Tags

, , , , , , , , , ,

saving-ceecee-honeycuttJudul: Saving CeeCee Honeycutt

Penulis: Beth Hoffman

Penerbit: Abacus paperback original (2012)

Halaman: 312p

Beli di: Book Depository (USD 4,50, bargain!)

CeeCee Honeycutt selalu tahu ada yang tidak beres dengan ibunya, Camille Sugarbaker Honeycutt, mantan Vidalia Onion Queen tahun 1951. Camille tidak bisa lepas dari masa lalunya di Savannah, masih menganggap dirinya ratu kecantikan, pergi ke mana-mana dengan memakai baju prom tua dan tiara, serta belanja di toko pakaian bekas. Di umur 12 tahun, CeeCee terpaksa mengurus ibunya yang dianggap semua orang “miring”, sementara ayahnya seolah menelantarkan mereka dan melarikan diri lewat pekerjaannya.

Ketika tragedi menghampiri keluarga mereka dan Camille meninggal dunia, CeeCee tidak tahu harus pergi ke mana. Satu-satunya teman yang ia miliki hanyalah Mrs. Odell, tetangga sebelah rumah yang sudah tua. Untunglah ada Aunt Tootie, bibi buyutnya yang menjemput dan membawanya dari Michigan yang dingin ke Savannah di selatan, tempat asal keluarga ibunya.

Di Savannah, CeeCee bertemu dengan beragam karakter perempuan yang menginspirasinya, dari mulai Aunt Tootie yang meskipun janda namun sangat aktif melestarikan bangunan-bangunan kuno di Savannah, lalu Oletta, perempuan kulit hitam yang membantu di rumah Aunt Tootie dan menjadi sahabat pertama yang CeeCee miliki, juga Miz Goodpepper, tetangga Aunt Tootie yang misterius, yang hidupnya selalu bebas dan mengikuti kata hatinya. Dari para perempuan ini, CeeCee belajar banyak hal, bahwa hidupnya masih panjang dan masa lalu yang menyedihkan bukan berarti menghalanginya untuk memperoleh masa depan yang cerah.

Setting musim panas tahun 60-an di daerah selatan Amerika menimbulkan perasaan yang damai, santai dan menyenangkan di sepanjang buku. Meski demikian, setting yang indah tidak diimbangi dengan kedalaman plot dan karakter, dan saya tetap merasakan beberapa kekurangan dalam buku ini.

Banyak isu yang potensial untuk dibahas lebih mendalam, namun oleh Beth Hoffman ditinggalkan begitu saja di permukaan. Misalnya, saat CeeCee pergi bersama Oletta dan teman-temannya yang berkulit hitam, dan menyaksikan kejahatan rasial di depan matanya. Seharusnya adegan ini bisa diangkat lebih detail, dengan latar belakang isu diskriminasi rasial di daerah Selatan pada masa itu. Tapi penyelesaian masalah tersebut ditinggalkan dengan mudah, segala sesuatu beres dengan sendirinya.

Dan banyak lagi contoh lain potongan-potongan kisah yang sepertinya mengarah ke isu yang serius, namun diselesaikan dengan terlalu mudah oleh Hoffman. Beberapa karakter dalam buku ini pun terasa kurang digali dengan dalam, sehingga terasa flat atau satu dimensi saja, entah itu menyebalkan sekali, atau baik hati tanpa cela. Setiap konflik berakhir mulus tanpa ada penyelesaian yang benar-benar mendalam dan mengijinkan karakternya untuk berkembang.

Banyak yang mengkategorikan buku ini sebagai adult fiction, tapi kalau melihat alur ceritanya yang ringan, konflik yang setengah-setengah dan penyelesaian mudah di permukaan, saya lebih setuju untuk mengkategorikan buku ini ke dalam young adult atau coming of age fiction. CeeCee sebagai narator, meski menyenangkan, juga kurang bisa meyakinkan pembaca akan konflik batin yang dirasakannya sebagai anak tunggal dari ibu yang memiliki kelainan jiwa. Sayang memang. Padahal buku ini punya potensi yang cukup besar untuk menjadi buku seperti The Help dengan latar belakang Amerika di kawasan selatan tahun 60-an.

Savannah, Georgia

Savannah adalah salah satu kota yang paling indah dan menjadi tujuan turis di Georgia, negara bagian sebelah selatan Amerika Serikat. Ciri khasnya termasuk pohon-pohon raksasa berkanopi yang menaungi jalan dan taman di kota ini, downtown yang penuh dengan jalanan beralas batu-batu, serta bangunan tua bersejarah yang besar namun terpelihara baik (salah satu kegemaran Aunt Tootie!).

Berikut beberapa foto-foto dari berbagai sumber yang menggambarkan kota Savannah. No wonder CeeCee betah banget tinggal di kota ini🙂

 

Women Life in the Southern States

Georgia adalah salah satu negara bagian Amerika Serikat yang termasuk dalam daerah “Selatan”. Beberapa negara bagian lain misalnya Mississippi, Tennessee, Alabama atau Texas. Peran perempuan di daerah ini, terutama di era 60-70-an, sangat berbeda dengan di daerah utara atau barat Amerika. Menurut Lilian Smith, peran wanita saat itu dibagi menjadi 2 bagian besar: wanita kulit hitam dan kulit putih. Wanita kulit hitam biasanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, koki atau pengasuh anak untuk keluarga kulit putih. Hebatnya lagi, selain bekerja fulltime, mereka juga biasanya menjadi tulang punggung keluarga, karena justru banyak laki-laki kulit hitam di era tersebut yang menjadi kriminal, pengangguran dan tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya. Atau kalaupun bekerja, biasanya gajinya malah lebih kecil dibandingkan yang diperoleh istrinya. Di buku CeeCee Honeycutt, para perempuan kulit hitam diwakili oleh kehidupan Oletta dan teman-temannya.

Sementara itu, peran perempuan kulit putih biasanya lebih sebagai “pemanis”, mendampingi suami mereka dan memaintain status mereka sebagai “penguasa daerah Selatan”, lengkap dengan old money: rumah tua besar yang sudah ada dalam keluarga turun temurun, dan status terhormat di masyarakat. Di buku ini, peran perempuan kulit putih sedikit didobrak oleh Aunt Tootie dan Miz Goodpepper yang termasuk mandiri, bebas mengikuti kata hati mereka, dan bahkan berteman baik dengan Oletta sang pengurus rumah. Mereka berusaha memperbaharui Southern Tradition, alih-alih menerapkannya dengan membabi buta🙂

Submitted for:

Posbar Tema Buku Perempuan bulan April 2014

Posbar Tema Buku Perempuan bulan April 2014