career of evilJudul: Career of Evil (Cormoran Strike #3)

Penulis: Robert Galbraith

Penerbit: Mulholland Books (2015)

Halaman: 497p

Borrowed from: my bro

Setelah suka banget dengan buku pertama Cormoran Strike, lalu dibuat agak kecewa dengan alur lambat dan terlalu rumit di buku kedua, saya tidak terlalu menaruh harapan tinggi untuk buku ketiga yang berjudul Career of Evil. J.K. Rowling (aka Robert Galbraith) masih berada di salah satu tempat teratas dari daftar penulis favorit saya, tapi saya juga mulai realistis dan menerima kenyataan kalau tidak semua tulisannya otomatis akan membuat saya jatuh cinta.

Career of Evil dibuka dengan adegan yang cukup gory. Untuk pertama kalinya, Galbraith menyelipkan bab-bab yang diceritakan dari sudut pandang sang pembunuh, mulai dari detail pembunuhan dan mutilasinya sampai pengintaiannya pada calon korbannya. Galbraith seolah ingin membawa kita untuk menelusuri benak gila si pembunuh berantai, masuk ke dalam sisi yang lebih gelap dibandingkan buku-buku sebelumnya. Jujur, awalnya saya agak kecewa dengan pendekatan ini karena mengingatkan saya akan gaya malas James Patterson dalam menulis buku-buku thrillernya. Tapi saya berusaha untuk menikmati saja alur baru yang ditawarkan Galbraith di sini.

Kisah mulai seru saat Robin Ellacott, partner detektif Cormoran Strike, menerima paket berisi potongan kaki wanita, dilengkapi dengan selarik puisi yang ternyata merupakan penggalan lirik lagu Blue Oyster Cult, band favorit ibu Strike saat masih muda dulu.

Strike langsung menangkap pesan yang disampaikan oleh si pengirim paket, bahwa kasus ini berhubungan erat dengan masa lalunya sendiri, dan bahwa si ‎pelaku adalah orang yang pernah jadi bagian hidup Strike.

Ada empat tersangka yang langsung muncul di benak Strike: pemimpin geng mafia yang dulu ditangkap akibat kesaksian Strike, mantan tentara yang pernah ia bantu jebloskan ke penjara karena kasus penganiayaan, mantan ayah tirinya yang dicurigai menjadi penyebab kematian ibu Strike, serta bekas tentara yang pernah adu jotos dengan Strike dan kini menjadi cacat.

Sementara itu polisi menemukan bukti bahwa kaki yang dikirim kepada Robin merupakan bagian tubuh seorang perempuan yang mati terbunuh. Dan terkuak juga beberapa kasus pembunuhan berantai terhadap gadis-gadis, dengan modus yang sama seperti yang dilakukan oleh si pengirim paket.

Strike menjadikan kasus ini sebagai urusan pribadinya, membuat biro detektifnya kehilangan banyak klien dan terancam bangkrut. Hal ini diperparah juga oleh Robin, yang ingin bisa membuktikan bahwa ia cukup tangguh dan cukup andal untuk menjadi partner Strike, terlepas dari masa lalunya yang ikut terkuak seiring penyelidikan terhadap kasus ini.

Masalah semakin rumit saat Strike sadar si pembunuh ingin mengincar Robin sebagai korban berikutnya, membuatnya berada di tengah dilema melindungi Robin namun tetap ingin mengandalkannya.

Sementara itu, Robin sendiri berada di tengah situasi yang serba memusingkan, karena tanggal pernikahannya makin dekat, dan ia menemukan fakta tak termaafkan menyangkut Matthew tunangannya.

Career of Evil mungkin adalah kisah Cormoran Strike yang paling personal di antara buku-buku sebelumnya. Yang paling terasa adalah terkuaknya rahasia masa lalu Strike dan juga secuil kisah pribadi Robin, yang sangat mempengaruhi jalannya penyelidikan dalam buku ini. Malah, perkembangan hubungan mereka- antara partner dan sahabat, dan kemungkinan lainnya- terasa lebih menarik dibandingkan misteri yang menjadi inti cerita.

Twist di akhir kisah sama sekali tidak mengejutkan bagi saya, karena memang petunjuknya sudah banyak bertebaran di sepanjang buku, termasuk melalui bab-bab yang menggunakan sudut pandang si pembunuh. Beberapa loopholes juga masih terasa, yang jawabannya tidak terlalu memuaskan sampai akhir kisah.

Namun tidak apalah. Kisah personal Cormoran dan Robin bisa menutupi segala kekurangan lainnya di buku ini, yang membuat saya tidak sabar untuk menanti buku keempat terbit. Ayo donk, Rowling aka Galbraith! 🙂

Trivia:

blue-oyster-cult-logo

Blue Oyster Cult, band yang banyak disebut-sebut di dalam buku ini, sekaligus diambil judul maupun lirik lagunya sebagai judul atau pengantar tiap bab, ternyata memang benar-benar ada 😀 Berdiri tahun 1967, band rock asal Long Island, New York, ini bahkan masih aktif sampai sekarang!

Salah satu membernya, Eric Bloom, disebut di buku Career of Evil sebagai idola ibu Strike, dan Strike sendiri hampir akan dinamakan Eric Bloom Strike 😀

The Artery pernah mewawancarai Eric Bloom tentang “perannya” dan Blue Oyster Cult di buku terbaru Rowling, dan inilah tanggapan Bloom: “I don’t know the thoughts in Ms. Rowling’s head about why she picked me. If I ever meet her, I will ask. I don’t know if she’s even a BOC fan, but obviously there must be something that she’s referencing. I think she’s 50, so people who are 50ish, 30 or 35 years ago they were teens and that goes back to our heyday, shall we say. So maybe she had had a BOC-painted jacket or saw us at the Hammersmith Odeon or the Manchester Apollo. Maybe she came to shows as a young lady and saw us play or bought records. She got it from some place. She could have picked any band.”

Sedangkan Rowling sendiri pernah berkomentar: “it’s the guitar hook. I’m a real sucker for guitars. I’ve had a crush on many, many a guitarist. It was fun weaving in the lyrics of Blue Öyster Cult.”

Siapa yang menyangka kalau Rowling ternyata adalah seorang rock girl? 😀