Tags

, , , , , , , , , ,

abc1Judul: The ABC Murders (Pembunuhan ABC)

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Ketujuh (2003)

Penerjemah: Luci Dokubani

Halaman: 344p

Pinjam dari: Muddy

Di Andover, Mrs. Ascher dipukul sampai mati. Di Bexhill, Batty Barnard dicekik, dan di Churston, Sir Carmichael Clarke terbunuh saat sedang berjalan-jalan sendirian. Persamaan ketiga pembunuhan ini adalah ditemukannya buku panduan kereta api ABC di dekat tubuh korban.

Untuk pertama kalinya, Hercule Poirot dipusingkan oleh seorang pembunuh berantai. Pembunuh ABC ini mengirimkan surat kaleng pada Poirot setiap kali akan membunuh, menantang sang detektif untuk mencegah kejahatannya. Dibantu oleh Kapten Hastings yang setia, Poirot berusaha menjebak sang pembunuh licin. Usahanya ini juga didukung oleh Pasukan Khusus- yaitu orang-orang terdekat para korban, yang bertekad untuk menangkap si Pembunuh ABC.

Kisah ini merupakan nostalgia Hastings dan Poirot- setelah Hastings pindah ke Argentina, frekuensi pertemuan mereka memang menurun. Namun tak butuh waktu lama bagi Hastings untuk kembali bertualang bersama sang detektif Belgia. Karena saya sudah membaca ulang buku ini beberapa kali, saya akan membahas beberapa kesan yang saya peroleh dan dulu sempat terlewatkan:

1. Poirot– digambarkan sudah menua, dan sudah memasuki usia pensiun (meski akhirnya ia mengakui tak mungkin pensiun dari profesinya), namun di sini ia masih terlihat tangguh, bahkan Hastings yang sering meremehkan Poirot di buku-buku selanjutnya, di sini masih menaruh kepercayaan penuh pada sahabatnya.

2. Sherlock Holmes– Agatha Christie sempat mengolok-olok metode Holmes di beberapa bukunya, terutama bila Hastings sudah mendesak Poirot melakukan penyelidikan ala Holmes- jejak kaki, puntung rokok atau sidik jari. Di buku ini, Poirot sempat menggoda Hastings:  “Mon ami, apa maumu? Kau menatapku seperti pandangan seekor anjing setia, yang menuntutku untuk mengucapkan pernyataan ala Sherlock Holmes! Yang benar adalah- aku tidak tahu tampang pembunuh itu, atau tempat tinggalnya, atau bagaimana cara menangkapnya.” 🙂

3. Gaya penuturan Hastings– tidak seperti di kebanyakan buku lain dengan Hastings sebagai narator, di buku ini penuturan Hastings diselingi dengan bab-bab yang menggunakan sudut pandang orang ketiga. Dan hati-hati tertipu dengan bagian ini! 🙂

4. Red herring at its best – Pembunuhan ABC adalah salah satu contoh terbaik tentang penggunaan red herring dalam misteri klasik. Temukan sendiri jawabannya kalau sudah membaca buku ini ya, takutnya malah spoiler penjelasan saya 🙂

Inilah ABC Railway Guide yang menghebohkan itu. Source

Inilah ABC Railway Guide yang menghebohkan itu. Source

 

Advertisements