan Jepang di Seattle ke tempat pengungsian, semacam kamp untuk mengamankan mereka sampai perang berakhir. Henry dan Keiko bertekad untuk terus mempertahankan hubungan mereka, namun tentu saja kondisi tidak akan semudah yang mereka harapkan.

Sementara itu, maju ke puluhan tahun setelahnya, kita diajak menemui Henry yang sudah tua, dan masih bersedih sepeninggal istrinya yang menderita kanker. Sebuah penemuan di Hotel Panama, bangunan tua bersejarah di kota Seattle, menggugah perasaan Henry. Ternyata selama bertahun-tahun, ruang bawah tanah menyimpan ratusan barang titipan warga keturunan Jepang saat mereka diungsikan, yang tak lagi diambil setelah perang berakhir. Barang-barang ini mengusik kenangan Henry akan masa lalunya, khususnya Keiko, dan ia bertekad akan menyelesaikan urusannya yang belum beres di masa lalu.

Hotel on the Corner of Bitter and Sweet, sesuai judulnya, adalah kisah manis yang mengelupas sejarah tersembunyi peninggalan Perang Dunia II, yang diselingi oleh kisah cinta dan persahabatan dari dua dunia yang amat berbeda. Seperti layaknya kisah fiksi sejarah berbumbu romans, unsur sejarah dalam buku ini dibuat cukup ringan, dan penekanannya lebih diberikan pada kisah cinta kedua karakter utamanya. Saya sendiri tidak keberatan karena porsinya masih bisa dibilang pas, sementara sang penulis juga tidak mengabaikan begitu saja karakter-karakter ini menjadi makhluk-makhluk menyebalkan yang kerap dilakukan penulis kisah hisfic yang terlalu berkonsentrasi terhadap jalinan cerita sejarah di buku mereka.

Bagian yang paling saya suka justru adalah persahabatan Henry dengan Sheldon, musisi jazz kulit hitam di Seattle, serta hubungan Henry dengan anaknya, Marty- yang menjadi penyeimbang akan kisah hubungan Henry dan ayahnya yang terbilang cukup pahit.

Saya sendiri berharap cerita tentang Hotel Panama yang bersejarah bisa mengambil porsi yang lebih besar, karena di buku ini sepertinya Hotel Panama hanya menjadi tempelan setting kisah romantis Henry dan Keiko saja, dan bukan menjadi unsur krusial yang dijanjikan oleh judul buku ini.

Overall, lumayan direkomendasikan untuk penyuka kisah historis berbumbu cerita cinta🙂