Tags

, , , , , ,

speaking from bonesJudul: Speaking From Among The Bones

Penulis: Alan Bradley

Penerbit: Bantam Books International Edition (2013)

Halaman: 378p

Beli di: Periplus.com (IDR 100k)

It’s time for another juicy Flavia de Luce’s mystery!

Saya jatuh cinta pada kisah-kisah Flavia sejak buku pertamanya terbit. Dan kini, di bukunya yang ke-5, Flavia masih tetap memikat saya dengan gayanya yang tengil, bikin sebal, tapi toh menarik untuk diikuti dan gampang mengundang simpati.

Misteri kali ini dimulai ketika gereja Saint Tancred di Bishop Lacey berencana untuk membuka kembali makam Saint Tancred untuk memperingati 500 tahun meninggalnya sang pelindung suci tersebut. Namun di hari yang bersejarah itu, semua orang dikejutkan oleh apa yang mereka temukan di balik makam: tubuh Mr. Collicut, pemain organ gereja, yang sudah tak bernyawa!

Flavia langsung mengerahkan segala kemampuan detektifnya, sekaligus keahliannya di bidang kimia, untuk menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Apakah Miss Tanty, penyanyi koor gereja yang selalu muncul pada saat-saat tak terduga? Atau Adam Sowerby, sosok misterius yang tiba-tiba hadir dalam hidup Flavia dan seolah menjadi saingannya untuk memecahkan kasus ini? Penyelidikan Flavia membawanya makin jauh ke belakang, menelusuri sejarah Saint Tancred dan menemukan fakta-fakta yang telah lama dilupakan orang.

Sementara itu, kehidupan keluarga Flavia pun tampak semakin suram. Kondisi ekonomi mereka tak membaik, dan sepertinya satu-satunya jalan adalah menjual Buckshaw, rumah pusaka keluarga yang menjadi tempat tinggal Flavia sejak dulu. Belum lagi, Flavia masih terus berseteru dengan kedua kakaknya, Feely dan Daffy, yang membuat situasi semakin menyebalkan.

Buku ini tentu saja menjadi a must read untuk para penggemar kisah Flavia de Luce. Kisahnya masih mengalir seperti sebelumnya, ditambah fakta-fakta baru tentang keluarga de Luce serta penghuni desa Bishop Lacey yang makin membuat saya merasa mengenal mereka lebih baik.

Kepiawaian Alan Bradley adalah menghidupkan tokoh-tokoh serta setting ceritanya sehingga kita seolah-olah menjadi bagian mereka. Kisah misterinya sendiri masih mumpuni, dengan kecerdasan Flavia yang seperti biasa membuat gemas sekaligus kagum 🙂 Adegan favorit saya adalah percakapan tengah malam antara Flavia dan ayahnya, sang kolonel. Menyentuh, tapi tidak cengeng.

Dan saya makin happy saat mendapat kabar dari Periplus kalau next Flavia book sedang berada dalam perjalanannya menuju genggaman saya. Yeay!

Baca juga:

The Sweetness at The Bottom of The Pie

The Weed That Strings The Hangman’s Bag

A Red Herring Without Mustard

I am Half-Sick of Shadows

Flash news:

Meski kisah Flavia sempat disebut-sebut akan berakhir di buku ke-6, ternyata Alan Bradley tidak sanggup mengecewakan penggemar serial ini. Buku ke-7, As Chimney Sweepers Come to Dust, akan segera terbit awal 2015 nanti. Yippeeee 😄

 

Advertisements