Tags

, , , , , , ,

sebastianJudul: The Marvelous Misadventures of Sebastian

Penulis: Lloyd Alexander

Penerbit: Puffin Books (2000)

Halaman: 204p

Beli di: Bras Basah, nitip ke Dewi (SGD 2,90, bargain price!)

Sebastian adalah pemain biola keempat di rumah Baron Purn-Hessel, namun suatu insiden menyebabkannya diberhentikan dari pekerjaannya itu dan diusir dari rumah sang Baron. Sebastianpun terpaksa melanglang buana, mencari kehidupan yang lebih baik di luar sana.

Namun yang tidak dia sadari, kehidupan di luar ternyata sedang sangat sulit, terutama setelah sang Regent yang baru mulai memerintah. Regent tersebut terkenal kejam, menindas rakyat dengan aturan yang hanya menguntungkannya saja, dan menghukum mati orang-orang yang tidak menurut.

Petualangan Sebastian berubah seru saat ia tidak sengaja bertemu dengan Princess Isabel -putri pewaris kerajaan- yang sedang menyamar menjadi anak laki-laki karena melarikan diri dari sang Regent. Sebastian berusaha membantu Isabel mencapai tempat pamannya yang aman di utara- meski ia harus menghadapi serangkaian kejadian aneh dan mendebarkan, seperti: dikejar-kejar oleh tukang cukur gila, bertemu beruang yang suka dansa, naik ke angkasa dengan balon raksasa, dan bertemu biola ajaib yang kata orang sudah dikutuk.

Namun Sebastian adalah seorang optimis sejati, yang yakin bahwa di setiap masalah pasti ada jalan keluar, betapapun kecil kemungkinannya.

Buku ini adalah kisah singkat yang manis tentang petualangan, persahabatan dan kepahlawanan, yang bersetting di realm ciptaan Lloyd Alexander, Hamelin-Loring, kerajaan abad ke-18 yang terinspirasi dari kecintaannya pada musik klasik.

Petualangannya cukup seru, meski alurnya gampang ditebak, dan banyak selipan humor sekaligus pelajaran hidup yang masih bisa dicerna oleh target pembacanya yaitu middle grader. Endingnya pun tidak tipikal fairy tale karena dibuat cukup realistis.

Yang agak sedikit mengganggu bagi saya adalah gaya bahasa yang digunakan- yang untuk ukuran buku anak-anak, cukup rumit juga. Mungkin karena setting yang digunakan adalah kerajaan abad 18, gaya bahasa tokoh-tokohnya, terutama sang puteri, memang sangat berbunga-bunga dan berbelit-belit. Sampai agak pusing juga membacanya.

Tapi saya suka dengan judul tiap bab yang dibuat sangat menarik. Misalnya “How Sebastian Had a Bucket on His Head”, “How Sebastian Danced with a Bear”, atau ” How Sebastian Reached for the Moon”. Kreatif dan unik.

Overall, buku ini adalah buku petualangan yang cukup mengasyikkan bagi anak-anak. Tidak terlalu memorable, tapi menyenangkan.

Trivia:

  • Buku ini diterbitkan pertama kali tahun 1970 dan memenangkan penghargaan National Book Award.
  • Lloyd Alexander sebelumnya terkenal dengan serial The Chronicles of Prydain, yang terdiri dari 5 buku dan mendapatkan dua penghargaan Newbery. Sebastian adalah buku pertama yang ia tulis setelah menamatkan serial Prydain.
  • Dalam buku petualangan Sebastian ini, Lloyd Alexander mengangkat dua hal yang menjadi kecintaannya dalam hidup: biola dan kucing (melalui tokoh Presto yang menjadi hewan seperjalanan Sebastian).

Submitted for:

aname-1