Tags

, , , , , , , , ,

corpse exhibitionJudul: The Corpse Exhibition and Other Stories of Iraq

Penulis: Hassan Blasim

Penerjemah: Jonathan Wright

Penerbit: Penguin Books (2014)

Halaman: 196p

Gift from: Doug Clark

Apa rasanya dilahirkan dan hidup di negara yang terus berperang seperti Irak? Hassan Blasim, penulis dan aktivis asal Irak yang karya-karyanya banyak diboikot di Timur Tengah, menuangkan kisah dari negara tersebut melalui ke-14 cerita pendek di buku ini.

Yang unik, Blasim menggabungkan unsur fantasi dan magical realism dengan kisah nyata dan realita yang terjadi selama Irak berperang. Dalam kisah The Corpse Exhibition, diceritakan tentang para pembunuh yang memanfaatkan perang sebagai ajang mereka berkarya, menganggap nyawa manusia tak ada harganya dan pembunuhan adalah salah satu bentuk karya seni.

The Green Zone Rabit bercerita tentang sepasang pembunuh dalam grup teroris yang ditugaskan membunuh seorang target, yang pada akhirnya malah membuat mereka terkena serangan balik.

Salah satu kisah favorit saya dalam buku ini adalah A Thousand and One Knives, tentang sekelompok orang di Irak yang memiliki kemampuan khusus menyangkut pisau, dan berusaha mencari tahu mengapa mereka memiliki kemampuan tersebut dan apa hubungannya dengan negara tempat mereka hidup, yang selalu berada dalam kekacauan.

Saya juga merinding berat waktu membaca The Crosswords, kisah separuh fantasi yang bercerita tentang korban selamat dari pengeboman, yang hidupnya menjadi tidak tenang karena ia merasa dirasuki oleh arwah polisi yang menyelamatkan hidupnya.

Sedangkan dalam The Nightmares of Carlos Fuente, seorang penduduk Irak malu dengan negaranya yang dicap sebagai sarang teroris dan pencinta perang, sehingga ia kabur jauh ke Belanda dan mengubah identitas dirinya. Namun ia lupa, deep down inside, Irak tetaplah identitasnya.

The Corpse Exhibition and Other Stories of Iraq cukup fenomenal ketika diterbitkan pertama kali, karena merupakan buku pertama karya penulis Irak yang bercerita langsung tentang perang menahun yang melanda negara tersebut. Hassan Blasim menyinggung perang dengan negara Iran, dilanjutkan dengan Kuwait, dan terakhir rezim diktator Saddam Husein yang mengundang penyerbuan Amerika Serikat.

Perang sudah menjadi bagian dari kehidupan rakyat Irak, sampai-sampai kadang mereka sudah mati rasa melihat pengeboman, aksi jihad, pembunuhan oleh teroris dan penyerbuan oleh negara lain. Mereka hanya berusaha bertahan hidup, menjalankan keseharian di tengah kekacauan negara tempat mereka lahir tersebut.

Ada yang pada akhirnya bergabung dengan kelompok fanatis karena tidak ada pilihan lain, atau karena terpaksa mengikuti jejak keluarga. Ada yang memanfaatkan keadaan negara dan menjadi preman di daerahnya, ada juga yang berusaha lari dari kenyataan yang mendera.

Buku ini berhasil menangkap kengerian, kegilaan, dan kekacauan hidup di negara yang menjadikan perang sebagai bagiannya. Terkadang kita lupa, rakyat Irak hanyalah orang biasa. Dan di balik segala berita mengerikan tentang kematian dan bencana, ada sekumpulan orang yang -lebih dari segalanya- hanya ingin bertahan hidup.

Submitted for:

Baca Bareng Mei, Tema Hak Asasi Manusia

Baca Bareng Mei, Tema Hak Asasi Manusia