Tags

, , , , , , , ,

harlequin2Judul: The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius)

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, cetakan keempat (2014)

Halaman: 392p

Beli di: @HobbyBuku (Bagian dari Bundel Agatha Christie ke-3)

Siapakah sebenarnya Mr.Quin?

Mr. Harley Quin, muncul tiba-tiba di hadapan Mr. Satterthwaite menjelang malam tahun baru. Mr. Satterthwaite, yang seumur hidupnya menikmati peran sebagai pengamat Kehidupan, kini harus mengambil alih peran aktor setiap kali Mr. Quin muncul.

Kemunculan Mr. Quin selalu menandakan hadirnya tragedi, drama percintaan, taruhan kehidupan dan kematian, keputusasaan dan ketidakadilan, dan hanya Mr. Satterthwaite- dengan petunjuk Mr. Quin- yang bisa menyelesaikan semua itu.

Berdua, mereka memecahkan misteri bunuh diri yang terjadi bertahun-tahun lalu, kasus bayangan aneh di jendela rumah yang selalu membawa nasib sial bagi penghuninya, dan misteri suara-suara dalam kegelapan yang didengar putri bangsawan pewaris kekayaan di waktu malam. Mereka juga menyatukan kekasih-kekasih yang terpisah, mencegah bunuh diri orang-orang yang putus asa, mengembalikan keadilan bagi tertuduh yang tak bersalah.

Bersama Harley Quin yang misterius, dengan perawakannya yang tinggi, gelap, dan lincah bagaikan tokoh musikal Harlequin, Mr. Satterthwaite memandang kehidupan dari sudut yang tak pernah ia pertimbangkan sebelumnya.

Karakter Harlequin dan Columbine

Karakter Harlequin dan Columbine

The Mysterious Mr.Quin adalah salah satu karya Agatha Christie yang lain daripada yang lain. Sedikit unsur supranatural yang hadir melalui sosok Mr.Quin memberikan kesan yang berbeda. Christie memang dikenal sangat menyukai pertunjukan musikal Harlequin, yang merupakan bagian dari commedia dell’arte (tokoh lainnya termasuk Columbine, Pierrot, Pierette, Punchinello dan Punchinella).

Kekagumannya pada Harlequin ditunjukkan melalui dedikasi yang ia tuliskan di bagian awal buku: “To Harlequin, The Invisible”. Ini adalah satu-satunya dedikasi dalam buku Agatha Christie yang ditujukan langsung untuk karakternya.

Dua belas cerita pendek dalam buku ini dapat dibaca sendiri-sendiri karena tidak berhubungan satu sama lainnya, tapi ke-12 nya bercerita tentang hubungan unik Mr. Quin dan Mr. Satterthwaite yang sangat cocok dipasangkan. Mr. Satterthwaite, borjuis Inggris sejati yang sudah tua, dan seumur hidup menjadi pengamat, terpaksa beraksi aktif di tengah panggung melalui kehadiran Mr. Quin, dengan hasil yang luar biasa.

Beberapa kisah favorit saya:

Munculnya Mr. Quin– memperkenalkan kehadiran Mr. Quin dengan setting badai di malam tahun baru, suasana mencekam rumah tua dan kasus bunuh diri tak terpecahkan bertahun-tahun sebelumnya.

Suara dalam Kegelapan– suara-suara yang didengar oleh Margery di malam hari membuatnya gila. Suara itu menuduh ia mengambil hak warisan yang bukan miliknya. Apakah suara itu nyata atau hanya khayalannya?

Harlequin yang Mati– lukisan pelukis baru yang menjadi rebutan, terutama karena menampilkan sosok Harlequin yang tergeletak mati- dan dipandangi oleh seorang pria dengan wajah mirip Mr. Quin!

Sayangnya, meski Mr. Satterthwaithe masih muncul di beberapa buku Christie lain, sosok Mr. Quin tidak pernah dihadirkan kembali. Dan hingga akhir, kita terpaksa menebak-nebak siapakah sebenarnya Mr. Quin ini, sosok yang datang dan pergi selalu tiba-tiba?