Tags

, , ,

opini bareng bbi 2015

Sebagai bagian dari program Blogger Buku Indonesia (BBI), kini selain Baca/Posting Bareng, ada juga Opini Bareng, yang temanya tiap bulan berbeda-beda. Bulan Januari waktunya bercerita tentang Ekspektasi.

Saya sendiri termasuk yang jaraaaang banget ketemu buku yang sesuai ekspektasi. Terutama, untuk buku yang berbau-bau hype, alias disukai banyak orang di mana-mana. Mungkin juga karena sudah telanjur memiliki ekspektasi tinggi setelah membaca review orang-orang, atau mendapat rekomendasi dari mana-mana, akhirnya malah kecewa sendiri karena buku tersebut tidak sesuai dengan harapan.

Tapi, ada juga lho, buku-buku yang di luar ekspektasi, yang menurut orang biasa-biasa saja, atau yang saya pikir bakal menjadi “another so called hype”, namun ternyata justru saya suka banget!

Berikut adalah beberapa buku-buku hype yang berada di luar ekspektasi saya – baik yang akhirnya sebal atau malah jadi suka 🙂

1. The Fault In Our Stars (John Green)

tfiosBuku ini banyaaaaak banget yang suka. Apalagi sejak filmnya rilis, makin populer dan menjadi hype di kalangan readers maupun bukan. Saya sendiri sempat berharap banyak, apalagi saat membaca buku ini, saya baru membaca buku John Green lain yang kebetulan saya suka banget. Jadi nggak salah ya, kalau cukup berharap banyak… Tapi, kenyataannya, selera orang memang nggak bisa dipaksakan. Saya merasa karakter-karakter dalam buku ini terlalu pretensius, dengan dialog yang terlalu witty untuk ukuran anak remaja. Mungkin juga saya yang ketuaan, dan nggak bisa relate lagi dengan cinta ala anak sekolahan? Entahlah. Review lengkap saya , (dan cerita bagaimana tweet saya sempat dibalas oleh @realjohngreen), bisa dibaca di sini.

2. Me Before You (Jojo Moyes)

Yang ini juga sama, banyak banget yang review bagus di mana-mana, belum lagi hypenya bergaung di dalam dan luar negeri. Isunya yang kontroversial dan kisah cintanya yang nggak biasa, membuat buku ini dipuja-puja. Saya sendiri penasaran, apakah saya akan suka dengan buku ini, mengingat saya bukan termasuk romance lover? Ternyata jawabannya… nggak. Beneran, saya juga sebenernya pengeeeen bisa suka buku ini, tapi romancenya terlalu lebay menurut saya dan karakter di buku ini sebagian besar tidak likable. So.. another downer for me! Curhat tentang buku ini bisa dibaca di sini.

3. Eleanor & Park (Rainbow Rowell)

Lagi-lagi masalah selera. Sepertinya saya memang sudah ketuaan untuk bisa menyukai jenis cerita cinta innocent macam begini, terutama yang tokoh orang tuanya terasa amat tidak meyakinkan seperti orang tua Eleanor dan Park 😄 Setting 80-an nya sih lumayan mengobati kangen masa remaja, tapi hmm.. saya tetap tidak sreg dengan cerita di buku ini. Entahlah. Mungkin saya harus mencoba buku-buku Rowell yang ditujukan untuk pembaca dewasa. Review saya tentang buku ini: di sini.

4. The Casual Vacancy (JK Rowling)

Buku yCasual_Vacancyang satu ini justru sebaliknya. Saya mendengar selentingan yang kurang enak dari buku pertama JK Rowling yang BUKAN tentang Harry Potter ini. The Casual Vacancy terlalu berat dan gelap menurut orang-orang, yang mungkin masih mengharapkan gaya Rowling seperti di buku-buku Harry Potter. Tapi ternyata, saya sangat enjoy membaca buku ini! Mungkin karena tidak punya ekspektasi berlebih dan sudah membayangkan yang terburuk, akhirnya malah saya jadi suka beneran sama buku ini 😄 Saya suka temanya yang tentang politik, intrik-intrik gila dan karakter aneh yang diselipkan Rowling dalam buku ini, yang anehnya, tetap terasa magical buat saya, meski buku ini tidak ada unsur sihirnya sama sekali. Well, people said, when you expect the least, you’ll get more! Silakan baca review saya di sini.

5. We Were Liars (e. lockhart)

Young Adult? Populer? Sepertinya jenis buku hype yang selalu saya hindari karena seringkali berakhir dengan kekecewaan. Tapi, karena masih penasaran dengan sinopsisnya, saya akhirnya nekat membacanya. Dan ternyata, sukaaa! Saya klop banget dengan ceritanya, karakternya, settingnya, dan terutama, endingnya yang super twisted tapi heartbreaking. Entahlah, mungkin pas baca buku ini, jiwa remaja saya lagi naik ke permukaan 😄 Silakan baca puji-puji saya di sini.

Akhirnya… semua memang kembali lagi ke selera. Ada yang jadi malas berekspektasi, tapi ada juga yang masih suka menaruh ekspektasinya tinggi-tinggi, dan berharap ekspektasi tersebut menjadi kenyataan. Kamu sendiri, termasuk yang mana?

Advertisements