Tags

, , , , , , ,

Banner Posbar 2016

Bulan Februari -katanya sih- identik dengan cinta-cinta. Makanya tema posting bareng BBI bulan ini pun nggak jauh-jauh dari romance, valentine, dan segala jenis topik percintaan 😀

Meski buat saya pribadi, masa-masa romantis dalam hidup saya sudah agak lewat (memang dari dulu bukan tipe hopeless romantic sih…) – tapi iseng-iseng ikutan aja deh posting bareng ini (biar dapet poin, hihi).

Jadi, saya kepingin membahas tentang pasangan-pasangan di dalam novel yang sebenarnya masuk kategori misfits – entah karena mereka dianggap sebagai outsider, freak, orang aneh, tidak diterima oleh masyakarat, tidak disetujui oleh keluarga, atau karena yang satu harus berkorban menerima pasangannya yang lain dari yang lain.

Berhubung saya jarang baca buku romans, jadi kebanyakan referensi saya malah buku non-romance. Tapi nggak apa-apa ya? Yang penting kan semangat percintaannya 😀

Clare & Henry -The Time Traveler’s Wife (Audrey Niffenegger)

Saya sukaaa banget buku ini. Mungkin ini adalah buku romans paling favorit untuk saya. Henry dikaruniai kemampuan (yang sekaligus menjadi kutukan) untuk bisa ber-time traveling. Sayangnya, Henry tidak bisa mengontrol kapan ia mau ke mana, jadi ya pasrah saja. Namun ia sudah tahu dari awal kalau Clare adalah jodohnya. Clare sendiri bertemu Henry saat ia masih kecil. Dari pertemuan itu juga Clare tahu kalau Henry adalah suami masa depannya. Nahhh… dari sini mulailah cerita bergulir maju-mundur, melukiskan perjalanan kisah cinta Clare-Henry yang super complicated. Tapi saya salut sama Clare karena dia bisa mengerti “kelainan” Henry dan menerima kondisinya apa adanya, bahkan meski ia tahu akan ada akhir yang tragis dari kisah cinta mereka. Siap-siapin tisu deh kalau membaca buku ini!

Hazel & Augustus – The Fault in Our Stars (John Green)

Bukan buku favorit saya, dan bukan pasangan favorit saya juga sebenarnya, karena menurut saya mereka agak terlalu pretensius untuk anak-anak usia belasan tahun XD Tapi it’s true, kisah cinta mereka sangat menggugah hati, karena mereka berdua adalah penderita kanker yang tidak tahu kapan waktu mereka akan berakhir di dunia ini. Jadi, mereka berusaha untuk make the most of what they have, yang artinya: pergi ke Amsterdam untuk mencari tahu tentang penulis favorit Hazel yang sudah membuatnya penasaran karena ending novelnya yang menggantung. Hehe 🙂

Tonks & Lupin -Harry Potter Series (JK Rowling)

Yak, ini pasangan favorit saya di serial Harry Potter. Kenapa? Karena Tonks -against all odds- tetap ngotot untuk bersama-sama dengan Lupin, meski dia sudah tahu (dan diperingatkan berkali-kali oleh Lupin) tentang “keistimewaan” Lupin yang bisa berubah menjadi manusia serigala. Kalau kata saya sih, Tonks memang suka mengambil resiko. Makanya saya sedih banget di akhir buku ini ketika….. 😦

Golem & Jinni – The Golem and The Jinni (Helene Wecker)

Ini salah satu buku favorit yang belum sempat saya review. Mudah-mudahan sempat dalam waktu dekat. Anyway, saya suka hubungan platonik (sebenarnya lebih ke persahabatan sih, tapi kayaknya sih ya, di buku kedua nanti akan ada kelanjutannya hehe) antara Golem dan Jinni, makhluk bukan manusia yang sama-sama terdampar di kota New York dan berusaha untuk memahami arti mereka hidup di dunia. Golem adalah perempuan yang dingin, berasal dari lempung; sementara Jinni adalah jin laki-laki yang selalu berapi-api. Kedua karakteristik yang saling berlawanan ini awalnya membuat mereka saling menghindari satu sama lain, tapi lama kelamaan menciptakan ikatan hangat yang menyenangkan 🙂

Will Grayson & Tiny Cooper – Will Grayson, Will Grayson (John Green & David Levithan)

Pasangan gay ini memang memiliki karakter yang sangat bertolak belakang, dan dua-duanya bisa dianggap tidak belong di lingkungan mereka masing-masing. Tiny Cooper yang super outgoing, berbadan sangat besar dan cinta teater, dan Will Grayson yang super gloomy, dark, dan negative thinking. Dan meski sampai akhir hubungan mereka memang tidak jelas, saya tetap rooting sama mereka berdua 😀

 

Sebenarnya saya ingin memasukkan juga karakter di buku yang sedang saya baca saat ini, The Museum of Extraordinary Things, karena Coralie dan Eddie sama-sama merupakan outcasts di lingkungan mereka. Coralie si gadis duyung dan Eddie si orang buangan, pas banget melambangkan pasangan misfits seperti yang sudah saya bahas di postingan ini. Tapi karena saya belum selesai baca bukunya, mungkin akan saya bahas di review saya saja nanti ya 🙂

 

 

 

Advertisements