Tags

, , , , , , , ,

poirot christmasJudul: Hercule Poirot’s Christmas (Pembunuhan di Malam Natal)

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Halaman: 312p

Beli di: Gramedia Central Park Mall (IDR 48k)

The Characters

Keluarga Simeon Lee merupakan keluarga khas kisah-kisah ciptaan Agatha Christie, yang penuh intrik antar anggota keluarga, anak yang hilang, harta warisan dan dendam masa lalu. Ada Alfred si anak penurut yang memuja ayahnya secara berlebihan, George yang sukses menjadi anggota parlemen dan luar biasa pelit, David yang kabur dari rumah sejak muda karena tidak tahan dengan ayahnya yang selalu membuat ibunya menderita, dan Harry, si anak hilang yang merupakan kambing hitam keluarga.

Karakter-karakter tambahan juga datang melalui sosok istri-istri mereka yang beraneka ragam sifatnya, lalu ada juga Pilar, cucu perempuan Simeon dari anak perempuannya yang menikah dengan orang Spanyol, dan Stephen Farr, anak dari teman lama Simeon yang datang dari Afrika Selatan.

Menjelang hari Natal, Simeon Lee yang sudah tua dan sakit-sakitan merancang hiburan pribadi bagi hidupnya yang membosankan. Masa lalunya yang penuh petualangan menantangnya untuk menciptakan suatu Natal yang tak terlupakan. Ia mengundang seluruh anggota keluarganya yang sudah tercerai berai untuk berkumpul di rumahnya, dan mulai melancarkan taktik adu domba, menggesek kembali intrik-intrik keluarga ke permukaan. Membuka dendam masa lalu, rahasia kelam dan kebencian yang ditahan-tahan, bahkan mempermainkan keturunannya dengan harta warisan. Hingga akhirnya, permainannya membuat Simeon tua kena batunya, saat ia ditemukan terbunuh dengan mengenaskan di malam Natal.

The Poirot Factor

Yang membuat buku ini menyenangkan adalah setting Natal yang dibuat begitu ironis oleh Agatha Christie. Bukannya penuh perayaan dan keriaan, Christie malah menyusun sebuah kisah Natal dan keluarga yang suram, menegangkan dan bahkan dihiasi oleh pembunuhan.

Untunglah ada Poirot yang sedang berlibur di rumah salah seorang kenalannya, Kepala Polisi Johnson. Tanpa ba-bi-bu, Poirot langsung terjun ke tengah-tengah arena misteri, meski awalnya dicemooh oleh para anggota keluarga, dan tidak begitu akur dengan Inspektur Sugden yang menangani kasus tersebut.

Tapi bukan Poirot namanya kalau ia menyerah begitu saja. Dengan gayanya yang nyentrik dan diam-diam, Poirot mengumpulkan fakta dan kisah masa lalu yang dianggap orang lain tidak penting, tapi ternyata merupakan kunci utama dari tragedi terbunuhnya Simeon Lee. Poirot bisa menjelaskan misteri yang paling aneh sekalipun, seperti ditemukannya sepotong karet di lokasi pembunuhan, jeritan mengerikan saat Simeon Lee terbunuh, bahkan keluhan sang kepala pelayan mengenai seringnya ia salah mengenali orang-orang di rumah itu.

The Verdict

Mungkin selain Pembunuhan Roger Ackroyd, Buku Catatan Josephine dan Sepuluh Anak Negro, buku Pembunuhan di Malam Natal merupakan karya Christie dengan twist ending paling gila. Sensasional namun masuk akal, bersiaplah untuk menerima kejutan yang diajukan Poirot di bagian akhir buku. Dan buat siapapun yang bisa menebak dengan benar, kuucapkan selamat untukmu 😀

Submitted for:

Agatha Christie Button Meme 12013 christmas read

Advertisements