Tags

, , , , , , , , , , ,

wedding officerJudul: The Wedding Officer (Pejabat Pernikahan)

Penulis: Anthony Capella

Penerjemah: Gita Yuliani K.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2008)

Halaman: 568p

Beli di: @vixxio (IDR 10k, bargain!)

 

 

Appetizer 1:
Burrata, kantong kecil mozzarella terbaik dan segar, berisi krim sapi dan terbungkus daun asphodel.

Pic from here.

Pic from here.

Livia Pertini adalah putri seorang pemilik restoran mungil di Fiscino, sebuah desa di lereng Gunung Vesuvius, selatan Italia. Livia sangat piawai memasak dan dialah yang menjadi ujung tombak usaha keluarganya tersebut. Pertemuannya dengan seorang tentara bernama Enzo berujung pada pernikahan, membawa Livia terpaksa meninggalkan desa tercintanya dan hidup di kota Napoli.

Appetizer 2:
Bocconcini, keju berbentuk tetesan yang dibungkus dalam irisan ham prosciutto lembut.

Pic from here.

Pic from here.

Kapten James Gould adalah seorang tentara Sekutu, berasal dari Inggris dan ditugaskan di Napoli tahun 1943, saat Sekutu sudah berhasil menguasai Italia bagian selatan di Perang Dunia II. Suasana peralihan kekuasaan dari Jerman ke Sekutu membuat Napoli menjadi kota yang penuh kekacauan. Pasar gelap merajalela, gadis-gadis Italia menuntut untuk dinikahi oleh para tentara Sekutu dan dibawa pergi dari Italia ketika perang berakhir. James adalah Pejabat Pernikahan, dan tugasnya termasuk mencegah tentara Sekutu menikah dengan gadis-gadis lokal. Sikapnya yang khas Inggris dan kaku, serta taat peraturan, membuatnya sulit beradaptasi dengan kekacauan Napoli.

Main course 1:
Fettucine yang diaduk dengan saus tomat, minyak zaitun dan bawang cincang. Ditaburi seledri dan bawang putih, dan dihiasi daun kemangi.

Pic from here.

Pic from here.

Perang membuat Enzo pergi dari hidup Livia, memaksa Livia untuk bertahan hidup dan kembali ke keluarganya. Seorang mafia lokal terus mengganggunya dan menginginkan Livia menjadi istrinya. Livia pun kabur kembali ke Napoli, dan suatu kejadian membuatnya mendapat pekerjaan di kantor tentara Sekutu, tempat James bekerja sebagai Pejabat Pernikahan. Hubungan James dan Livia berkembang, dan kekakuan Inggris James pun mulai luntur- namun ada satu masalah, sebagai Pejabat Pernikahan, ia tak boleh memiliki kekasih gadis Italia!

Main Course 2:
Melanzane alla parmigiana: terong yang dipanggang dengan lapisan tomat, bawang putih dan tanaman bumbu, dan dilapisi keju panggang.

Pic from here.

Pic from here.

Di tengah perang yang berkecamuk, Gunung Vesuvius meletus, menambah kekacauan di tengah penduduk Italia. Desa Livia hancur, dan ia terpaksa mengandalkan Alberto untuk menyelamatkan keluarganya. Namun rencana jahat justru membawa Livia ke medan perang, menjauhkannya dari James. James yang ingin mencari Livia pun akhirnya terpaksa menyusul ke garis depan, di mana tentara Jerman masih berusaha melawan Sekutu.

Dessert:
Irisan aprikot yang dicelup di dalam anggur.

Pic from here.

Pic from here.

Ini adalah buku Anthony Capella yang pertama kali saya cicipi, dan ternyata cita rasanya cukup sesuai dengan selera saya. Capella memang terkenal dengan kelihaiannya meramu kisah cinta dengan latar belakang kuliner, dan The Wedding Officer cukup bisa mewakili reputasinya.

Kisah romans yang manis ini dibalut dengan setting Perang Dunia II, kerumitan suasana peralihan kekuasaan, perbedaan budaya, dan tentunya, selingan berupa resep-resep masakan khas Italia yang dimasak oleh Livia.

Meski endingnya predictable seperti kisah romans pada umumnya, tapi detail-detail perjalanan cinta Livia dan James digambarkan dengan cukup baik, ditambah beberapa konflik yang masih bisa mudah diterima.

Keluhan saya hanyalah di bagian akhir buku, ketika terjadi peristiwa beruntun-runtun: gunung meletus, pertempuran garis depan, sampai perjumpaan dengan kaum gerilyawan. Setelah suasana santai dan penuturan yang cukup lambat di bagian awal buku, sepertiga akhir kisah ini justru terlalu penuh kejutan dan alur cepat, seolah ingin buru-buru menambahi bumbu keseruan dalam waktu singkat.

Tapi layaknya makanan yang sudah disajikan dengan bumbu yang pas, tambahan bumbu yang sedikit berlebih di bagian akhir justru bisa merusak cita rasa hidangan secara keseluruhan. Inilah yang saya rasakan saat menyelesaikan cerita, sehingga terpaksa mengurungkan niat memberi bintang 4, dan akhirnya menghadiahi 3 bintang saja untuk sajian Capella kali ini.

Mungkin, hidangan-hidangan berikutnya bisa lebih menggugah selera saya dan menghasilkan bintang yang lebih tinggi!

Last drink
Limoncello: minuman beralkohol yang terbuat dari campuran ekstrak lemon dan sirup manis.

Pic from here.

Pic from here.

  • Genre Culinary Fiction (atau sering disebut juga sebagai Foodie Fiction) adalah salah satu genre yang cukup populer sekarang ini. Biasanya, unsur makanan akan menjadi latar belakang yang kuat dari cerita yang disajikan, baik melalui resep-resep yang dihidangkan para karakternya, suasana dapur, cafe atau restoran, serta sejarah tempat yang berpadu dengan sejarah makanan khasnya. Penjabaran tentang makanan dibuat dengan cukup detail, dan kepiawaian penulis mendeskripsikan hidangan dalam kisahnya biasanya sanggup membuat pembaca merasa lapar berat.
  • Anthony Capella telah menulis lima buah novel, empat di antaranya termasuk genre culinary fiction. Novelnya yang terbaru adalah Love and Other Dangerous Chemicals, terbit tahun 2012. Anthony sangat menyukai culinary traveling, dan makanan Italia favoritnya termasuk white truffle risotto, baby octopus, dan tentu saja, pizza.

Submitted for:

Posbar Tema Kuliner bulan Februari 2014

Posbar Tema Kuliner bulan Februari 2014