Tags

, , , , , , , ,

voyages dr dolittleJudul: The Voyages of Doctor Dolittle

Penulis: Hugh Lofting

Penerbit: Yearling (1988) -first published in 1922

Halaman: 316p

Beli di: Gramedia Mal Taman Anggrek (IDR 69k, disc 50%- bargain!)

Kehidupan Tommy Stubbins berubah total saat ia bertemu dengan Doctor John Dolittle. Dr. Dolittle dapat berkomunikasi dengan binatang, dan hidupnya pun ia dedikasikan untuk ilmu alam. Ia berkeliling dunia untuk mengungkap rahasia alam yang paling dalam, dan salah satu cita-citanya adalah bisa berbicara dengan shellfish, golongan hewan tertua yang ia yakin dapat bercerita tentang sejarah kehidupan dunia.

Tommy, yang awalnya hanya seorang pengagum Dr. Dolittle, lama kelamaan diangkat menjadi asisten sang doktor. Bahkan, ia mendapat kehormatan untuk ikut berangkat dengan rombongan Dr. Dolittle menuju Spidermonkey Island di belahan dunia selatan.

Berbagai petualangan seru mereka alami bersama, sampai suatu badai membuat kapal mereka kandas, dan mereka terdampar di sebuah pulau terapung yang misterius. Dan bukan Dr. Dolittle namanya kalau tidak menemukan rahasia aneh tentang alam di manapun ia berada. Termasuk di pulau tersebut, yang memungkinkan ia bertemu dengan Great Glass Sea Snail, makhluk paling tua yang hidup di dasar laut dan bisa bercerita banyak tentang misteri kehidupan.

The Voyages of Dr. Dolittle merupakan satu dari 12 buku tentang sang doktor yang ditulis oleh Hugh Lofting dan diterbitkan sejak tahun 1920. The Voyages meraih penghargaan Newbery Medal di tahun 1923, sedangkan keseluruhan kisah Dr. Dolittle menjadi buku klasik yang terkenal di seluruh dunia, bahkan sudah diangkat ke layar lebar.

Petualangan, rahasia alam, bahaya dan kejadian tak terduga, adalah formula klasik namun tetap memukau, yang digunakan Lofting untuk memikat para pembaca muda. Tokoh Dr. Dolittle yang misterius namun bersahaja adalah daya tarik utama serial ini, sementara Tommy Stubbins- yang bercerita tentang petualangannya bersama sang doktor- merupakan narator yang menyenangkan. Beberapa kawan setia Dr. Dolittle, seperti Polynesia si burung beo dan Chee-Chee si monyet, turut memeriahkan petualangan mereka.

Yang cukup menarik bagi saya dari buku ini adalah kata pengantar dari Christopher Lofting, anak Hugh Lofting, yang bercerita tentang proses cetak ulang buku-buku Dr.Dolittle. Karena ditulis hampir 100 tahun yang lalu, ada konteks dan isu dalam serial tersebut yang saat ini dianggap sudah ketinggalan jaman- bahkan beberapa ilustrasi dan topik yang diangkat dapat dianggap rasis dan tidak sensitif.

Banyak diskusi yang dilakukan tentang apakah sebaiknya bagian-bagian ini harus diubah atau dihilangkan; atau tetap dibiarkan begitu saja karena sudah dianggap sebagai karya klasik.

Akhirnya, keputusan pun diambil- dengan mempertimbangkan Hugh Lofting sendiri, yang semasa hidupnya merupakan orang yang selalu menghargai kehidupan dan sesama – dan bagian-bagian yang kontroversial tersebut akhirnya dihapus atau diubah, sehingga lebih sesuai dengan konteks masa kini.

Saya jadi penasaran juga seberapa sensitifnya isu yang sempat diangkat Hugh Lofting di versi original serial ini, dan saya jadi berpikir, apakah 100 tahun yang akan datang, ada buku-buku yang terbit saat ini yang juga akan mengalami perlakuan yang sama?

Submitted for:

Kategori Genre 101: Adventure

Kategori Genre 101: Adventure