Tags

, , , , ,

opini bareng bbi 2015

Bulan ini tema opini bareng BBI adalah tentang alur cerita. Bukan tema yang gampang, mengingat scope nya yang agak sempit.

Bicara tentang alur cerita, saya paling suka dengan alur yang tidak biasa, namun dieksekusi dengan baik. Alur maju-mundur, lompat-lompat, ataupun bergantian diceritakan dari sudut pandang yang berbeda, selalu menarik perhatian saya. Dengan catatan: dieksekusi dengan baik.

Dan apa yang saya maksud dengan eksekusi yang baik?

Artinya, alur yang “berantakan” dan “kacau” tadi dirangkai sedemikian rupa sehingga pada akhirnya, membentuk sebuah kepingan puzzle yang utuh dan sempurna. Nggak gampang sih, memang. Ada buku-buku yang alurnya njelimet, lalu eksekusinya memusingkan, sehingga sampai akhir buku, hanya bisa bikin pembacanya menggeleng-geleng kepala saking bingungnya. Ada juga yang berusaha tampil smart, tapi pada akhirnya banyak meninggalkan lubang-lubang yang malah tidak menjawab pertanyaan.

Ada beberapa buku yang saya suka alurnya, sekaligus memiliki eksekusi yang baik sehingga bisa dibilang cukup memorable. Berikut di antaranya:

The Time Traveler’s Wife (Audrey Niffenegger)

Ini adalah salah satu dari sedikit buku romance favorit saya. Ceritanya, karena berkisar tentang time traveling alias perjalanan menembus waktu, jadi meloncat-loncat ke sana kemari, sesuai perjalanan Henry sang tokoh utama. Tapi serunya, biarpun tampak rumit dan tidak linear, Niffenegger tidak meninggalkan lubang-lubang pada alurnya. Justru, di akhir cerita, semuanya terangkai dengan sempurna, menciptakan sebuah puzzle yang utuh.

Cloud Atlas (David Mitchell)

cloud atlasIni mungkin salah satu buku dengan alur paling “gila” yang pernah saya baca. Dikisahkan bergantian setiap babnya, dari era yang berbeda dan dengan format yang berbeda-beda pula (ada surat, transkrip interview, diary, etc), dari jaman dahulu dan maju hingga ke masa depan; lalu di pertengahan, alur kembali mundur, terus, terus, sampai ke bab terakhir yang dikisahkan oleh orang yang sama dengan yang membuka buku ini. David Mitchell menggambarkan alur kisah ini sebagai “boneka Rusia”, yang berlapis-lapis dan selalu menyimpan misteri baru. A very ambitious book, but very memorable!

Five Little Pigs (Agatha Christie)

Madam yang satu ini memang tidak pernah berhenti membuat saya kagum. Salah satu bukunya yang memiliki alur terunik menurut saya adalah Five Little Pigs, atau Mengungkit Pembunuhan versi terjemahannya. Yang membuat unik adalah buku ini terdiri dari lima bab besar yang dinarasikan oleh lima karakter berbeda (suspect), namun mereka semua menarasikan satu hari yang sama, lewat sudut pandang masing-masing dan dengan gaya bahasa masing-masing. Ada yang teliti, ada yang penuh bumbu, ada yang to the point. Buku semacam ini bisa menjadi sangat membosankan, tapi yang luar biasa, Christie berhasil membuatnya tetap menarik.

The Shadow of The Wind (Carlos Ruiz Zafon)

Buku di dalam buku! Saya selalu suka alur semacam ini, karena kenikmatan membaca juga jadi berlipat ganda. Selain dapat kisah “besar” nya, ada kisah “sempalan” berupa novel yang memiliki alurnya sendiri. It’s sooo meta 😄 Yang membuat saya terkesima adalah betapa puzzle di dalam novel “besar” dan novel “sempalan” sama-sama saling melengkapi dan akhirnya menjawab berbagai pertanyaan yang ada. Neat.

Night Film (Marisha Pessl)

intense cover!

intense cover!

Yesss… salah satu buku favorit sepanjang masa yang bermain-main dengan mix media pada alurnya. Alur keseluruhannya sih memang linear, tapi karena kisahnya menyangkut misteri keberadaan seorang sutradara nyentrik, jadi banyak potongan-potongan berita, interview, artikel majalah, website, forum fans, dll yang menjadi bagian dari alur cerita. Penyampaiannya yang sangat kreatif dan meyakinkan membuat saya malah suka lupa kalau sedang membaca kisah fiksi…

 

Itulah daftar beberapa buku menurut saya yang memiliki alur yang cukup unik, dengan eksekusi yang baik. Memang, untuk menciptakan alur yang tidak biasa, dibutuhkan kerja keras, ketelitian, kreativitas dan kesabaran – terutama dalam mengeksekusinya sehingga bisa menciptakan puzzle yang utuh dan sempurna 🙂