Tags

, , , , , , ,

spellbinderJudul: Spellbinder (Sang Pengikat Mantra)

Penulis: Helen Stringer

Penerjemah: Fialita & Primadonna Angela

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014)

Halaman: 408p

Gift from: Ren

Belladona Johnson bisa melihat hantu, kemampuan yang ia warisi dari sang ibu. Meski sebal dengan keistimewaan ini, Belladona harus bersyukur karena setelah kedua orangtuanya meninggal, ia masih bisa melihat mereka, yang memang “menghantui” rumah keluarganya.

Namun suatu hari, orangtua Belladona- beserta semua hantu lain di dunia- menghilang tanpa jejak.

Belladona, dibantu temannya Steve, terpaksa menyelidiki apa yang terjadi dengan para hantu. Petualangan mereka diteruskan hingga ke Sisi Lain- tempat para hantu bermukim- yang ternyata sedang dilanda kekacauan tiada tara. Bisakah Belladona (dan Steve) menemukan dan menyelamatkan para hantu?

Terus terang, saya memilih buku ini ketika menang salah satu giveaway di blog nya Ren karena saya berharap akan menemukan sesuatu yang menyegarkan, seru dan tidak biasa- mungkin seperti buku Lockwood & Co yang memiliki tema sejenis.

Tapi Helen Stringer bukanlah Jonathan Stroud, dan bukunya pale in comparison. Banyak plot yang terasa dipaksakan, setting yang agak kurang jelas (terutama di Sisi Lain, saya kurang dapat membayangkan dengan baik setting yang digambarkan Stringer), dan penuturan yang sangat bertele-tele.

Berkali-kali saya menemukan kalimat yang diulang, misalnya: Belladona menyelipkan rambutnya ke belakang telinga; atau Belladona melesakkan tangannya ke dalam saku; Steve melesakkan amulet ke dalam sakunya; Belladona melesakkan buku ke dalam tasnya… Pokoknya begitulah.

Ketidakjelasan buku ini diperparah juga dengan terjemahannya yang terasa sangat amatir untuk ukuran penerbit sekelas GPU. Separo buku pertama menyebutkan Inggris sedang mengalami musim semi (di bulan Oktober!) dan bersiap-siap untuk musim dingin. Baru di pertengahan cerita, hal ini diralat dengan menyebutkan musim gugur. Ketidaktelitian yang amat mengganggu.

Secara keseluruhan, Spellbinder bukanlah buku yang memorable, apalagi menyamai kualitas buku sejenis seperti Lockwood & Co. Sayang memang, karena premisnya sebetulnya cukup menarik. Saya sendiri tidak yakin akan meneruskan buku kedua dari serial ini.

Advertisements