Tags

, , , , ,

IRF atau Indonesian Readers Festival adalah event tahunan yang digagas oleh komunitas seru Goodreads Indonesia alias @bacaituseru. Event ini menjadi ajang bagi komunitas pembaca untuk memamerkan kegiatan dan koleksinya, sekaligus bagi-bagi hadiah dari berbagai kuis yang diselenggarakan.

Sejak 2011, sebenarnya Blogger Buku Indonesia (BBI) sudah ikut berpartisipasi sebagai peserta yang membuka booth, tapi selama dua kali ikut, persiapannya emang kurang banget karena saat itu organisasi BBI belum terbentuk jelas.

Jadi, tahun 2013 ini, BBI bertekad ingin membuat booth yang lebih memorable untuk para pengunjung dan member. Panitia pun dibentuk, dan beberapa kali rutin mengadakan rapat online maupun offline. Meski acara diadakan 2 hari, tanggal 7 dan 8 Desember 2013, BBI memutuskan untuk mengisi booth di hari kedua saja, dengan mempertimbangkan sumber daya dan waktu para member. Tapi, sebagian member dan panitia tetap datang di hari pertama untuk mendekorasi booth.

Tim dekorrrr :)

Tim dekorrrr 🙂

Aku sendiri hanya datang di hari Minggu, sedikit bantu-bantu mempersiapkan dekor sambil haha-hihi sama para member BBI, baik yang sudah pernah ketemu sebelumnya (ada Essy, Ferina, Mba Indah, Mba Truly, Dion dan Tezar yang datang jauh-jauh dari Jateng, Dewi, Ren, Annisa, Tika, Fenny, Helvry, Dinoy, Widi dan banyak lagi yang nggak kesebut di sini), juga dengan member yang baruuu pertama ketemu (ada rombongan Joglosemar, Sulis, Bzee, Dani, Lila, Cindy; ada rombongan Bandung Rahib dan Teh Peni, juga ada anggota Jabodetabek, Cizu, Tammy, Jo dan banyak lagi); pokoknya seru. Serasa reuni akbar BBI 🙂 It’s so funny that sometimes you feel really close to people who you’ve never met before in real life – and only talked with them through internet everyday 🙂

Cewek2 BBI :) Katanya aku dan Essy mirip!

Cewek2 BBI 🙂 Katanya aku dan Essy mirip!

Transaksi buku :D

Transaksi buku 😀

 

Anyway, acara BBI sendiri cukup seru kok. Ada workshop tentang blogging bareng Helvry, yang bagi-bagi tips dan trik tentang mempercantik blog dan meningkatkan nilai blog kita. Terus ada juga bincang-bincang dengan sang suhu review, Rahib Tanzil Hernadi, yang menceritakan pengalamannya sebagai salah satu blogger buku paling “senior” (bukan umur lho ;p) di BBI. Oiya, baru ketauan juga di sini kalau ternyata Rahib berhasil menjadi satu-satunya anggota BBI yang punya fans! Dan fansnya rela dateng untuk foto bareng dan minta tanda tangan 😀

Workshop tentang blogging with Helvry

Workshop tentang blogging with Helvry

 

Talshow with Rahib aka Suhu Tanzil

Talshow with Rahib aka Suhu Tanzil

 

Selain workshop dan talkshow, ada juga beberapa games yang digagas oleh panitia, kayak games tebak cover buku (yang sepertinya agak susah soalnya jarang yang bisa nebak bener semuanya) dan susun paragraf dari judul buku yang diacak. Untuk games ini, BBI dapet titipan hadiah dari sponsor, GPU (thanks Mas Dion) dan Serambi (thanks mas Dyan) – namanya mirip – berupa buku-buku keren yang dijadikan hadiah untuk para pemenang games.

Sumbangan GPU, bikin ngiler! Pic by Nana

Sumbangan GPU, bikin ngiler! Pic by Nana

Masih dari GPU, pic by Nana

Masih dari GPU, pic by Nana

 

Karena nggak semua hadiah habis dibagikan untuk peserta games (meskipun lumayan banyak yang berpartisipasi lho), ada games khusus untuk member yang sudah dirancang oleh Ren, yaitu mencocokkan nama anggota BBI dengan blognya masing-masing. Ternyata games ini seru banget dan kita sekaligus bisa dapet buku keren pilihan.

Yang lebih asyik lagi, sisa buku yang ada dibikin jadi bookwar, alias perang buku untuk para member BBI. Seru!

Sayangnya karena sibuk-sibuk di booth BBI, aku sendiri jadi nggak sempat ikutan banyak acara menarik yang disuguhkan oleh panitia IRF. Ada berbagai workshop dan talkshow seru lho padahal. Belum lagi booth-booth lain yang nggak kalah keren dari BBI, ada grup para penerjemah dan editor, ada fansnya Lord of the Rings, ada Cakrawala Gelinjang penggemar buku-buku seksi, dll dsb. Dan rata-rata mereka punya games dengan hadiah yang oke-oke. Huuhuhu, sedih nggak sempet berburu gratisan.

Satu-satunya acara panitia yang aku ikuti adalah bookwar dan bookswap. Sistemnya itu, buku-buku digelar di atas meja, lalu boleh ditukar dengan buku yang kita bawa. Untuk bookswap, tuker bukunya bisa kapanpun, semakin rajin kita nengok-nengok meja ajaib itu, makin besar kemungkinan kita dapet harta terpendam. Sedangkan bookwar hanya diadakan 3 kali saja. Ini lebih seru dan brutal karena kita dikasih waktu untuk memperebutkan buku incaran, dan selain buku-buku yang sudah ada di atas meja, ada juga buku-buku baru sumbangan panitia.

Bookwar yang super heboh!

Bookwar yang super heboh!

Aku sendiri lumayan banget dapet beberapa buku seperti bukunya Philip Pullman, Eva Ibbotson, Ben Okri dan banyak lagi. Meski menurutku, buku pilihan panitia tahun ini kurang oke, nggak seoke tahun lalu 😄

Overall I had a really great time di IRF tahun ini. Ketemu banyak temen baru maupun lama, dapet gratisan buku-buku, dan bisa seru-seruan deh pokoknya. Satu hal yang agak disayangkan adalah lokasi IRF tahun ini yang berpindah dari Pasar Festival ke Museum Bank Mandiri. Selain lebih jauh dari tengah kota, lokasi ini juga agak kurang pas layoutnya untuk acara semacam ini. Booth jadi kurang leluasa, terlalu tersebar, panggung talkshow malah ada di luar gedung, plus banyak barang-barang display museum yang agak mengganggu akses kalau mau ke mana-mana. Tambahan lagi, susah cari makaaan :p Semoga tahun depan bisa kembali ke lokasi Pasar Festival, atau paling tidak menemukan lokasi lain yang lebih sesuai 🙂

Thanks buat panitia IRF dan semua temen-temen BBI yang sudah membuat acara ini menjadi sangat menyenangkan.

BBI, almost full team :)

BBI, almost full team 🙂

PS: Foto-foto merupakan dokumentasi BBI dan diambil dari SINI.