Tags

, , , , , ,

wonderJudul: Wonder

Penulis: R.J. Palacio

Penerbit: Corgi Book (2013)

Halaman: 315p

Beli di: Kinokuniya Paragon Mall Bangkok (310 Baht)

Saya termasuk kloter yang terlambat membaca buku yang beberapa tahun lalu menjadi hits di mana-mana dan menginspirasi jutaan pembacanya. Meski buku ini sudah tertimbun lebih dari 2 tahun, entah mengapa saya terus menunda membacanya, mungkin karena tidak ingin dikecewakan oleh hype yang muncul saat itu, seperti yang beberapa kali sudah saya alami sebelumnya saat membaca buku-buku hits.

Dan ternyata keputusan saya sangat tepat! Tanpa dibebani hype maupun ekspektasi berlebihan, saya membaca Wonder dan langsung terkesima. Bukan saja oleh kisahnya, tapi oleh gaya bercerita R.J Palacio yang seolah menjelma menjadi anak-anak pra remaja yang tinggal di New York dengan segala kepribadian dan permasalahan mereka.

August Pullman, atau Auggie, adalah anak yang dilahirkan dengan kelainan pada wajahnya. Ada istilah kedokteran rumit tentang kondisi genetik yang dialaminya, namun orang lebih sering menyebutnya “cacat” atau “berwajah rusak”. Seumur hidupnya Auggie bersekolah di rumah, dibimbing oleh ibunya yang super protektif, namun saat ia menginjak usia 11 tahun, kedua orang tuanya memutuskan untuk menyekolahkannya di sekolah umum Beecher Prep.

Dan dimulailah hari-hari paling sulit sepanjang Hidup Auggie. Ia harus bertemu langsung dengan anak-anak sebayanya yang entah kaget, takut atau jijik melihat wajahnya yang tidak biasa. Menjadi korban bully, dijauhi teman satu sekolah, bahkan dikhianati oleh orang yang ia sangka temannya- semua dialami Auggie di tahun pertamanya di middle school. Namun perjalanannya di tahun itu juga mengajarinya banyak hal: persahabatan yang datang tak terduga, keberanian, kesetiakawanan, ketulusan- dan kedewasaan.

Yang seru dari buku ini bukan hanya kisah tentang Auggie yang diceritakan dari sudut pandangnya, tapi kita juga diberikan kesempatan untuk mendengarkan versi dari beberapa orang di sekeliling Auggie. Ada Summer, murid pertama yang mau duduk dengan Auggie saat makan siang, lalu Jack, anak laki-laki yang (sepertinya) mau berteman dengan Auggie, juga Via, kakak perempuan Auggie yang baru masuk SMA, serta pacarnya, Justin, dan mantan sahabatnya yang sangat sayang dengan Auggie, Miranda.

Yang mengagumkan bagi saya adalah gaya penceritaan Palacio yang sepertinya effortless, dengan mudah masuk ke karakter-karakter yang berbeda dan membuat kita bisa langsung mengerti sudut pandang mereka. Dari mulai anak middle school sampai high school, Palacio sepertinya gampang saja berpindah-pindah karakter tanpa membuat pembacanya bingung.

Karena sebelumnya saya baru membaca buku middle grade The Meaning of Maggie dan mendapatkan beberapa ganjalan dalam dialognya, saya memiliki perbandingan yang masih segar di ingatan saat membaca Wonder. Dan saya bisa dengan yakin berpendapat kalau dialog dalam buku Wonder sangat sesuai dengan gaya percakapan anak pra remaja pada umumnya. Bahkan, di balik keunikan Auggie, kita bisa dengan mudah merasa relate dengannya, karena dia hanyalah anak biasa yang suka Star Wars, mencintai anjingnya, bertengkar dengan kakaknya, dan lebih dari segalanya, ingin diterima oleh sekelilingnya- meski dalam hati, ia tahu kalau hal tersebut kadang nyaris tidak mungkin.

Wonder adalah buku yang thought provoking, terutama bagi para pembaca middle grade sesuai targetnya, dan membuat kita berpikir banyak (di tengah-tengah penulisan superb RJ Palacio), tentang kebaikan, ketulusan hati, dan kemanusiaan.

Buku ini bertebaran kalimat-kalimat yang quotable tapi tidak pretensius. Ini beberapa favorit saya:

“Kinder than is necessary. Because it’s not enough to be kind. One should be kinder than needed.”

“Now that I look back, I don’t know why I was so stressed about it all this time. Funny how sometimes you worry a lot about something and it turns out to be nothing.”

“MR. BROWNE’S SEPTEMBER PRECEPT:

WHEN GIVEN THE CHOICE BETWEEN BEING
RIGHT OR BEING KIND, CHOOSE KIND.”

 

Advertisements