Tags

, , , , , , ,

husband secretTitle: The Husband’s Secret

Writer: Liane Moriarty

Publisher: Penguin Books (2013)

Pages: 416p

Borrowed from: Ferina

Semua berawal dari sepucuk surat yang ditemukan oleh Cecilia di antara timbunan kotak sepatu di lotengnya. Surat itu ditujukan kepada dirinya dari sang suami, John-Paul, dengan embel-embel “to be opened only in the event of my death”.

Dan itulah kekuatan si kotak Pandora. Sekali kau membukanya, maka hidupmu akan berubah untuk selamanya.

Hal itu pula yang dialami Cecilia saat ia akhirnya tidak tahan untuk membuka surat tersebut. Dan hidupnya yang sempurna- rumah besar, suami yang ia cintai dan tiga anak perempuan yang luar biasa, kesibukannya di organisasi orang tua murid maupun bisnis Tupperwarenya- semua langsung berantakan, setelah ia mengetahui rahasia terdalam, tergila, dan termustahil tentang suaminya.

Sementara itu, hidup Cecilia juga bersilangan dengan beberapa perempuan yang sama-sama sedang mengalami kegundahan dalam hidup mereka: Tess, yang baru saja mengetahui perselingkuhan suaminya dengan sepupu sekaligus sahabatnya sejak kecil, Felicity; serta Rachel, seorang ibu yang bertahun-tahun lalu kehilangan anak perempuannya yang menjadi korban pembunuhan.

Sulit rasanya membuat resensi menyeluruh untuk buku ini tanpa membocorkan twist maupun kejutan yang menjadi inti kisahnya. Namun, saya merekomendasikan buku ini untuk para pencinta kisah drama keluarga yang dibalut misteri dan rahasia kelam. Paling tidak ada tiga hal yang menjadi kekuatan buku ini:

  1. Mengalir. Ini adalah buku pertama Liane Moriarty yang pernah saya baca, dan saya langsung jatuh cinta berat dengan gaya berceritanya yang mengalir, lancar, juicy namun tidak berlebihan. Semua lubang-lubang berhasil diisi dengan memuaskan pada akhirnya, dan meski ada beberapa bagian ending yang terasa agak “memaksa”, semuanya masih bisa diterima secara logika.
  2. Karakter. Tiga karakter perempuan yang memiliki porsi yang sama pentingnya, menjadi salah satu kekuatan utama kisah ini. Ketiganya diceritakan bergantian namun tetap menggunakan sudut pandang orang ke-3, sehingga tidak ada kebingungan dalam membedakan mereka. Dan meski masing-masing memiliki kelemahan (Cecilia terlalu bossy, Tess terlihat lemah dan Rachel penuh kepahitan), namun mereka mudah disukai, dimengerti, dan mengundang simpati. Dan Moriarty bisa secara effortless menggambarkan ketiganya seolah mereka memang teman-temannya sendiri.
  3. Setting. Kota Sydney jarang diangkat dalam buku populer, mungkin karena penulis Australia belum sejamak penulis dari Amerika atau Inggris. Namun Liane Moriarty bisa menjadi wakil negeri kanguru yang mampu merangkai kisah bersetting kota Sydney dengan menakjubkan. Keseharian penduduk suburban yang mayoritas masih berusaha menjalankan ajaran agama Katolik meski terasa sulit di tengah modernisasi pemikiran jaman sekarang, berhasil dirangkum Moriarty dengan baik.

Dan ketiga alasan inilah yang menjadi modal saya untuk merekomendasikan The Husband’s Secret- sekaligus berburu buku-buku Moriarty lainnya.