Tags

, , , , , , , , , ,

lottie projectJudul: The Lottie Project

Penulis: Jacqueline Wilson

Penerjemah: Novia Stephanie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2006)

Halaman: 280p

Beli di: Gramedia Shocking Sale Citraland (IDR 15k, bargain!)

Charlie tidak pernah suka dipanggil dengan nama aslinya, Charlotte, oleh siapa pun. Namun justru itulah yang dilakukan oleh Miss Beckworth, guru baru di kelasnya. Belum hilang kekesalan Charlie, Miss Beckworth juga memisahkannya dari sahabat-sahabatnya, Lisa dan Angela, dan malah mendudukkannya di sebelah Jamie, cowok paling sok tahu dan menyebalkan di seantero kelas. Ditambah lagi, Jo, ibu yang sangat dekat dengannya, belakangan malah bertingkah aneh, dan menjalin hubungan dengan seorang pria.

Satu-satunya pelarian Charlie adalah proyek tentang zaman Victoria yang ditugaskan oleh Miss Beckworth. Charlie memutuskan untuk menulis kisah tentang Lottie, seorang pengasuh anak yang seumuran dengannya dan hidup di zaman Victoria. Anehnya, kisah-kisah Lottie seolah benar-benar menjelma menjadi kenyataan dalam hidup Charlie!

Saya belum bisa menyatakan diri saya sebagai fans Jacqueline Wilson, karena selain memang baru membaca sedikit buku-bukunya, saya juga masih agak parsial terhadap isu-isu yang diangkat oleh Wilson.

Buku ini misalnya, sebenarnya cukup menarik, menggabungkan kisah anak sekolah modern dengan sempalan cerita zaman Victoria yang kuno. Namun, saya kurang setuju dengan beberapa isu yang diangkat dalam The Lottie Project.

Salah satunya adalah tentang hubungan Charlie dan Jo yang digambarkan terlampau dekat dan saling bergantung. Memang betul Jo adalah single mother yang membesarkan Charlie sendirian, tapi perlakuannya pada Charlie yang masih anak-anak terasa berlebihan, terutama karena Jo lebih berperan sebagai teman daripada orang tua. Alih-alih seperti hubungan Lorelai dan Rory dalam Gilmore Girls, di sini Charlie yang masih berusia 11 tahun malah terlihat seperti remaja karbitan.

Sebenarnya saya suka dengan penggambaran karakter dan plot dalam buku ini yang tidak biasa ditemui di buku anak-anak: orang tua tunggal, kakek-nenek yang snob, perjuangan melawan kemiskinan, sampai kasus anak kecil yang menghilang. Tapi beberapa memang tampak terlalu berat untuk ukuran buku middle grade (terutama di belahan dunia kita), dan mungkin lebih cocok untuk young adult atau remaja.

Butuh pemahaman mendalam dan bimbingan orang tua untuk anak-anak yang memang tertarik membaca kisah-kisah Tante Wilson ini. Saya sendiri sebagai orang tua, agak kecewa dengan penggambaran Jo dalam buku ini, yang terlihat egois, kekanakan, dan tidak membantu Charlie menjadi lebih dewasa- ia malah memaksa Charlie untuk memahaminya.

Submitted for:

aname-1