Tags

, , , , , ,

queen and iJudul: The Queen & I

Penulis: Sue Townsend

Penerbit: Penguin Books (2002)

Halaman: 271p

Beli di: Kinokuniya Plaza Senayan (IDR 101k)

Apa jadinya bila Inggris tidak lagi mengakui kehadiran monarki, dan keluarga Kerajaan yang selama ini dielu-elukan disingkirkan ke perumahaan pemerintah bersama rakyat biasa?

Pemilu tahun 1992 di Inggris membawa perubahan besar ketika partai Republik memenangkan pemilihan, dan mencabut semua hak-hak keluarga Kerajaan. Ratu Elizabeth, beserta suami, anak, menantu, cucu dan bahkan ibunya yang sudah tua, terpaksa mengungsi ke perumahan rakyat yang dibiayai oleh pemerintah.

Fasilitas Buckingham Palace yang serba mewah digantikan oleh rumah sempit dengan kondisi mengkhawatirkan, tetangga yang serba ingin tahu, dan kondisi keuangan yang tidak jelas. Prince Phillip depresi dan tidak bisa menerima kenyataan, sementara Ratu Elizabeth berusaha bertindak sebagai kepala keluarga. Namun Pangeran Charles malah menikmati perannya sebagai rakyat biasa, meski Putri Diana menghabiskan jatah tunjangan hidup mereka untuk membeli baju-baju bagus. Tanpa gelar kerajaan yang selama ini melekat erat, The Royal Family ternyata tak jauh beda dengan semua orang Inggris lainnya.

Sue Townsend meramu kisah kocak penuh kekacauan ini dengan lugas, diselingi humor-humor khas Inggris yang kering dan getir. Tidak seperti gaya humor Amerika yang lebih meledak-ledak dan penuh slapstick, humor ala Inggris ini memang bersifat lebih seperti satir, penuh sindiran terutama pada kecenderungan masyarakat memuja keluarga Kerajaan.

Karena buku ini ditulis tahun 1992, banyak fakta yang sudah tidak relevan dengan masa kini, namun terasa sangat relevan di tahun tersebut. Charles dan Diana masih bersama, namun hubungan mereka mulai retak dengan berbagai perbedaan yang ada. Ini menggambarkan pandangan orang-orang Inggris yang bahkan sudah mulai mencium masa depan suram pasangan pewaris kerajaan ini.

Yang juga kocak adalah membayangkan William dan Harry yang bermain bersama anak-anak berandalan di sekitar perumahan. Tanpa embel-embel gelar, mereka ternyata hanya anak-anak biasa.

Sementara itu, kekonyolan juga diangkat lewat berbagai printilan yang dianggap penting saat mereka semua masih merupakan keluarga Kerajaan, namun ternyata tidak ada artinya di kehidupan mereka sebagai masyarakat biasa. Misalnya saja Charles yang kebingungan harus menggunakan nama keluarga apa, saking ribetnya gelar kebangsawanannya selama ini sehingga ia bahkan tidak pernah menggunakan nama keluarganya yang asli, sampai akhirnya menjadi rakyat biasa.

Sue Townsend ingin mengemukakan betapa absurdnya konsep monarki sebenarnya, sekelompok keluarga terpilih yang turun-temurun mendapatkan privilege dan menggerogoti negara. Namun Townsend juga sekaligus mengungkapkan betapa absurdnya bila konsep monarki dihapuskan, karena sudah menjadi bagian dari warisan Inggris turun-temurun.

Yang patut dikagumi adalah sikap keluarga Kerajaan Inggris yang santai-santai saja menanggapi peluncuran buku yang sempat menjadi bestseller di Inggris ini. Tidak terbayangkan bila buku parodi tentang keluarga presiden diluncurkan di Indonesia misalnya. Bisa-bisa langsung dibredel atau dihujani tuntutan pencemaran nama baik!

Sekilas tentang House of Windsor

House of Windsor adalah sebutan untuk keluarga Kerajaan Inggris yang didirikan oleh Raja George V tahun 1917. Anggotanya yang paling terkenal sampai saat ini masih Ratu Elizabeth II, yang menjabat sejak 1952 hingga sekarang. Next in line adalah Pangeran Charles, anak tertua Ratu Elizabeth, yang merupakan salah satu ahli waris kerajaan yang menunggu paling lama untuk menjabat.

Sekilas tentang Sue Townsend

Sue Townsend adalah penulis dari Inggris yang terkenal dengan novel humornya, terutama serial Adrian Mole. Beberapa bukunya, termasuk The Queen & I, pernah diadaptasi menjadi komedi musikal di West End. Sue Townsend meninggal tanggal 10 April 2014 akibat serangan stroke. Her legacy stays forever πŸ™‚

Submitted for:

Posbar Tema Buku Humor bulan Mei 2014

Posbar Tema Buku Humor bulan Mei 2014