Tags

, , , , , , ,

last childJudul: The Last Child

Penulis: John Hart

Penerbit/Edisi: Minotaur Books (Trade Paperback Edition 2009)

Halaman: 419 p

Beli di: Better World Books ($7,98 disc 20%)

Ada buku-buku yang kita tidak tahu sebelumnya, dan murni membacanya karena tergiur dengan review tentang buku tersebut.

Inilah yang terjadi pada saya dan The Last Child. Bintang 4 di Goodreads, review menggiurkan dari beberapa orang yang saya percaya kesamaan seleranya dengan saya, dan voila, saya pun memutuskan untuk membaca buku ini.

Does it live up my expectations?

Johnny Merrimon masih berumur 12 tahun ketika saudara perempuan sekaligus kembarannya menghilang tanpa jejak. Rumor tentang penculikan beredar, namun hingga setahun kemudian, belum ada jejak yang jelas. Ayah Johnny meninggalkan keluarga mereka, ibunya terpuruk pada kedukaan mendalam dan malah terlibat dalam hubungan tidak sehat dengan konglomerat busuk di kota kecil tempat mereka tinggal.

Namun Johnny tidak mau menyerah, ia bertekad akan menemukan kembarannya, meski itu berarti hidupnya juga terancam.

Sementara itu, detektif polisi Clyde Hunt juga tidak bisa mengenyahkan kasus keluarga Johnny dari benaknya. Ia bahkan nyaris kehilangan keluarganya juga, demi memecahkan misteri hilangnya anak perempuan keluarga Merrimon.

Kisah ini berlatar belakang kota kecil di North Carolina- dan itulah sebagian daya tariknya. Menyusuri kehidupan penduduknya: polisi yang putus asa, broken home family, konglomerat busuk dan pejabat korup- kita diajak masuk dan ambil bagian sebagai penduduk kota ini.

Namun karakter-karakter dalam The Last Child sangat sulit untuk disukai: Johnny, anak 13 tahun yang terlalu dewasa untuk umurnya, ibu Johnny yang pathetic namun tidak mengundang simpati, serta Clyde Hunt, polisi yang terobsesi kasus keluarga Johnny- namun sebenarnya lebih karena ia mencintai ibu Johnny. Klise.

Saya tidak punya siapa-siapa untuk disoraki, untuk diberi semangat- dan itulah salah satu sebab utama mengapa saya tidak bisa menyukai buku ini. Heroes are important in crime book like this but I couldn’t find any that I can root for.

Sementara itu, endingnya, twistnya yang disebut-sebut brilliant dan dipuja-puji oleh para reviewer, terasa bland buat saya. Tidak istimewa juga, malah sudah bisa diduga arahnya dari setelah pertengahan buku.

Untuk saya, buku ini termasuk solid, oke untuk sebuah buku misteri, tapi tidak istimewa, tidak luar biasa, dan tidak sampai layak mendapat 4 bintang🙂 Lagi-lagi, saya membuktikan kalau selera itu adalah hak asasi setiap pembaca🙂

Submitted for:

Category: Blame it on Blogger

Category: Blame it on Blogger