Tags

, , , , , ,

remarkable creaturesJudul: Remarkable Creatures

Penulis: Tracy Chevalier

Penerbit/edisi: Harper Paperback Edition (2010)

Halaman: 352p

Beli di: Kinokuniya Nge Ann City (SGD 17.12)

Tracy Chevalier seolah tak pernah kehabisan ide. Meski saya tidak selalu sreg dengan eksekusi tulisannya, tapi tidak dapat dipungkiri, Chevalier adalah salah satu penulis historical fiction terbaik di generasinya. Kali ini, berbeda dari buku-buku sebelumnya yang lebih banyak berkutat di seputar isu sosial, budaya dan agama, Chevalier dengan berani menyinggung topik science dan evolusi yang jarang diangkat oleh para novelis.

Berkisah tentang sepasang sahabat yang berbeda latar belakang, Remarkable Creatures mengambil setting di sebuah desa nelayan di pesisir Inggris, Lyme Regis.

Mary Anning adalah seorang remaja dengan hobi tak biasa, yaitu mengumpulkan fosil di tepi pantai, yang tersapu dari lautan dan terkubur berjuta tahun lamanya. Elizabeth Philpot, seorang wanita dari London yang tinggal di Lyme Regis bersama saudara-saudara perempuannya, juga terpikat pada hobi ini, suatu hal yang tidak biasa untuk perempuan yang hidup di tahun 1820-an. Saat itu, arkeologi dan paleontologi belum menjadi ilmu yang krusial, dan keterlibatan perempuan belum dianggap penting.

Kehidupan Mary dan persahabatannya dengan Elizabeth berubah total saat Mary dan kakak laki-lakinya menemukan fosil makhluk yang tak pernah ada sebelumnya- makhluk seperti monster laut yang belakangan dikenal sebagai Ichthyosaurs. Orang-orang membanjiri Lyme Regis yang biasanya sepi dan demam fosil pun melanda daerah tersebut.

Namun tantangan sesungguhnya bagi kedua sahabat ini datang dalam wujud Kolonel Birch, pria yang tertarik untuk menemukan fosil, sekaligus berhasil memikat hati mereka. Apakah kecintaan kedua perempuan ini terhadap fosil bisa mengalahkan ancaman yang dapat memecahkan persahabatan mereka?

Buku ini menarik bagi saya karena Chevalier berhasil mengangkat sepotong sejarah yang sebelumnya tidak saya ketahui. Penemuan ichthyosaurs pertama oleh Mary Anning merupakan fakta kecil di dunia paleontologi yang jarang diangkat sebelumnya. Ditambah lagi, karena Yofel adalah fans berat dinosaurus, saya cukup familiar dengan makhluk misterius ini, termasuk sosok Ichthyosaurs si monster laut.

Fosil si monster laut

Fosil si monster laut

Yang juga menarik adalah tema evolusi yang memang masih merupakan konsep baru di masa itu, di mana ajaran agama masih memegang peranan penting dan orang-orang tidak berani memikirikan teori mengapa ada makhluk aneh jutaan tahun lalu, yang kini sudah lenyap dari muka bumi? Dari mana fosil-fosil tersebut berasal dan apakah benar tak ada lagi makhluk purba yang tersisa? Apa peranan Tuhan dalam semua ini?

Yang saya kurang suka dari buku ini- yang diceritakan bergantian lewat sudut pandang Mary dan Elizabeth- adalah karakter-karakternya yang sulit mengundang simpati (terutama Mary Anning).

Lagi-lagi, kelemahan Chevalier yang juga saya temui di buku-buku seblumnya, yaitu senang menciptakan karakter utama yang sulit disukai. Karakter Elizabeth lebih lumayan, dan saya sempat berharap kisah ini diceritakan oleh sudut pandangnya saja.

Namun, dibandingkah beberapa buku Chevalier lainnya, Remarkable Creatures bisa dibilang salah satu yang paling saya sukai.