Tags

, , , , , , , , , , , ,

lockwoodJudul: Lockwood & Co., The Screaming Staircase

Penulis: Jonathan Stroud

Penerjemah: Poppy D Chusfani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Halaman: 424p

Beli di: @HobbyBuku (IDR 70, disc 20%)

“Ketika aku menoleh kembali, gadis itu sudah lebih dekat, hampir berada di landasan. Wajahnya masih tertutup bayangan, tapi sinar-gaib yang melayang di sekitar tubuhnya lebih terang daripada tadi. Pergelangan tangannya yang kurus tampak kaku di sisi tubuh, jemarinya bengkok seperti kail pancing. Kakinya yang telanjang sangat kurus.”(P 36)

Menyegarkan. Itulah kesan pertama saya saat mulai terhipnotis masuk ke dunia London-nya Lucy Carlyle yang dengan jenius diciptakan oleh Jonathan Stroud. Di tengah gempuran kisah dystopia/science fiction/paranormal/dan sejenisnya yang menguasai ranah fantasi Young Adult, Stroud hadir dengan ide yang berbeda.

Kisah hantu klasik era 80-an (ingat Goosebumps atau Ghostbuster?) direka ulang dengan nuansa yang penuh horror sekaligus humor. Mirip dengan gayanya saat menciptakan sosok jin lovable di serial terdahulunya, Bartimaeus, kini Stroud memperkenalkan Anthony Lockwood, tokoh sentral yang penuh kharisma sekaligus rahasia, dan tak lupa, menambahkan bumbu kekonyolan di sepanjang cerita.

Lucy Carlyle adalah seorang anak perempuan yang sedari kecil memiliki Bakat Daya Dengar. Ia bisa mendengar hantu, dan ini merupakan salah satu dari tiga Bakat yang dihargai sejak Inggris ditimpa Masalah, yaitu dikuasai oleh banyaknya penampakan dan kehadiran Pengunjung (alias hantu) yang menebarkan ketakutan dan kematian.

Lucy berasal dari kota kecil di utara Inggris, namun insiden di agensi pembasmi hantu tempatnya bekerja memaksa ia untuk hijrah ke London. Di London, Lucy yang berharap bisa masuk ke salah satu agensi terkemuka, terpaksa puas mendapat kerja di agensi pembasmi hantu paling kecil di kota itu, yaitu Lockwood & Co. Anthony Lockwood sang pemimpin adalah remaja penuh kharisma dan masa lalu misterius, sementara satu-satunya rekan Lucy yang lain, George, adalah pemuda gemuk yang doyan makan, pemarah, namun punya kemampuan riset yang mumpuni. Bertiga, mereka berusaha memecahkan kasus-kasus yang datang dari klien.

Namun ketika sebuah kasus berakhir dengan malapetaka, Lockwood dan rekan-rekannya dihadapkan pada kemungkinan terburuk: menutup agensi mereka. Satu-satunya jalan keluar adalah memenuhi undangan seorang klien misterius yang kaya raya, untuk menginap di rumah paling berhantu di Inggris. Mampukah mereka?

Awal membaca buku ini saya cukup deg-degan, karena saya termasuk orang yang penakut. Untunglah, ternyata buku ini, meskipun penuh adegan menegangkan, memang ditulis untuk pembaca middle grade, jadi kesan horrornya masih bisa saya terima dengan baik. Stroud adalah pencerita yang hebat, seperti biasa mampu menggabungkan unsur misteri, petualangan dan humor dengan cemerlang.

Jika sebelumnya Stroud berhasil menciptakan Inggris sebagai negara penyihir, kini ia bermain-main dengan ide Inggris yang diserbu oleh hantu– tanpa sebab yang jelas (yang pastinya akan terpecahkan saat serial ini berakhir). Beberapa istilah yang awalnya membingungkan, cepat terasa akrab bagi pembaca, seperti jenis-jenis hantu dan penampakan, juga senjata-senjata yang lazim digunakan untuk membasmi hantu.

Saran saya, bukalah bagian glosarium di belakang buku kalau menemukan istilah yang agak aneh, karena semua dijelaskan di sana. Saya sendiri terlambat menyadari kehadiran glosarium ini dan terpaksa menebak-nebak beberapa istilah asing di awal kisah.

Tidak seperti buku-buku pendahulunya, kini Stroud konsisten menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu Lucy, sebagai narator. Untungnya Lucy digambarkan cukup menyenangkan, tangguh namun tidak sok jago, memiliki kelemahan dan selera humor juga. Nyaris seperti Katniss di trilogi Hunger Games.

Terjemahan buku ini pun bisa dibilang sangat baik, Poppy D Chusfani bukan nama asing sebagai penerjemah buku-buku Stroud yang diterbitkan oleh Gramedia. Meskipun saya masih bertanya-tanya, kenapa staircase diterjemahkan sebagai undakan ya? Bedanya sama tangga apa?

Satu komentar saya yang agak bersifat kritik mungkin hanya pada covernya. Cover buku ini sebenarnya cukup inovatif, terdiri dari lubang kunci yang di baliknya ada sesosok hantu. Namun ini sebenarnya kurang cocok karena hantu yang digambarkan di cover tidak sesuai dengan kasus-kasus yang ditangani Lockwood & Co. Dan juga. Sepertinya GPU berusaha agak terlalu keras untuk memperlihatkan buku ini sebagai kisah mengerikan, padahal sebenarnya bukan murni horror (agak mengingatkan saya dengan kasus cover Miss Peregrine).

Tampak depan

Tampak depan

Tampak dalam.

Tampak dalam.

Overall, saya merekomendasikan buku ini pada setiap orang yang kangen dengan kisah fantasi yang berbeda, yang lebih klasik, tanpa melibatkan vampir dan manusia serigala πŸ™‚

Good News!

Buku kedua Lockwood & Co. siap beredar September 2014, dengan judul sementara The Whispering Skull. Kisahnya tentu masih berkisar di antara perburuan hantu, misteri Masalah di Inggris, persaingan Lockwood & Co. dengan agensi-agensi besar di London, dan tentu saja, hubungan antara ketiga rekan kerja tersebut. Hmmmm… mungkin nggak yaaa… Lucy dan Lockwood akhirnya jadi lebih dari sekadar teman kerja? πŸ˜€

 

 

Advertisements