Tags

, , , , , ,

giverJudul: The Giver

Penulis: Lois Lowry

Penerbit: Dell Laurel-Leaf (2002)

Halaman: 179p

Beli di: Books & Beyond (IDR 89k)

Jonas tinggal di dunia yang sempurna, terkontrol baik tanpa ada ancaman kekacauan apapun. Tidak ada perang, rasa sakit dan kehilangan. Semua orang memiliki peran masing-masing dalam hidupnya yang sudah diatur oleh para tetua.

Ketika berusia 12 tahun, Jonas terpilih sebagai penerus The Giver, sebuah peran yang penting dan menuntut kemampuan amat langka. Jonas mendapatkan pelatihan dari The Giver, laki-laki tua yang memiliki kemampuan menyimpan memori tentang kehidupan yang telah lampau, dunia yang dialami sebelum utopia yang mereka tinggali terbentuk.

Dunia yang penuh rasa sakit, kesedihan, kemarahan, namun juga kebahagiaan, kerinduan, dan cinta; hal-hal yang tidak pernah Jonas ketahui keberadaannya. Jonas baru sadar kehilangan besar yang dialami komunitas “sempurna” nya. Bersama The Giver, Jonas menyusun rencana bagaimana bisa keluar dari komunitasnya dan mencari secuil kehidupan yang sesungguhnya di luar sana. Namun sanggupkah ia mengecoh para tetua dan pemimpin komunitasnya?

The Giver adalah salah satu pionir kisah dystopia (yang berawal dari utopia) untuk segmen Young Adult. Sebelum kemunculan Hunger Games yang menghebohkan- diikuti oleh puluhan serial lain yang sejenis- The Giver tampil berani, dan apa adanya. Tapi mungkin juga karena saya sudah terlebih dulu membaca buku-buku dystopia YA yang lebih sophisticated, The Giver terasa begitu bland buat saya. Apalagi Lowry memperlakukan buku ini seperti novella- kisahnya singkat, tidak ada pendalaman yang berarti untuk karakter-karakternya, termasuk Jonas, sehingga saya sulit merasa terhubung dengan mereka.

Satu-satunya yang saya suka adalah hubungan antara Jonas dan The Giver- yang terasa cukup menyentuh, tapi sayangnya digambarkan dengan terlalu singkat. Saya berharap Lowry mau membuat kisah Jonas sedikit lebih panjang, dan tidak mengakhirinya seperti kue setengah matang.

Setelah The Giver, Lowry masih menerbitkan 3 buku lain yang menjadi companion dalam serial ini. Namun sayangnya kisah-kisah selanjutnya tidak ada yang berhubungan langsung dengan nasib yang dialami Jonas pasca The Giver, meskipun menurut reviewnya, buku terakhir menjelaskan benang merah dan kesimpulan antar kisah.

Namun saya memutuskan untuk tetap membaca ketiga buku lainnya. Bagaimanapun, tulisan Lowry memang enak dibaca, penciptaan settingnya cukup original, meski porsi keseluruhannya kurang menggigit 🙂

This review is made to celebrate Banned Books Week. Care to join? Check this link for the list of Banned Books 🙂

Advertisements