Tags

, , , , , , ,

liar & spyJudul: Liar & Spy

Penulis: Rebecca Stead

Penerbit: Yearling (2012)

Pages: 180p

Beli di: Periplus Surabaya (IDR 82k) – thanks Mbak Maria 🙂

Georges (huruf S-nya tidak dibaca) sangat sedih ketika seluruh keluarganya harus pindah dari rumah mereka yang menyenangkan di Brooklyn, ke sebuah gedung apartemen tak jauh dari sana karena Ayahnya di PHK dari tempatnya bekerja sebagai arsitek. Karena masalah keuangan ini juga Georges jadi jarang bertemu dengan ibunya, seorang perawat rumah sakit yang terus-menerus bekerja malam.

Georges merasa kehidupannya di apartemen pasti akan membosankan, tapi ia tidak memperhitungkan kehadiran Safer, anak laki-laki penyendiri yang terobsesi dengan kegiatan mata-mata, serta keluarganya yang eksentrik. Safer mengangkat Georges sebagai staff mata-matanya, dan berdua mereka berusaha menyelidiki Mr.X, tetangga  di apartemen yang dicurigai memiliki kehidupan kriminal yang misterius. Namun kenekatan demi kenekatan Safer semakin membuat Georges ngeri, dan akhirnya ia bertanya-tanya sejauh apa ia mengenal Safer, dan apa yang sebenarnya diinginkan oleh teman barunya itu?

Liar & Spy adalah buku Rebecca Stead kedua yang saya baca setelah terkesan dengan When You Reach Me yang memenangkan Newbery. Masih bersetting kota New York, Rebecca kini memfokuskan ceritanya pada kehidupan di gedung apartemen. Saya sendiri sudah cukup lama tinggal di apartemen, dan meski amat berbeda dengan apartemen yang ditinggali Georges, namun tetap merasa familiar dengan settingnya.

Berbalut puzzle dan misteri, serta twist di bagian akhir, Rebecca Stead kembali mampu mengecoh pembacanya hingga akhir. Ada beberapa lubang-lubang yang ia buat namun tidak mencolok, sehingga pembaca tidak sadar akan kekosongan tersebut, hingga tiba-tiba, boom! Kita dikejutkan dengan maksud si penulis di bagian akhir cerita.

Tidak secerdas When You Reach Me memang, dan jalan ceritanya juga tidak se-complicated buku tersebut, tapi Liar & Spy lebih charming, kita mau tidak mau merasa simpati dengan Georges di tempat tinggalnya yang baru, sambil merasa sebal sekaligus penasaran dengan sosok Safer dan keluarga bohemianya. Sementara itu, buku ini juga menyimpan banyak adegan lucu yang terutama melibatkan penghuni apartemen Georges.

Misalnya saja anak kecil yang suka sekali menceritakan joke “Knock,knock”. Annoying tapi tetap mengundang senyum. Atau teman-teman Georges yang selalu menghinanya tentang namanya yang aneh (S nya tidak dibaca, oke?), tapi Georges merasa aman bermain dengan Safer dan Candy (adik Safer) karena mereka mempunyai nama yang lebih aneh lagi. Oh, dan tentu saja Dad, ayah Georges, arsitek filosofis yang kadang lupa kalau ia adalah orang dewasa.

Rebecca Stead is a master of building her characters. Can’t wait for her next books!

Some clever, witty quotes from the book:

“Life is really just a bunch of nows, one after the other.”

“Life is a million different dots making one gigantic picture. And maybe the big picture is nice, maybe it’s amazing, but if you’re standing with your face pressed up against a bunch of black dots, it’s really hard to tell.”

“It’s weird, because I know Mom is right about the big picture. But Dad is right too: Life is really just a bunch of nows, one after the other.
The dots matter.”

Advertisements