Tags

, , ,

opini bareng bbi 2015

Tema posting Opini Bareng-nya Blogger Buku Indonesia untuk bulan ini adalah Karakter Utama. Saya sendiri termasuk yang susaaah untuk jatuh cinta atau rooting sama karakter utama (terutama karakter perempuan), karena saya gampang sebel sama karakter yang annoying, dan biasanya karakter perempuan memang punya sifat yang sering annoying😀 (Bella Swan anyone?)

Makanya setiap ketemu karakter perempuan yang menyenangkan, saya langsung bahagia, karena biasanya karakter tersebut akan menempel lama di ingatan saya. Saking jarangnya saya ketemu karakter utama perempuan (alias heroine) yang saya suka, saya akhirnya mempunyai shelf tersendiri di Goodreads, yang judulnya “Lovely Heroine”.

Syarat-syaratnya masuk ke shelf ini apa? Yah.. sebenernya nggak ada yang khusus, tapi saya suka karakter yang strong, nggak menye-menye, apa adanya, tapi masih memiliki vulnerability, jadi nggak super hero segala bisa banget.

Dan inilah beberapa yang paling berkesan menurut saya:

Blue van Meer (Special Topics in Calamity Physics, Marisha Pessl).

Ini adalah salah satu buku favorit saya sepanjang masa, yang salah satu alasannya yaitu karena saya bisa sangat relate dengan karakter utamanya, Blue van Meer. Saya membayangkan Blue dan saya sepertinya bisa bersahabat di dunia nyata. Karakter Blue yang cerdas, nerd, tapi tidak sombong, membuat saya mudah menyukainya. Dan yang lebih penting, saya hanya ingin kisah Blue berakhir bahagia.

Cassandra Mortmain (I Capture The Castle, Dodie Smith)

i capture the castleBuku ini adalah salah satu buku klasik paling underrated sepanjang sejarah, and it deserves better! Begitu pula dengan karakter utamanya, Cassandra, remaja perempuan di Inggris yang tinggal di rumah besar yang tak terawat, dengan ayahnya yang seorang penulis yang sudah di ambang kebangkrutan. Kekuatan utama kisah ini adalah narasi Cassandra yang mudah mengundang simpati tanpa harus berkesan menyedihkan. Cassandra adalah tipikal perempuan yang instead of mengeluh tentang hidupnya, malah berusaha mencari sisi positif dari segala hal. She’s a survivor, and I like her for that.

Katniss Everdeen (Hunger Games Trilogy, Suzanne Collins)

katnissSiapa sih yang nggak kepincut (KEPINCUT) sama Katniss? Si tangguh dari distrik 12 yang jago berburu, juara Hunger Games, apa adanya, tapi tetap… dapet cintanya Peeta. Hihiy! Meskipun kayaknya suka labil, sok pahlawan, sok tegar dan impulsif, saya ternyata susah sebel sama si Katniss, karena sepertinya karakternya yang apa adanya justru menjadi daya tarik utamanya. Dan tidak melulu bertipe pahlawan, Katniss juga masih punya sisis vulnerable yang digambarkan dengan cukup pas oleh Suzanne Collins.

Flavia de Luce (Flavia de Luce Mysteries, Alan Bradley)

Bukan rahasia lagi kalau saya penggemar berat detektif cilik yang sok tahu, nyebelin tapi super jenius ini. Anehnya, beberapa teman yang saya rekomendasikan buku ini, rata-rata bilang nggak suka hahaha… Apa mungkin saya suka Flavia karena mengingatkan saya dengan karakter saya sendiri waktu masih kecil dulu (minus jeniusnya)??? Yang pasti, saya suka Flavia karena selain nerdy berat, kesibukannya sebenarnya menunjukkan satu hal yang tak terelakkan: perasaan kesepiannya. Oh well. Flavia masih akan balik lagi di kisah-kisah selanjutnya dan saya berharap dia bakal ketemu happy ending.

Jeannette Walls (The Glass Castle, Jeannette Walls)

Ini sebenarnya agak kurang adil, karena Jeannette Walls adalah karakter nyata yang menulis biografinya sendiri. Tapi dalam memoarnya tersebut, Jeannette benar-benar bisa melukiskan kehidupannya – yang penuh penderitaan karena orang tua yang abusive- tanpa berkesan pathetic. Tegar, penuh humor, dan optimis, membuat saya sebagai pembaca mudah merasa simpati pada Jeannette, dan kesuksesan yang datang belakangan juga tetap digambarkan dengan penuh humble.