Tags

, , , , , , , ,

lostJudul: Lost (Kepingan Memori)

Penulis: Michael Robotham

Penerjemah: Irman Dolly Armaya

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Halaman: 432p

Beli di: Gramedia Plaza Semanggi Lt 3A (IDR 25k, bargain!)

Kisah ini berawal dari suatu hari yang dingin di Sungai Thames, saat Inspektur Detektif Vincent Ruiz ditemukan tertembak, nyaris tenggelam, dan tidak ingat peristiwa apapun selama beberapa minggu terakhir- termasuk apa yang menyebabkannya hampir tewas.

Ruiz hanya memiliki sedikit petunjuk tentang latar belakang insiden yang menimpanya. Sepertinya, semua mengarah pada Mickey Carlyle, anak perempuan yang lenyap tiga tahun lalu dan tidak pernah ditemukan (hidup maupun mati) hingga sekarang. Kasus ini adalah kasus paling personal yang pernah ditangani Ruiz, dan meski polisi sudah menangkap tetangga Mickey yang diduga seorang pedofil, Ruiz tetap yakin kalau kasus ini belum berakhir.

Dengan dibantu oleh Joe O’Loughlin, psikiater sekaligus sahabatnya, Ruiz berusaha menyelami ingatannya dan menyusuri hari-hari terakhir sebelum ia tertembak dan hilang ingatan. Penyelidikan membawanya pada ibu Mickey yang masih berharap anaknya akan ditemukan, ayah Mickey yang juga seorang gangster kelas kakap, serta kakek Mickey, jutawan kaya yang sepertinya mengetahui lebih dari yang ia akui.

Lost adalah buku dengan pace cepat yang kental akan nuansa action-crime. Biasanya saya lebih suka buku-buku misteri non-action, dan saya memilih untuk menghindari tema amnesia (ingat Robert Langdon di Inferno? Hmph). Tapi surprisingly buku ini cukup enjoyable. Robotham berhasil meramu kisah misteri yang mencekam dan plot action yang mendebarkan dengan kadar yang cukup pas.

Dan saya cukup kaget ketika tahu bahwa buku ini merupakan bagian dari serial Joe McLoughlin, buku yang kedua, tepatnya. Untungnya tidak ada kaitan dengan buku pertama, jadi saya masih bisa menikmati cerita buku ini tanpa harus merasa bingung. Lucunya, peran Joe McLoughlin sendiri tidak terlalu dominan di sini, makanya saya kaget ketika tahu dialah tokoh sentral dari serial ini, dan bukannya Vincent Ruiz.

Vincent Ruiz merupakan tipikal tokoh polisi di kisah-kisah action seperti ini. Bermasa lalu kelam, dengan kehidupan keluarga berantakan dan kasus tertentu yang selalu menghantui dirinya akibat terasa terlalu personal. Untungnya, tidak ada unsur romans di buku ini, plot klise yang biasanya senang sekali diselipkan oleh para penulis crime fiction.

Satu hal yang agak mengganjal bagi saya adalah terjemahannya. Mungkin gaya bahasa asli Lost memang khas buku-buku British, dengan berbagai sarkasme dan wits yang agak susah diterjemahkan. Jadinya memang di beberapa jokes, terjemahan yang literal menghilangkan makna sarkasme yang dimaksud. Saya sendiri bisa membayangkan sih, betapa susahnya menerjemahkan buku yang kental dengan nuansa ironi asli bahasa Inggris. Culturally different than ours.

Namun secara keseluruhan, saya cukup menikmati kisah ini. Hanya saja, rasa-rasanya saya tidak pernah melihat buku lainnya dari serial ini diterjemahkan oleh GPU. Atau mungkin saya saja yang kelewatan beritanya?