Tags

, , , ,

Saya selalu tertarik bila segala sesuatu yang berhubungan dengan Indonesia disebut-sebut di sebuah novel karya penulis asing. Kadang saya tertawa miris bila mendapati fakta tidak benar tentang Indonesia, atau prejudice yang sudah telanjur melekat di benak dunia tentang negara kita ini.

Realita sosial Indonesia yang sebenarnya seringkali jauh dari apa yang disinggung oleh para penulis ini. Yang paling sering, Indonesia digambarkan sebagai negara yang masih terbelakang, rawan konflik, sarang teroris bahkan penuh chaos.

Biasanya saya suka mencatat sendiri berbagai cuplikan terkait Indonesia yang terdapat di buku-buku impor atau terjemahan. Saya sudah berniat ingin mempublikasikan kompilasi catatan tersebut ke dalam sebuah posting, tapi sayangnya, catatan yang saya simpan di memo handphone tersebut malah terhapus (thanks to Yofel!!). Jadi, terpaksa saya memulai mengumpulkan dari awal lagi, dan agak lama juga prosesnya.

Meskipun belum lengkap seperti dulu, saya tetap ingin berbagi tentang beberapa cuplikan terkait Indonesia yang sempat muncul di buku non-Indonesia, dan hubungannya dengan realita sosial yang ada saat ini.

The Lake of Dreams (Kim Edwards)

Buku ini bercerita tentang hubungan Lucy dengan pacarnya, Yoshi, yang dimulai saat keduanya bekerja di NGO asing di Jakarta. Tidak seperti kebanyakan penulis lain yang mengambil setting Indonesia sekelebatan saja tanpa riset mendalam, Kim Edwards tampak seolah tahu benar apa yang ia bicarakan saat membahas masalah kepadatan penduduk di Jakarta, banjir tahunan yang melanda kota, bahkan suka duka kehidupan ekspatriat di ibu kota kita. Dia bersikap cukup netral tanpa harus menjudge Jakarta atau Indonesia, namun bisa menggambarkan kehidupan yang ada dengan cukup baik, bahkan sesuai dengan realita sosial Jakarta masa kini.

100 year old manThe Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out The Window and Disappeared (Jonas Jonasson)

Bergaya humor satir yang hilarious, buku ini mengisahkan petualangan kakek tua Allan Karlsson saat melarikan diri dari panti jompo tempat ulang tahunnya yang ke-100 akan dirayakan. Sambil bertualang, Allan mengingat-ingat petualangan di masa mudanya yang membawanya keliling dunia, sampai ke Indonesia. Indonesia di sini dikisahkan di era Suharto yang penuh korupsi dan nepotisme. Allan bertemu dengan seorang wanita bodoh luar biasa yang berkat segala jenis suap dan korupsi berhasil terpilih menjadi gubernur. Suatu hal yang agak kurang mungkin di era Suharto sebenarnya, seorang perempuan bisa memimpin suatu daerah. Tapi sentilan tentang korupsinya cukup mengena meskipun terasa cukup miris juga mengingat sekarang pun kasus serupa masih suka terjadi πŸ˜„

dash-and-lilyDash & Lily’s Book of Dares (Rachel Cohn & David Levithan)

Hanya sedikit Indonesia disinggung di buku ini, yaitu ketika orang tua Lily dikisahkan menerima pekerjaan sebagai guru sekolah internasional di Fiji, tempat para ekspatriat yang bekerja di Indonesia menyekolahkan anak mereka. Hal yang agak kurang tepat menurut saya, karena rata-rata ekspat di Indonesia (khususnya Jakarta dan kota besar lainnya) sangat puas dengan kualitas international school di negara kita, dan sepertinya tidak akan repot-repot mengirim anaknya ke Fiji yang jelas-jelas in the middle of nowhere, hehe…

Freedom (Jonathan Franzen)

Di sini, Indonesia juga disentil sedikit aja tapi bikin agak kesel. Disebutkan di salah satu bagian tentang seorang tokoh yang berkarakter kuat dan bahkan akan bisa menang di acara Survivor (reality show) yang diadakan di Indonesia. Kesannya Indonesia tuh negara yang penuh dengan hutan dan keterbelakangan banget pokoknya. Tapi betul deh, banyak orang asing yang kaget setelah pertama menginjakkan kaki di Jakarta. Gedung pencakar langit, mall super besar dan jalanan yang sibuk selalu membuat mereka terbengong-bengong. Mungkin mereka pikir Indonesia memang hanya terdiri dari hutan aja!

Tinker, Tailor, Soldier, Spy (John Le Carre)

Di sini, Indonesia hanya disebut beberapa kali (sebagai “Djakarta”), tempat di mana beberapa agent Inggris bercokol di era perang dingin. Asia memang sudah menjadi salah satu area “basah” bagi negara-negara Barat sejak jaman baheula, dan tentunya seiring perkembangan jaman, Asia kini semakin berperan di dunia ekonomi dan politik dunia, dan taruhan deh, intel yang ada juga semakin banyak πŸ˜€

Submitted for:

opini bareng bbi 2015