Tags

, , , , , , ,

girl in parkJudul: The Girl In The Park

Penulis: Mariah Fredericks

Penerbit: Schwartz & Wade Books, First Edition (2012)

Halaman: 217p

Beli di: Better World Books (USD 7.48)

Hidup Rain berubah total saat Wendy, mantan sahabatnya di sekolah, ditemukan terbunuh di Central Park. Semua orang menganggap Wendy sebagai cewek yang suka bersenang-senang, dengan hobi merebut pacar orang lain. Kematiannya dihubungkan dengan berbagai dugaan buruk, apalagi terjadi setelah Wendy pergi dari sebuah pesta- dengan cowok incarannya yang juga pacar cewek populer di sekolah mereka.

Namun Rain tidak ingin percaya dengan semua gosip yang didengarnya- baik dari teman-teman sekolah maupun koran gosip New York. Ia masih ingat jelas sosok Wendy, yang -sebelum dikenal sebagai cewek liar di sekolah mereka- adalah teman terbaiknya, yang meningkatkan rasa percaya dirinya yang rendah akibat mulutnya yang sumbing (meski sudah dioperasi saat kecil). Wendy mendesak Rain untuk bahagia menjadi dirinya sendiri- dan bahkan bangga menjadi sosok yang berbeda.

Rain bertekad untuk menyelidiki kematian Wendy- mencurigai teman-teman sekolahnya sendiri, mulai dari cewek populer yang pacarnya berusaha direbut Wendy, sampai cowok-cowok yang pernah berpacaran dengan Wendy. Apakah pembunuhnya sesuai dengan dugaan Rain?

The Girl In The Park sudah lama berada dalam wishlist saya karena saya tergoda membaca sinopsisnya- pembunuhan dengan latar SMA elite di Manhattan tidak bisa tidak mengingatkan saya pada serial Gossip Girl yang terkenal. Segala macam intrik persahabatan, persaingan, dan permusuhan antar anak sekolah dari keluarga kaya, dibumbui misteri pembunuhan, terlalu sayang untuk dilewatkan.

Namun meski premisnya cukup menarik, eksekusi Mariah Fredericks di buku ini tidak sesuai ekspektasi saya. Rain memang cukup menyenangkan sebagai karakter utama, tapi saya tidak bisa relate dengan Wendy. Cewek yang berusaha jadi populer tapi akhirnya malah seperti bitchy, tidak bisa mengundang simpati saya meski ia adalah korban dalam cerita ini. Mungkin karena itu juga saya jadi tidak terlalu peduli dengan hasil penyelidikan Rain. Bagaimanapun, karakter korban merupakan faktor penting dalam suatu kisah pembunuhan, dan Wendy bukanlah seseorang yang mudah disukai- meski Rain tentu berpendapat lain.

Karakter-karakter lainnya, para tersangka Rain, juga digambarkan dengan tidak terlalu meyakinkan. Fredericks tampak tertatih-tatih dalam menyajikan petunjuk demi petunjuk, dan terlihat ragu ingin membawa prasangka pembaca ke arah mana. Karena itulah, twist di akhir cerita juga tidak se “menendang” yang saya harapkan. Ya, ada beberapa kejutan dan aha moment, tapi tidak sekuat yang saya inginkan dari kisah misteri model begini. Mungkin karena target pembaca Young Adult juga, kisah yang harusnya bisa lebih gelap dan misterius, akhirnya hanya terasa seperti setengah matang. Sayang memang.

Recommendations

Kisah pembunuhan di sekolah adalah salah satu genre favorit saya. Saya suka kisah misteri yang juicy, apalagi dengan latar belakang anak sekolahan, kampus atau sejenisnya. Intrik antar geng dan saling mencurigai di dalam pertemanan selalu menjadi bumbu yang asyik. Berikut beberapa yang sudah pernah saya baca dan kesan-kesan saya:

Cat Among The Pigeons (Agatha Christie)

Kisah seru ala Hercule Poirot. Pembunuhan demi pembunuhan terjadi di asrama puteri Meadowbank yang biasanya adem dan terhormat. Mengingatkan dengan buku-buku Enid Blyton tapi dibumbui twist ending yang super seru 🙂

Special Topics in Calamity Physics (Marisha Pessl)

One of my faves! Ceritanya tentang guru perempuan yang terbunuh, dan rahasia gelap hidupnya yang berusaha dikuak oleh sebuah geng anak-anak populer di sekolahnya. Tapi Blue, anggota terbaru geng itu, mencium sesuatu yang lebih kelam. Buku ini yang membuat saya resmi menjadi fans berat Pessl.

The Secret History (Donna Tartt)

Sebenarnya menurut saya buku ini agak overrated karena karakter-karakternya yang terlalu pretensius. Tapi cerita tentang sekelompok mahasiswa di kampus elit Amerika yang melakukan pembunuhan berencana terhadap salah satu anggota gengnya memang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Hickory, Dickory, Dock (Agatha Christie)

Satu lagi persembahan Agatha Christie 🙂 Kali ini settingnya di kos-kosan mahasiswa internasional di London. Pembunuhan dan segala jenis peristiwa aneh muncul di sini, memaksa Poirot untuk turun tangan. Meski kisahnya nggak seseru Cat Among the Pigeons, tapi malah jadi favorit saya karena karakter para mahasiswa internasional ini pas banget beradu dengan Poirot yang orang asing 🙂

The Rule of Four (Ian Caldwell & Dustin Thomason)

Sayang buku ini belum sempat saya review. Kisahnya lumayan seru karena berlatar di sebuah kampus ivy league, Princeton. Detail banget settingnya karena penulisnya memang alumni Princeton. Kisah pembunuhan, konspirasi dan kode-kode ala Dan Brown memang tidak terlalu orisinal. Tapi tetap seru dan masih bisa dinikmati kok 🙂

Kalau masih penasaran dengan genre ini, silakan cek list Goodreads yang ini. Banyak buku seru yang tiba-tiba masuk ke wishlist saya 😀