Tags

, , , , , , ,

castle coronaJudul: The Castle Corona

Penulis: Sharon Creech

Penerbit: HarperCollins Children’s Books, revised paperback edition (2010)

Halaman: 320p

Beli di: Periplus Setiabudi Bandung (IDR 70k, disc 50%, bargain price!)

Once upon a time….

Ada sebuah kastil, bernama Corona. Di dalamnya tinggal seorang Raja yang merasa bosan, Ratu yang ingin dibiarkan sendirian, Pangeran yang bermimpi jadi penulis, Puteri yang manja, dan Pangeran (cadangan) yang gemar berkelahi.

Sementara itu, di sebuah desa di dasar lembah. Ada seorang anak perempuan dan laki-laki, kakak beradik yatim piatu, yang hidup menderita. Suatu hari mereka menemukan sebuah kantong misterius, yang ternyata dicuri dari kastil. Apa isi kantong itu, dan apa hubungannya dengan mereka?

Seorang wanita tua misterius yang tinggal di desa merupakan satu-satunya orang yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Namun, ia menghilang tiba-tiba dan kedua anak tersebut terpaksa mencari tahu makna kejadian misterius itu.

Castle Corona adalah tipikal fairy tale dengan tokoh-tokoh raja, ratu, pangeran di kastil mewah, serta rakyat jelata yang menjadi pahlawan 🙂 Karakter-karakternya biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, sementara jalan ceritanya juga tidak bisa dibilang orisinil.

Tapi sejujurnya, memang susah merangkai kisah fairy tale baru karena jenis cerita seperti ini elemennya memang itu-itu saja (meski tentunya ada yang lebih ekstrim, seperti fairy tales ala Grimm bersaudara). Yang saya suka dari buku ini ada tiga hal:

Pertama, setting kisah yang cukup vivid. Saya bisa membayangkan dengan mudah kemewahan dan keindahan Castle Corona, lengkap dengan kebun luas dan pondok tempat penasihat Raja tinggal. Juga makanan-makanan yang disantap keluarga kerajaan dideskripsikan dengan cukup detail sehingga sukses menerbitkan air liur.

Kedua, saya suka gaya bahasa yang digunakan oleh Sharon Creech. Kebetulan, saya sedang mengikuti writing workshop yang diselenggarakan oleh kantor saya dan jakarta Post, dan salah satu topik yang diangkat adalah tentang rhetorical devices, yaitu “alat” yang digunakan untuk membuat tulisan kita lebih kuat. Contoh rhetorical devices misalnya tricolon (the power of three: tiga hal yang disebutkan dalam deskripsi), metafora, rhetorical question, dsb.

Castle Corona memiliki koleksi rhetorical devices yang cukup banyak, misalnya:

It was a beautiful day: deep blue sky and a breeze spinning scents of fresh fruits and flowers through the air. (tricolon)

The rain had slowed to a drizzle of fine mist, but heavy clouds, like bundles of soiled laundry, hung low in the sky. (metaphor/simile)

Judul beberapa chapter menggunakan alliteration atau pengulangan huruf yang sama: The Heir and a Hair, The Peasant and a Pheasant, Greener Grass, Castle Conversations.

Perfect book to learn good writing!

Ketiga, Covernya bagusss, ilustrasi di dalamnya juga. Menggambarkan Castle Corona dengan nuansa keemasan, dikelilingi oleh bunga membelit dan akar menjulur yang sangat artistik. Cover yang keren ini adalah alasan pertama saya membeli buku Castle Corona. Alasan kedua, tentu saja harganya yang lagi diskon banget 😄

Submitted for:

Posbar Tema Buku Fairy Tales bulan Juni 2014

Posbar Tema Buku Fairy Tales bulan Juni 2014

 

Category: Cover Lust

Category: Cover Lust

Advertisements