Tags

, , , , , , , , , ,

spider webJudul: Spider’s Web

Penulis: Charles Osborne (adapted from Agatha Christie’s screenplay)

Penerbit: St. Martin’s Press (2001)

Halaman: 291p

Gift from Secret Santa (aka Matris :))

Saya bukan penggemar play atau naskah drama ‎yang dijadikan buku ataupun novel. Buat saya, drama atau teater itu ya untuk ditonton, dinikmati akting para pemainnya dan setting panggungnya yang memukau. Tapi karena Spider’s Web adalah salah satu drama panggung karya Agatha Christie yang terkenal, tidak ada alasan bagi saya untuk menghindarinya.

Spider’s Web berkisah tentang Clarissa, seorang wanita muda yang juga istri diplomat serius, Henry Hailsham-Brown. Mereka baru pindah ke sebuah rumah di pinggiran kota London bersama anak Henry dari pernikahan sebelumnya, Pippa. Di rumah tersebut juga ada sepasang suami istri yang bekerja sebagai pelayan dan juru masak, serta seorang wanita tukang kebun yang gemar mencari ribut.

Di suatu akhir pekan, Clarissa menjamu beberapa tamu di rumahnya, Jeremy yang masih muda dan tergila-gila padanya, Sir Rowland ayah baptisnya, serta Hugo tetangga yang sekaligus juga anggota penegak hukum yang terkenal.

Clarissa yang gemar drama tiba-tiba mendapati dirinya terlibat dalam drama besar, saat ia menemukan mayat misterius korban pembunuhan di ruang tamunya. Dengan bantuan ketiga tamunya, Clarissa merancang kisah rumit untuk diceritakan kepada polisi, supaya suaminya terhindar dari skandal tersebut di tengah-tengah peristiwa penting dalam kariernya.

Ketiga rekannya menghadapi dilema saat inspektur polisi mewawancarai mereka secara terpisah untuk mengetahui kejadian sesungguhnya dan apa hubungan mereka dengan sang mayat misterius. ‎Apalagi saat ketiga orang tersebut sadar, ada kisah lain yang disembunyikan oleh Clarissa sehingga membuat mereka saling mencurigai satu sama lain.

Jujur, kalau saya tidak diberi tahu bahwa Spider’s Web adalah karya Agatha Christie, saya tidak akan menduganya. Kisahnya benar-benar berbeda dari kisah Christie pada umumnya. Tidak ada pendalaman karakter, tidak ada plot yang sederhana namun cerdas, dan tidak ada penyelesaian yang memuaskan. Bahkan biasanya buku-buku Christie tanpa Poirot atau Miss Marple pun jauh lebih mengasyikkan daripada ini!

Beberapa kekecewaan saya mungkin berdasarkan pada rasa tidak familiar pada buku novel yang diadaptasi dari naskah drama. Dominasi dialog dan deskripsi gerak gerik para karakter tidak diimbangi oleh narasi yang biasanya menjadi kekuatan utama kisah klasik Christie. Apalagi, banyak dialog dan gerak-gerik para karakter buku ini yang menurut saya agak terlalu komikal untuk ukuran novel misteri.

Lalu, saya juga tidak bisa masuk ke dalam karakter-karakter yang ada di sini, yang semuanya terasa kurang meyakinkan bagi saya. Apalagi Clarissa! Sebagai karakter utama, dia benar-benar menyebalkan, ratu drama yang selalu senang membuat segala sesuatu rumit, tanpa ada alasan yang jelas.

Saya juga agak sebal karena banyak petunjuk yang terlalu jelas tentang siapa sebenarnya pelaku pembunuhan di kisah ini. Dari awal, petunjuk yang terlalu obvious sudah disebar di sana-sini, mungkin karena memang target awalnya adalah audience yang menonton langsung pertunjukan drama di panggung, jadi petunjuk yang ada sengaja ditampilkan dengan cukup jelas, tidak seperti clue di kisah dalam novel yang diletakkan lebih subtle.

Jadi, kesimpulannya apa?

Mungkin saya memang tidak terbiasa dengan adaptasi naskah drama, mungkin juga saya tidak rela kalau kisah Christie ditulis ulang oleh penulis lain, atau saya hanya merasa kangen dengan Hercule Poirot! Hehe… Bagaimanapun, sebagai fans berat Dame Agatha, rasanya memang belum lengkap kalau belum membaca semua bukunya, termasuk yang diadaptasi oleh penulis lain 🙂

 

 

Advertisements