Tags

, , , , , , , , ,

bernadetteJudul: Where’d You Go, Bernadette

Penulis: Maria Semple

Penerbit: Back Bay Books (2013)

Halaman: 326p

Beli di: Books n Beyond Pacific Place (IDR 150k disc 20%)

Bee, anak perempuan super pintar yang berumur 15 tahun, bersekolah di sebuah SMP progresif di kota Seattle. Sebagai hadiah atas nilai-nilainya yang sempurna, Bee meminta hadiah paling spektakuler pada kedua orang tuanya: perjalanan cruise ke Antartika!

Ini bukan saja merupakan perjalanan paling keren, tapi sekaligus menantang Bernadette, ibu Bee, untuk keluar dari kepompongnya. Dan ini bukan hal yang mudah, karena Bernadette, yang dulunya adalah seorang arsitek sukses, kini sudah menjelma menjadi seorang anti sosial, dan phobia dengan orang banyak.

Demi Bee, Bernadette rela mengatasi ketakutannya dan berusaha mempersiapkan keberangkatan mereka. Dan di tengah segala kekacauan persiapan ke Antartika, usahanya untuk mengatasi penyakit kejiwaannya, serta hubungannya yang memburuk dengan tetangga dan ibu-ibu di sekolah Bee, Bernadette mendadak menghilang. Lenyap tanpa jejak. Dan hanya Bee lah yang bisa menemukannya.

Kita pun diajak menelusuri jejak Bernadette bersama Bee, lewat email, surat-surat dan percakapan terakhirnya dengan orang-orang. Penelusuran ini juga yang membawa Bee jauh ke masa lalu, mencoba mencari tahu siapa Bernadette sesungguhnya.

Buku ini adalah jenis buku yang chaotic, ditulis dalam berbagai format, mulai dari email sampai catatan jurnal, dan dikumpulkan dalam bentuk dokumen penelitian Bee terhadap ibunya. Hilarious, funny and touching, this book becomes one of the best on its genre. Berbagai twist dan alur yang sepertinya tidak penting, pada akhirnya membawa kita ke ujung cerita- namun bukan berarti penyelesaiannya sampai di sana saja. Maria Semple bukanlah tipe penulis yang mau menyelesaikan ceritanya dengan terburu-buru dan serba gampang, and I appreciate her for that.

Di balik satu masalah ada masalah lain yang lebih kompleks, dan Semple membawa kita untuk merenungkan makna pencarian jati diri, kreativitas yang dikekang dan tuntutan untuk memenuhi standar orang sekitar. Di dalam diri setiap kita ada sedikit kegilaan Bernadette, dan Semple menangkap hal tersebut dengan jeli.

Aku juga sangat menyukai gaya penjabaran setting kota Seattle dalam buku ini, yang disampaikan dengan format yang tidak konvensional. Hujan yang turun terus menerus, Microsoft sebagai sumber nafkah utama dan Bill Gates sebagai dewa yang dikagumi orang-orang, usaha keras penduduk untuk menjadikan kota ini sebagai kota progresif (sekolah yang tidak biasa, kedai kopi Starbucks yang pertama, pekerja Microsoft yang nyentrik), semuanya diuraikan penuh detail yang jauh dari membosankan. Dan Seattle begitu menyatu dengan buku ini, meski suasana Antartika pun digambarkan dengan cukup meyakinkan juga. Buku ini membuatku cukup penasaran dengan karya-karya lain dari Maria Semple.

Trivia:

Where’d You Go, Bernadette sudah dibeli hak filmnya oleh Annapurna Films, dan saat ini masih dalam proses pra-produksi. Castingnya belum jelas siapa, tapi banyak yang berharap Helena Bonham-Carter akan berperan sebagai the quirky, semi-crazy Bernadette. I can totally imagine her in this role!

Submitted for:

aname-1

Advertisements