Tags

, , , , ,

orang tanahJudul: Orang-Orang Tanah

Penulis: Poppy D.Chusfani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Halaman: 200p

Beli di: @HobbyBuku (42k disc 15%)

Jangan tertipu dengan desain cover buku yang sangat imut ini, karena ke-9 cerita pendek yang ada di dalamnya sama sekali bukan ditujukan bagi anak-anak. Sebaliknya, tema yang diangkat, meskipun berlatar belakang fantasi, justru kental dengan nuansa dewasa.

Salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah “Pondok Paling Ujung”. Kisahnya bercerita tentang seorang penulis perempuan yang sedang menyepi ke sebuah pondok terpencil untuk menyelesaikan novelnya. Tapi apa yang dia temukan di pondok itu ternyata benar-benar di luar dugaan dan akan mengubah hidupnya. Cerita ini bikin merinding dan bahkan membuat saya mimpi buruk karena membacanya di malam hari.

Kisah lain yang juga jadi favorit saya adalah “Lelaki Tua dan Tikus”. Tentang seorang perempuan korban kekerasan rumah tangga yang mempunyai tetangga laki-laki tua dengan perilaku aneh dan misterius- termasuk suka memelihara tikus!

Sedangkan “Sang Penyihir” lebih berbau-bau seperti kisah fantasi luar, dengan tokoh seorang gadis penyihir yang dibantai oleh penduduk desanya dan akhirnya membalas dendam lewat hal tak terduga.

Poppy D.Chusfani adalah seorang pencerita yang baik. Ia berhasil keluar dari pakem penulisan cerita pendek lokal yang kebanyakan didominasi oleh kisah cinta dan perjalanan. Terobosan kisah-kisah fantasinya terasa menyegarkan, menyimpan kejutan yang cukup sulit ditebak di bagian endingnya.

Meski begitu, saya merasa ada beberapa hal yang terlalu tipikal dan klise dalam kumpulan cerpen ini, terutama latar belakang yang seringkali menyangkut hal-hal yang sama: kekejaman ibu tiri atau kekerasan lelaki terhadap perempuan, dan bagaimana sang korban membalas dendam. Poppy sepertinya suka bermain-main di ranah “pembalasan dendam tak terduga oleh kaum lemah yang tertindas”. Makanya cerita favorit saya adalah “Pondok di Ujung Jalan”, yang memang terasa paling berbeda dibandingkan yang lain.

Bagaimanapun, two thumbs up untuk Poppy dan kisah-kisah pendeknya yang memukau. Ditunggu kejutan selanjutnya 🙂

Advertisements