Tags

, , , , , , ,

falling angelsJudul: Falling Angels

Penulis: Tracy Chevalier

Penerbit: Plume (2002)

Halaman: 324p

Pinjam dari: Helvry

Hore! Akhirnya ada juga buku Tracy Chevalier yang cukup bisa kunikmati, setelah sebelumnya cukup kecewa dengan The Virgin Blue, kesal dengan karakter-karakter di The Lady And the Unicorn, dan biasa-biasa saja membaca Girl With a Pearl Earring. Tracy ini bagiku sedikit mirip dengan Jodi Picoult- mengangkat isu yang menarik, tapi eksekusi dan endingnya seringkali tidak sesuai ekspektasi.

Aku tidak berharap banyak saat membaca Falling Angels, dan mungkin itulah sebabnya buku ini menjadi kejutan yang cukup menyenangkan. Kisahnya bersetting di London tahun 1901, saat Ratu Victoria baru meninggal dunia dan Inggris mengalami peralihan ke jaman baru yang lebih modern.

Keluarga Coleman adalah keluarga kaya, namun Kitty dan suaminya Richard tidak bisa dibilang berbahagia, karena Kitty terus mencari-cari sesuatu yang hilang dari hidupnya yang ia rasa membosankan. Anak mereka Maude sebenarnya baik hati dan cerdas, namun kurang perhatian dari kedua orang tuanya.

Saat mereka sekeluarga mengunjungi Highgate Cemetery sebagai penghormatan terhadap Ratu Victoria, mereka bertemu dengan keluarga Waterhouse yang memiliki lahan pemakaman yang bersebelahan dengan lahan keluarga mereka. Gertrude dan Albert Waterhouse tidak berasal dari kelas sosial yang sama dengan keluarga Coleman, namun anak-anak mereka, Lavinia dan Ivy May langsung berteman dengan Maude.

Mereka senang bermain-main di Highgate dan berkenalan dengan salah satu anak pengurus pemakaman, Simon Field, melihat-lihat semua patung malaikat yang dipasang di pemakaman luas tersebut. Sementara itu, Kitty bertemu dengan Caroline Black, aktivis perempuan yang giat memperjuangkan hak kaum perempuan untuk bisa ikut memilih dalam pemilu. Hidupnya berubah menjadi tidak membosankan, namun berdampak menyedihkan bagi keluarganya.

Seperti biasa, kekuatan utama Tracy adalah mengungkapkan detail sejarah yang akurat, termasuk setting yang sangat meyakinkan. Highgate Cemetery adalah salah satu kompleks pemakaman terluas dan tertua di Inggris, dan membayangkan Maude dan Lavinia menjadikan tempat ini sebagai taman bermain mereka sungguh terasa creepy sekaligus seru. Belum lagi detail tentang betapa monumen semacam patung malaikat dan guci menjadi aksesori yang wajib dipasang di pemakaman sebagai simbol status sebuah keluarga.

Kisah pemakaman ini dipadukan dengan satu elemen sejarah yang juga cukup penting setelah era Victoria, yaitu emansipasi wanita dan perjuangan mereka untuk memiliki hak pilih. Satu tema yang lumayan berbeda, karena biasanya Tracy lebih sering menampilkan karakter perempuan dalam bukunya menjadi pihak yang lemah atau ditindas laki-laki.

Sudut pandang dalam buku ini dibuat bergantian, khas buku-buku Tracy, dan meski awalnya cukup membingungkan karena banyaknya karakter yang mendapat jatah sudut pandang, di pertengahan buku aku sudah bisa cukup merasa familiar dengan mereka semua. Karakter di dalamnya, meski tetap ada yang menyebalkan (Lavinia!), tapi cukup bisa diimbangi oleh beberapa karakter lain yang menyenangkan (aku suka Maude dan Simon). Yang pasti, buku ini sedikit memberiku harapan tentang buku-buku Tracy Chevalier lainnya yang belum kubaca. Semoga ya!

PS: Satu hal yang lucu tentang buku ini. Aku meminjam buku ini dari Helvry saat ikutan kopdar di rumahnya. Nah…setelah aku selesai baca buku ini dan membuat review singkat di Goodreads, tiba-tiba masuk komentar dari Helvry. “Wah, aku punya buku ini. Sepertinya bagus ya…” Lah, dia nggak nyadar kalau buku yang aku baca itu memang punya dia yang lagi kupinjam! Hahahaha…coba ya, dicatet kalau ada yang pinjam bukumu Bang Epi, bisa-bisa nggak balik lagi bukunya 😄

Highgate Cemetery yang jadi playgroundnya Lavinia dan Maude. Source

Highgate Cemetery yang jadi playgroundnya Lavinia dan Maude. Source