Tags

, , , , , , , , , ,

nanny diariesJudul: The Nanny Diaries (Buku Harian Nanny)

Penulis: Emma McLaughlin & Nicola Kraus

Penerjemah: Siska Yuanita

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2003)

Halaman: 408p

Beli di: Omunium (IDR 30k)

Nanny adalah mahasiswa jurusan perkembangan anak yang sedang menginjak semester akhir di NYU. Ia juga bekerja sebagai pengasuh anak untuk keluarga-keluarga kaya di Manhattan. Hidupnya berubah total saat ia menerima pekerjaan di keluarga X untuk mengasuh Grayer, anak mereka yang berumur 4 tahun.

Nanny tersedot masuk ke dalam gaya hidup keluarga Park Avenue yang penuh intrik: perselingkuhan, pesta-pesta dengan goodybag ribuan dollar, majikan perempuan yang culas, dan playdate dengan anak-anak manja keluarga lain yang tak kalah kayanya.

Hidup Nanny semakin menggila ketika ia harus berkutat dengan thesisnya, cowok keren tetangga keluarga X, Mrs X yang membuatnya kerja rodi, dan selingkuhan Mr X yang menjebaknya untuk ikut dalam rahasia busuk mereka. Apakah Nanny sanggup meninggalkan pekerjaan itu- meski ia telah jatuh cinta sepenuhnya pada Grayer?

Saya membaca ulang buku ini setelah sekian tahun karena ingin membaca sequelnya, The Nanny Returns yang ada di timbunan. Ternyata saya masih tetap menyukai buku ini, yang tema ceritanya cukup orisinil bila dibandingkan dengan kisah chicklit sejenis.

Saya suka dengan penuturan duo Emma McLaughlin dan Nicola Kraus, yang sebagai mantan pengasuh anak di New York, tahu benar apa yang mereka bicarakan, sehingga keluarga X dengan segala intriknya terasa sangat hidup. Setting high society di NYC juga cukup real, lengkap dengan tempat-tempat gaul untuk anak-anak keluarga kaya di kota tersebut.

Saya juga merasa tertarik mengulang buku ini karena usia Grayer yang sama dengan Yofel- dan membandingkan gaya orang tua Manhattan membesarkan putra mereka yang berusia 4 tahun dengan apa yang saya lakukan, sangatlah hilarious.

Bayangkan, Grayer sudah les bahasa Prancis, mengunjungi museum seni, dan kursus piano klasik sejak sangat kecil. Sementara itu, ia juga sibuk ikut tes untuk masuk TK yang prestigious. Dan semata-mata hanya untuk gengsi orang tuanya saja.

Tapi ketika saya sedang tertawa-tawa membaca kehebohan ala keluarga Manhattan, saya seperti diingatkan dengan beberapa blog ibu-ibu sosialita Jakarta yang juga sibuk mencarikan tempat les bahasa asing untuk anaknya, membelikan baju bermerek, mengajak liburan ke tempat-tempat mahal, sampai persiapan masuk TK super mahal di Jakarta. Hmm.. It’s not that much different anyway ya🙂

Satu-satunya ganjalan menurut saya adalah terjemahan buku ini, yang meskipun masih enak diikuti, tapi kadang tidak bisa menggambarkan beberapa istilah dan joke-joke para penulis yang penuh sarkasme dan sedikit witty. Saya ingat, dulu pernah membaca versi bahasa Inggris buku ini, dan kenikmatannya memang sedikit berbeda.

Buku kedua serial ini tidak mendapat rating sebaik pendahulunya, tapi saya masih cukup penasaran dengan nasib Grayer setelah beranjak remaja.

Nanny Diaries sudah diangkat ke layar lebar, dengan Scarlett Johansson sebagai Nanny, dan Laura Liney sebagai Mrs. X yang super jutek. Ada juga penampilan Chris Evans sebagai Harvard Hottie, cowok keren incaran Nanny. Dalam film, nama Nanny diubah menjadi Annie.

nanny diaries2

Submitted for:

aname-1