Tags

, , , , , , , , ,

come tell meJudul: Come, Tell Me How You Live, an archaeological memoir

Penulis: Agatha Christie Mallowan

Penerbit: HarperCollins paperback edition (1999)

Pages: 205p

Gift from: Sel-Sel Kelabu

Sebagai penggemar berat Agatha Christie, sangatlah menarik untuk mengetahui lebih jauh tentang kehidupan penulis ini yang jauh dari kata biasa. Setelah bercerai dengan suami pertamanya, Agatha menikah dengan Max Mallowan, seorang arkeologi dan ahli benda purbakala yang mengkhususkan minatnya dengan daerah Siria. Agatha menghabiskan beberapa tahun hidupnya di tahun 1930an untuk mengikuti Max dalam petualangan menggali ke masa lampau.

Buku ini mengisahkan pengalaman Agatha selama mendampingi suaminya di daerah Siria, dari mulai perjalanan survei yang memberikan banyak kejutan, menemukan tempat untuk mereka tinggal selama penggalian di Chagar Bazar dan Brak, hingga hari-hari yang tak pernah membosankan selama penggalian berlangsung beberapa tahun.

Yang paling mengasyikkan dari buku ini adalah gaya bahasa Christie yang sangat ringan, mengalir dan penuh humor. Karena selama ini saya hanya familiar dengan tulisan Christie yang bernada misteri, maka membaca kehangatannya di sini sangatlah menyegarkan. Banyak adegan di mana Christie menertawakan kekonyolannya sendiri, terutama saat berusaha beradaptasi dengan budaya dan kehidupan di Timur Tengah yang sangat berbeda dengan budaya Inggris.

Adegan favorit saya adalah saat Agatha berusaha tidur di malam pertama rombongan mereka di markas penggalian, dan ia shock berat melihat ribuan kecoak, laba-laba dan serangga lainnya nongol saat lampu dimatikan. Karena tidak tahan, ia meminta agar tempat tidurnya dipindahkan ke halaman depan sehingga ia bisa tidur di alam terbuka.

Sementara itu, karakter-karakter yang muncul pun digambarkan dengan sangat kocak dan hidup, seolah kita ikut mengenal mereka. Max, suami Agatha yang layaknya sejarawan, suka berada di dunianya sendiri, lalu Mac, arsitek rombongan mereka yang sangat dingin seperti orang Inggris sejati, satu-satunya orang yang bisa membuat Agatha terintimidasi. Juga ada Abdullah, supir cabutan yang sepertinya malah tidak bisa menyetir, dan Isa, koki yang tidak bisa memasak. Kekacauan demi kekacauan dipaparkan Agatha dengan gaya ringan, lucu dan menarik, membuat kita seakan-akan berada di sana bersamanya.

Hanya ada dua hal yang sedikiiiit saya sayangkan dari buku ini. Yang pertama adalah banyaknya kalimat dan istilah bahasa Prancis yang digunakan Agatha di sini, tanpa ada penjelasan dalam bahasa Inggris sehingga saya terpaksa menebak-nebak maksud kalimat-kalimat tersebut.

Yang kedua, sebenarnya saya berharap ada bagian khusus yang bercerita tentang inspirasi dan proses menulis Agatha, terutama karena disebutkan bahwa Agatha memperolah inspirasi beberapa bukunya saat melakukan perjalanan ini, yaitu Murder in Mesopotamia dan Appointment With Death. Sayangnya, tidak ada bagian khusus yang bercerita tentang hal tersebut, karena fokus buku ini bukan mengenai Agatha Christie sang penulis, tetapi Agatha Christie Mallowan, istri dari seorang arkeolog.

Buku ini ditutup dengan bagian mengharukan tentang suasana Eropa menjelang dan saat Perang Dunia II, tepat saat penggalian mereka berakhir. Agatha mengingat-ingat kehidupan menyenangkan dan hangat di Siria, membandingkannya dengan Inggris yang porak poranda di saat perang.

Sebuah perjalanan menyenangkan bersama seorang penulis hebat yang kehidupannya luar biasa kaya.

Max Mallowan & Agatha Christie :) Pic from here

Max Mallowan & Agatha Christie πŸ™‚ Pic from here

Trivia

– Judul buku ini diambil dari salah satu puisi di buku Through a Looking Glass (Lewis Carroll), yang juga menjadi judul puisi Agatha Christie untuk suaminya, Max Mallowan.

– Buku ini adalah satu dari dua buku yang ditulis oleh Agatha dengan menggunakan nama Christie-Mallowan. Buku lainnya adalah Star Over Bethlehem, buku poetry dan short stories dengan tema religius.

-Robin Macartney alias Mac, arsitek pendiam yang menjadi salah satu anggota rombongan ekspedisi ke Siria, nantinya menjadi ilustrator untuk beberapa buku Christie yang bersetting Timur Tengah, seperti Murder in Mesopotamia, Death on the Nile dan Appointment with Death.